Review Ghost in the Cell: Kritik Sosial-Politik Mengenai Banyak Realita di Indonesia

Rahmat Jiwandono
Senin 06 April 2026, 13:44 WIB
Para aktor dalam film Ghost in the Cell. (Sumber: null)

Para aktor dalam film Ghost in the Cell. (Sumber: null)

Techverse.asia - Ghost in the Cell, film satir komedi sosial-politik yang dibumbui dengan mistis tentang kehidupan sejumlah narapidana di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) fiktif Labuhan Angsana, sudah mendapat penayangan lebih awal pada Sabtu (4/4/2026). Pemerannya pun enggak kaleng-kaleng karena ensembel dari beberapa aktor papan atas Indonesia.

Sang sutradara, Joko Anwar sengaja memilih tema penjara pada film terbarunya lantaran dianggap mewakili kehidupan masyarakat Indonesia 'tersandera', bak para penghuni di dalamnya. Seperti diketahui bahwa di penjara itu ada petugas lapas, petugas keamanan, dan para napi itu sendiri.

"Petugas lapas itu seperti pejabat pemerintahan kita, petugas keamanannya adalah polisi, sedangkan napinya itu warga negara," ungkap sutradara Pengabdi Setan itu. Dia membangun dinamika kekuasan serta hierarki kaitannya dengan realita sosial yang kuat antara masyarakat dan penguasa.

"Jadi kami pilih penjara buat menggambarkan kehidupan bangsa Indonesia," ujarnya. Film dengan set penjara pun sebetulnya bukan hal baru, seperti The Shawshank Redemption (1994), The Green Mile (1999), hingga serial drama Prison Break (2005-2017). Jadi, sangat dimungkinkan dia terinspirasi dari sana.

Baca Juga: Review Legenda Kelam Malin Kundang, 'Warna Baru' Genre Film Indonesia

Ghost in the Cell dibuka dengan Dimas (Endi Arfian), seorang jurnalis muda yang sedang menulis berita sensitif mengenai pembabatan hutan di Kalimantan yang beralih fungsi menjadi resort. Luas hutan yang digunduli pun tak main-main, mencapai ratusan ribu hektare.

Saat menulisnya, Dimas dikejar deadline karena batas waktu untuk naik cetak dari tempat printing-nya. Setelah selesai, tulisan itu dikirim ke bosnya, Endy (Rio Dewanto), namun angle berita yang ia tulis dinilai kurang seksi oleh Endy dan meminta untuk merevisinya. Tapi, tetiba, suatu hal aneh terjadi dan Endy tewas dalam kondisi mengenaskan.

Kejadian tersebut membuat Dimas dijebloskan ke sel dengan tuduhan pembunuhan atas bosnya sendiri. Saat tiba di Labuhan Angsana, Anggoro (Abimana Aryasatya) bersama rekan-rekannya khawatir kalau dia enggak akan bisa bertahan lama di dalam penjara akibat jiwa psikopat tahanan lainnya.

Di fase awal, Dimas juga menjalani masa orientasi pengenalan tahanan bersama Irfan (Dimas Danang Suryonegoro). Ia diberi penjelasan perihal jenis-jenis tindak kriminal yang telah dilakukan oleh napi-napi dan juga siapa saja penghuni blok-blok lapas tersebut. Yang menarik, ada blok K khusus para koruptor beserta fasilitasnya yang lengkap dan mewah.

Baca Juga: Review Sinners: Film Vampir Berbalut Sejarah Kelam, Musik, dan Budaya

Selama masa pengenalan, Irfan bertanya di blok mana Dimas akan ditempatkan. Dimas bilang dia dimasukkan ke blok C bersama satu napi lainnya yaitu Tokek (Aming Sugandhi) yang dikenal sadis, kejam, dan digambarkan menyukai sesama jenis. Irfan berpesan agar Dimas untuk bisa menjaga diri dari Tokek.

Alih-alih jadi target Tokek yang akan dibunuh selanjutnya, namun dia justru terbunuh lebih dahulu dengan cara yang mengenaskan. Kecurigaan tertuju Dimas sebagai pelaku utamanya (mengingat kasus yang menjeratnya), walau pun saat kejadian bahkan sama sekali tidak berada di dekat tempat kejadian perkara.

Setelah tokek, satu per satu napi lainnya juga mengalami kejadian serupa, yaitu Anton (Tora Sudiro) dan Novilham (Magistus Miftah). Anggoro dan kawan-kawan meyakini bahwa Dimas diikuti oleh sosok tak kasat mata dan bakal membunuh orang-orang yang punya aura negatif.

Baca Juga: Review Mickey 17: Film Fiksi Ilmiah Berlatar Luar Angkasa Penuh Satir

Sesuai dengan sinopsisnya, supaya enggak jadi korban berikutnya, para napi pun berlomba-lomba menjadi 'baik' dengan beragam cara - ibadah maupun berkesenian - tapi setelah dijalani, cara tersebut dianggap sulit. Melarikan diri dari penjara juga bukanlah sebuah pilihan, maka mereka bersatu guna menemukan solusinya, atau berupaya mencari siapa target yang dituju oleh hantu tersebut.

Perjuangan ini merupakan metafora bagi orang-orang Indonesia yang cenderung abai terhadap persoalan-persoalan utama yang ada, justru malah saling bertikai daripada berkolaborasi bersama.

Unsur komedi dalam film tersebut sukses mengubah intensitas tinggi dan ketegangan yang dirasakan oleh para penonton sepanjang film diputar. Penonton dibuat tertawa terbahak-bahak di tengah-tengah scene yang lagi serius dan menegangkan. Jadi, tak cuma menghibur, pria lulusan ITB itu juga membuatnya bermakna dalam konteks tema film Ghost in the Cell.

Baca Juga: Review One Battle After Another, Kritik PTA Terhadap Realitas Dunia Barat

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Lifestyle25 Agustus 2026, 08:49 WIB

Nike x One Piece Perkenalkan Air Max Plus dengan Desain 3 Buah Iblis Ini

Koleksi One Piece Nike Mengubah Imajinasi Menjadi Gerakan bagi Para Petualang di Mana Saja.
Sepatu Nike x One Piece dengan siluet buah iblis Mera Mera No Mi. (Sumber: Nike)
Techno25 Agustus 2026, 08:49 WIB

XPPen Hadirkan Artist Ultra 14, Tablet Gambar Portabel Seharga Rp12,3 Jutaan

Menghadirkan Performa Menggambar Profesional dalam Format yang Lebih Portabel.
XPPen Artist Ultra 14. (Sumber: null)
Startup24 Agustus 2026, 14:30 WIB

Kargo Technologies Kantongi Suntikan Modal Segar Rp100 Miliar Lebih, Ini Pemanfaatan Dananya

Pendanaan ini akan dialokasikan buat mengakselerasi elektrifikasi armada truk dan perluas logistik hijau di Tanah Air.
Armada truk listrik milik Kargo Technologies. (Sumber: null)
Techno24 Agustus 2026, 14:28 WIB

Youtube Resmi Ubah Cara Hitung View Mulai 24 Agustus 2026

Platform tersebut akan mulai melacak jumlah tayangan dengan cara yang sama di berbagai format video.
Youtube. (Sumber: null)
Automotive24 Agustus 2026, 13:44 WIB

ICS 2026: Ratusan Karya Custom Unjuk Gigi di Yogyakarta

Meski begitu, para petrolhead berburu inspirasi sambil hadapi tantangan legalitas.
Indonesia Custom Show 2026 yang digelar di JEC, Bantul, Yogyakarta. (Sumber: istimewa)
Techno24 Agustus 2026, 13:41 WIB

Harga dan Spesifikasi Lengkap Sennheiser Momentum True Wireless 5

Desain serba baru – kenyamanan, stabilitas, dan portabilitas yang ditingkatkan.
Sennheiser Momentum True Wireless 5. (Sumber: Sennheiser)
Culture24 Agustus 2026, 11:01 WIB

Cerita Tuliswati Setia Melestarikan Kain Jumputan di Jogja Selama 16 Tahun

Tuliswati juga mengajak para pelaku UMKM untuk konsisten dalam membuat produk dan melakukan inovasi.
Tuliswati menunjukan baju yang dikreasikan kain jumputan dan lurik. (Sumber: istimewa)
Techno24 Agustus 2026, 11:01 WIB

Laporan GSMA: Industri Seluler Berkontribusi US$1,4 Triliun pada Perekonomian Asia Pasifik

Laporan tersebut soroti peluang dan prioritas kebijakan yang akan membentuk fase pertumbuhan digital berikutnya di kawasan ini.
Ilustrasi industri seluler. (Sumber: istimewa)
Lifestyle24 Agustus 2026, 08:17 WIB

ASICS Gel Challenger 15: Sepatu Tenis dengan Teknologi Wingwall

Sepatu tenis yang menghidupkan perjalanan kota yang mengasyikkan, energik, dan menyenangkan.
ASICS Gel Challenger 15. (Sumber: ASICS)
Techno24 Agustus 2026, 08:16 WIB

Spesifikasi Lengkap Sharp Aquos Wish 6, Ada 3 Pilihan Warna

Model dasar yang memadukan kemudahan melihat dengan daya tahan, serta menawarkan fitur yang "pas" dalam berbagai aspek.
Sharp Aquos Wish 6. (Sumber: Sharp)