Techverse.asia - Elong Hotel Technology, perusahaan teknologi perhotelan asal China, saat ini semakin aktif dalam menggarap pasar Asia Tenggara. Usai hadir di Malaysia dan Tailan, sekarang giliran pasar Indonesia yang menjadi target mereka lewat strategi Eco-Going Global.
Upaya ekspansi yang dilakukan oleh Elong Hotel Technology ini dikarenakan pasar Indonesia sedang mengalami pertumbuhan di sektor wisata dan perhotelan.
Baca Juga: Thirdhome Ekspansi ke Indonesia, Kembangkan Vila dan Residensial di 3 Pulau Ini
Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah kunjungan wisatawan internasional ke Tanah Air tembus hingga 1,41 juta orang pada Desember 2025, terjadi peningkatan sebesar 14,43 persen dari tahun sebelumnya. Adapun tingkat keterisian kamar-kamar hotel berbintang di seluruh Indonesia tercatat sebesar 56,12 persen pada periode yang sama.
Sementara itu, tren bisnis perhotelan di Tanah Air juga terus menunjukkan tren yang positif. Menurut data BPS, jumlah hotel serta akomodasi nasional mencapai 34.702 unit pada tahun lalu, di mana ada peningkatan sebesar 11 persen dibandingkan tahun 2024, bahkan menjadi level yang paling tinggi dalam kurun beberapa tahun ke belakang.
Chief Executive Officer (CEO) Elong Hotel Technology Xi Dandan menyampaikan, setelah berkembang pesat di pasar luar negeri, pihaknya ingin memperluas jangkauan perusahaan secara global. Dengan strategi Eco-going Global, Elong Hotel Technology menawarkan solusi five-in-one yang meliputi standar merek, dukungan rantai pasok, perangkat digital, konektivitas finansial, dan sistem opeasional. '
"Model itu kami buat guna membantu merek-merek perhotelan dari China mengakselerasi ekspansi internasional secara efisien," kata Xi Dandan dalam siaran persnya kami lansir pada Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: Hotel 1O1 Urban Heritage Hadir di Prawirotaman Kota Yogyakarta
Perusahaan juga memperkenalkan solusi hotel pintar, termasuk robot layanan, sistem operasional berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan teknologi konstruksi modular prefabrikasi yang diklaim dapat mempercepat pembangunan hotel serta menghemat biaya operasional.
Sebagai penerapan strategi itu di Indonesia, Elong Hotel Technology memaparkan kinerja Elong Hotel Jakarta PIK sebagai hotel percontohan. Pada 2025, hotel ini mencatat tingkat okupansi sebesar 93 persen dengan RevPAR melampaui Rp1,3 juta, yang menunjukkan tingginya permintaan di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) yang berkembang sebagai pusat bisnis dan gaya hidup baru di Ibu Kota.
Guna mengatasi tantangan supply chain alias rantai pasok, mereka membangun gudang luar negeri yang berlokasi di Asia Tenggara yang didukung pula oleh Zhiyi Technology, pelantar digital rantai pasok yang terbentuk atas merger Tongyi Technology dan Lvzhi Technology pada Juli tahun kemarin.
Baca Juga: Ratusan Ribu Wisatawan Indonesia Kunjungi China, Kota Hangzhou Bisa Jadi Pilihan
Zhiyi Technology sendiri menyediakan layanan terpadu mulai dari pengadaan barang lintasnegara, PMS internasional, distribusi kamar, hingga pergudangan lokal. Mereka pun akan memanfaatkan kemampuan supply chain-nya guna memperluas jaringan ke sejumlah destinasi utama di Tanah Air.
"Ke depannya, Kota Jakarta bakal menjadi pusat ekspansi regional kami," imbuhnya. Dengan teknologi asset-light serta penguatan operasional, Elong Hotel Technology mau membangun ekosistem perhotelan global yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
Elong Hotel Technology menyoroti merek-merek unggulannya di luar negeri, termasuk Elong Deluxe, Mehood Elegant Hotel, Elong Hotel, Mehood Lestie, Mehood Hotel, Elong Me, dan Elong E-S Hotel.
Sekadar informasi, Elong Hotel Technology lahir dari ekosistem agen perjalanan dan pemesanan digital China (berafiliasi dengan Tongcheng Travel dan eLong.com). Perusahaan ini secara aktif berekspansi ke luar negeri dengan menghadirkan layanan perhotelan cerdas berbasis AI yang disesuaikan dengan kondisi lokal di Asia Tenggara.
Baca Juga: Hotel Patra Semarang, Temani Libur Lebaran Keluarga dengan Fasilitas Komplet












