Techverse.asia - Pluang, pelantar investasi asal Indonesia, telah resmi mendulang pendanaan seri C senilai US$10 juta atau setara dengan Rp175 miliar lebih, sekaligus ikut menghadirkan saham Indonesia di aplikasi mereka. Hal ini seiring dengan upaya Pluang dalam memperluas posisinya di pasar investasi ritel yang berkembang di dalam negeri.
Baca Juga: Stockbit Catat Pertumbuhan Kuat Sepanjang 2025, Basis Investor Juga Meluas
Pendanaan seri C itu dipimpin oleh MUFG Innovation Partners Japan bersama dengan partisipasi lanjutan dari perusahaan modal ventura lawas seperti Accel Partners dan Square Peg.
Dengan penambahan saham lokal tersebut, startup ini memperluas jangkauan produknya yang sudah ada sebelumnya, seperti saham Amerika Serikat, kripto, kripto berjangka, opsi saham, emas, reksa dana, hingga ETF. Pluang sendiri merupakan platform pertama di Tanah Air yang memperkenalkan produk seperti opsi derivatif kripto serta saham AS.
Pendapatan, laba kotor, hingga nilai transaksi bruto telah meningkat lebih dari enam kali lipat sejak investasi dari Accel Partners empat tahun lalu, menurut perusahaan. Mereka juga turut menyoroti bahwa aplikasinya jadi yang terbanyak diunduh (download) di Indonesia selama periode itu.
Aset yang dikelola oleh Pluang (Asset Under Custody/AUC) tercatat tumbuh hampir lima kali lipat antara 2023-2025, sedangkan volume transaksinya meningkat lebih dari empat kali lipat. Pertumbuhan tersebut dihubungkan dengan meningkatnya permintaan dari investasi ritel Indonesia yang mencari opsi investasi yang lebih luas di luar produk tabungan tradisional.
Baca Juga: MEXC Ventures Investasi ke Bursa Kripto Triv, Akselerasi Ekspansi di Asia Tenggara
Pluang menyebutkan jumlah investor ekuitas ritel di Indonesia melonjak dari 3,8 juta lima tahun silam menjadi 18 juta pada tahun kemarin. Dalam periode yang sama, jumlah investor kripto pun ikut naik dari kurang dari satu juta menjadi 19 juta pemodal.
"Fokus keberlanjutan kami selama enam tahun terakhir yaitu fokus pada strategi yang mengutamakan kekayaan, mengitegrasikan akses investasi ke dalam aktivitas keuangan sehari-hari si pengguna kami," kata salah satu pendiri Pluang Claudia Kolonas.
Menurut dia, peluncuran ekuitas lokal itu bertujuan guna membuat supaya investasi lebih gampang diakses bagi investor anyar. Hal ini sebetulnya juga meneruskan langkah yang mereka telah persiapkan sejak 2023 yang menuntaskan proses akuisis PT Nilai Inti Sekuritas untuk meningkatkan partisipasi di pasar modal, mempercepat pertumbuhan investor ritel, serta memperkuat pengembangan pasar domestik.
Kolonas menyebutkan bahwa sinergi dengan PT Nilai Inti Sekuritas ini ditujukan untuk memperluas pangsa market dengan fokus terhadap generasi muda yang melek digital, khususnya kelompok usia di bawah 30 tahun. Upaya ini dianggap relevan sebab investor ritel di pasar modal Indonesia meningkat dari sekitar 2,5 juta pada 2019 menjadi 11,7 juta per September 2023.
Baca Juga: Baru Raih Pendanaan Seri C, Startup Whale dari Singapura Ekspansi ke Indonesia
"Dan jumlah tersebut hampir 60 persen di antaranya berumur di bawah 30 tahun," katanya.
Perusahaan rintisan tersebut mengatakan telah mencapai profitabilitas pada 2025 dan berekspansi ke Filipina tahun lalu. Sementara itu, tambahan modal seri C ini diproyektikan untuk cadangan akuisisi potensial atau ekspansi internasional di masa depan.
Mereka juga menorehkan pendapatan grup sebesar US$30 juta pada 2025, tumbuh lebih dari dua kali lipat secara tahunan Pluang turut mencatat bahwa 75 persen penggunanya diperoleh secara organik, dengan periode pengembalian investasi akuisisi pelanggan kurang dari enam bulan.
Dari aspek regulasi, layanan saham Indonesia di aplikasi Pluang dijalankan melalui PT Pluang Maju Sekuritas dan PT Sarana Santosa Sejati, yang disebut berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan. Dalam penjelasan resmi Pluang, PT Pluang Maju Sekuritas memiliki izin OJK KEP-196/PM/1992, sedangkan PT Sarana Santosa Sejati mengantongi izin OJK 4/PM.02/STTD/MPPPE/2024.
Baca Juga: Jumlah Investor Terus Meningkat, Reku Tetap Mendorong Masyarakat Bijak Berinvestasi Kripto














