Review One Battle After Another, Kritik PTA Terhadap Realitas Dunia Barat

Rahmat Jiwandono
Kamis 25 September 2025, 13:46 WIB
Leonardo DiCaprio di film One Battle After Another.

Leonardo DiCaprio di film One Battle After Another.

Techverse.asia - Paul Thomas Anderson (PTA) menggebrak sinema global lewat peluncuran film barunya yang berjudul One Battle After Another dengan Leonardo DiCaprio sebagai bintang utamanya. Film ini sejatinya diilhami dari novel Vineland yang terbit pada 1990 silam yang menceritakan tentang sekelompok eks revolusioner yang berkumpul kembali guna menyelamatkan anak putri salah satu anggotanya.

Film ini termasuk salah satu proyek ambisius PTA baik dari segala budget hingga visi artistiknya. One Battle After Another yang durasinya hampir tiga jam ini menyajikan thriller, misteri, aksi, komedi gelap, fasisme, supremasi kulit putih, dan satir politik, menyuguhkan pengalaman sinematis yang epik.

Baca Juga: Martin Scorsese dan Leonardo DiCaprio akan Reuni di Film Devil In The White City?

Leo di sini berperan sebagai Bob Ferguson yang merupakan anggota kelompok pemberontak di Amerika Serikat (AS) bernama French 75. Tapi kehidupan ini sudah lama dia tinggalkan dan memilih tinggal di kota kecil dan memulai kehidupan baru. Bob pun menikahi anggota French 75 yakni Perfidia Beverly Hills (Teyana Taylor) dan memiliki seorang putri semata wayang Willa Ferguson (Chase Infiniti).

French 75 sejatinya juga menjadi buruan militer AS yang dipimpin oleh Steven Lockjaw (Sean Penn) dan berusaha menumpas mereka sampai ke akar-akarnya. Belasan tahun berselang, upaya Lockjaw masih terus berlanjut dan saat seorang anggota kelompok tersebut ditangkap, informasi cepat menyebar dan banyak anggota French 75 ditangkap polisi.

Dari menit awal film ini dimulai, PTA dengan berani memvisualisasikan Negeri Paman Sam sebagai negara yang fasis, utamanya penegak hukum yang menangkap para imigran di perbatasan AS-Meksiko. Tak cuma polisi, aparat militer dan kelompok nasionalis berlandaskan pemahaman Kristen yang menganut paham 'American-first.'

Pesan yang hendak disampaikan oleh sang sutradara adalah Dunia Barat kekinian sedang dilanda xenophobia serta rasisme yang semakin akut.

Baca Juga: Review Civil War: Perjalanan Jurnalis Foto ke Gedung Putih dalam Situasi Perang Saudara

Sean Penn menjadi tokoh antagonis di film One Battle After Another, aktingnya sangat brilian dalam menggambarkan bagaimana praktik White Supremacy di kehidupan nyata. Karakternya sangat obsesif, keji, dan kejam, sukses menghadirkan aura yang seram dan menuai permusuhan.

Sementara itu, akting Leo sebagai mantan kelompok pemberontak tapi mengidap paranoia layak buat diacungi jempol. Ketakutan itu juga dibawa olehnya sebagai seorang bapak yang ingin melindungi Willa dari kejaran anggota kepolisian. Segala hal dilakukan agar putri semata wayangnya tersebut aman.

Leo juga sukses membawakan guyonan receh ala bapak-bapak, kegigihan, hingga keletihan. Dia tampil all-out dalam film ini, meski kita tak perlu meragukan lagi kemampuan beraktingnya. Yang menjadi sorotan lain ialah Leo tampak sudah sangat berumur di One Battle After Another, tanda-tanda kerutan di wajahnya mulai tampak.

Baca Juga: Denis Villeneuve akan Menyutradarai Film James Bond Berikutnya

Sedangkan, mengenai akting Teyana Taylor cukup impresif yang menunjukkan jiwa pemberontak yang membara, meski porsi menitnya enggak terlalu lama di awal-awal film dan tiba-tiba menghilang. Tak hanya tiga tokoh utama tersebut, kredit juga layak diberikan kepada Benicio Del Toro sebagai Sensei Sergio serta Regina Hall sebagai Deandra.

Dan yang pasti debut manis bagi Chase Infiniti, ia bisa mengimbangi akting para aktor dan aktris senior tersebut. Dari segi sinematografi, penulis cukup kagum dengan sentuhan dari Michael Bauman yang memakai format Vista Vision di film One Battle After Another itu. Visualnya imersif dengan pergerakan kamera yang alami.

Seperti adegan kejar-kejaran di perbukitan jelang akhir film. Untuk urusan scoring, PTA menunjuk Jonny Greenwood dalam membuat latar musik yang menciptakan atmosfer mencekam dan menegangkan. Hal ini kian memperkuat tensi dalam setiap adegan-adegannya.

Baca Juga: Film Hollywood Bakal Dilarang Beredar di China Imbas Kebijakan Tarif Trump?

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno13 Maret 2026, 17:33 WIB

X Memperbarui Creator Subscriptions dengan Sejumlah Fitur Anyar

Ini adalah bagian dari upaya monetisasi yang lebih luas yang disebut 'Creator Subscriptions 2.0.'
Aplikasi X/Twitter. (Sumber: Getty Images)
Techno13 Maret 2026, 17:13 WIB

Realme Perkenalkan Ramadan Campaign 2026 Lewat TVC

Kompetisi #MakeSorryReal, mendorong anak muda membagikan momen permintaan maaf dengan hadiah ratusan juta rupiah.
Hadiah yang bisa kamu menangkan dari program TV Commercial. (Sumber: Realme)
Techno13 Maret 2026, 16:53 WIB

Roblox Tambahkan Fitur Penyaring Obrolan Berbasis AI untuk Kata-kata Terlarang

Fitur ini akan mengganti dan mengedit bahasa yang tidak diizinkan berdasarkan kebijakan Roblox.
Roblox sensor omongan yang tak pantas di kolom chat. (Sumber: Roblox)
Techno13 Maret 2026, 16:28 WIB

Kamera GoPro Generasi Berikutnya akan Ditenagai Prosesor GP3, Mendukung AI

Menetapkan standar kualitas gambar baru dalam pengambilan gambar cahaya rendah, waktu pengoperasian, dan kinerja termal.
Contoh hasil jepretan gambar GoPro yang ditenagai cip GP3. (Sumber: GoPro)
Techno13 Maret 2026, 14:36 WIB

Damac Digital Hadirkan Data Center di Tengah Kota Jakarta

Fasilitas ini akan memperkokoh infrastruktur digital di Indonesia.
Damac Digital. (Sumber: istimewa)
Techno13 Maret 2026, 14:25 WIB

Laporan Coursera: Perempuan Selesaikan Kursus AI Generatif Lebih Tinggi Ketimbang Pria

Temuan ini menyoroti ketekunan yang tinggi di kalangan peserta didik perempuan.
Ilustrasi AI generatif.
Techno13 Maret 2026, 14:11 WIB

Colorful Hadirkan Seri iGame GeForce RTX 50 Ultra

Ada dua kartu grafis yang ditawarkan.
Colorful iGame GeForce RTX 50 Ultra Series. (Sumber: Colorful)
Techno13 Maret 2026, 13:52 WIB

2 Headphone Live Terbaru JBL Menawarkan Masa Baterai hingga 80 Jam

Suara lebih jernih. Peredam kebisingan yang lebih cerdas. Dirancang untuk tampil beda.
JBL Live Series. (Sumber: Harman)
Lifestyle12 Maret 2026, 20:38 WIB

Rooster Fighter Bakal Tayang di Crunchyroll Mulai 15 Maret 2026

Anime ini dipastikan tayang di Asia Tenggara dan India.
Anime Rooster Fighter. (Sumber: Crunchyroll)
Techno12 Maret 2026, 20:23 WIB

Honor Robot Phone akan Didukung Sistem Pencitraan oleh ARRI

Intip sekilas bocoran Robot Phone: spesies smartphone baru.
Honor Robot Phone. (Sumber: Honor)