Film Hollywood Bakal Dilarang Beredar di China Imbas Kebijakan Tarif Trump?

Rahmat Jiwandono
Rabu 09 April 2025, 17:16 WIB
China.

China.

Techverse.asia - Akhir pekan lalu di China, film produksi Warner Bros dan Legendary yakni A Minecraft Movie, menguasai box office dan mematahkan hegemoni film laris lokal Ne Zha 2 yang meraup US$2,11 miliar setelah 10 minggu berkuasa. Namun, kemenangan ini mungkin tidak bertahan lama karena tarif yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Tarif AS terhadap China yang saat ini sebesar 54 persen, dapat naik hingga 104 persen sebagai respons Trump terhadap tarif balasan China. Hal ini menandai babak baru dalam perang dagang antara kedua kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut, yang menggemparkan pasar keuangan global dan memicu kekhawatiran terjadinya resesi internasional.

"Kami saat ini memperoleh petunjuk untuk memprioritasikan aliansi kami dan mitra dagang seperti Korea Selatan dan Jepang," terang Penasihat Ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett kami kutip pada Rabu (9/4/2025).

Baca Juga: Trailer Mission Impossible The Final Reckoning: Tom Cruise Bergelantungan di Pesawat

Sedangkan kini, Negeri Tirai Bambu dilaporkan tengah mempertimbangkan serangkaian tindakan balasan terhadap AS yang berpotensi menghancurkan akses Hollywood ke box office terbesar kedua di dunia, menurut postingan dua tokoh media sosial China yang berpengaruh, menurut Bloomberg.

Langkah-langkah potensial, yang mencakup kemungkinan pengurangan atau larangan langsung terhadap impor film asal Negeri Adidaya tersebut, dibagikan pada Selasa kemarin (8/4/2025) di media sosial China oleh Liu Hong, seorang editor senior di Xinhuanet yang dikelola pemerintah.

Dan secara terpisah oleh "Chairman Rabbit," persona daring Ren Yi yang berpendidikan Harvard, cucu dari mantan kepala partai Guangdong Ren Zhongyi.

Liu, yang menjabat sebagai wakil pemimpin redaksi situs web resmi Kantor Berita Xinhua, mengunggah informasi tersebut beberapa jam setelah China berjanji untuk 'berjuang sampai akhir' dalam menanggapi ancaman tarif terbaru Trump.

Baca Juga: Kebijakan Tarif Trump Gemparkan Pasar Keuangan Global

Postingan yang identik dari kedua akun berpengaruh tersebut mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang mengetahui situasi tersebut dan menguraikan beberapa tindakan pembalasan potensial yang sedang dipertimbangkan oleh otoritas China.

Itu termasuk mengurangi atau sepenuhnya melarang impor film dari Amerika Serikat. Otoritas China pun memegang kendali penuh atas distribusi film di wilayah tersebut.

Film asing secara resmi hanya dapat didistribusikan di China melalui salah satu dari dua perusahaan milik negara yang tersentralisasi, dan diimpor sebagai salah satu dari kuota terbatas 34 film bagi hasil, yang mana studio mendapat bagian dari penjualan tiket, atau dengan ketentuan biaya tetap alias pembelian.

Hak atas film China dilisensikan dengan pembayaran sekaligus oleh perusahaan lokal.

Baca Juga: Pasangan Panda Raksasa China di San Diego Zoo Siap Ditampilkan ke Hadapan Pengunjung

Penjualan tiket bioskop di China pada tahun lalu berjalan membosankan dengan hanya mengumpulkan US$5,8 miliar, tetapi jumlah ini diproyeksikan akan melonjak 30 persen menjadi US$7,6 miliar pada tahun ini.

Dengan serangkaian film laris Hollywood yang sudah diantisipasi bakal tayang tahun ini, termasuk Mission: Impossible – The Final Reckoning dan Superman karya Tom Cruise, tidak adanya judul-judul terkenal dapat mengurangi jumlah ini.

Sebuah langkah melawan Hollywood akan menandai peningkatan dramatis dalam ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung antara kedua negara adikuasa ekonomi tersebut.

China sendiri tak dapat dipungkiri telah menjadi pasar yang semakin penting bagi perilisan film studio besar, dengan film-film seperti Avengers: Endgame, Furious 7, dan Avatar: The Way of Water menghasilkan ratusan juta dolar dari bioskop-bioskop China.

Baca Juga: China Larang Influencer Flexing di Media Sosial, Akun Bisa Ditangguhkan

Dengan hubungan dekat pemerintah China dengan para peserta pameran dan pengembang properti, penerapan kebijakan yang dapat merusak jumlah pengunjung teater tampaknya kontraproduktif bagi kepentingan ekonomi Beijing.

Industri hiburan terus memantau perkembangan dengan saksama karena ketegangan yang meningkat antara Washington dan Beijing.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Lifestyle19 Maret 2026, 16:34 WIB

H&M Ingin Membuat Pakaian dari Gas Karbon Dioksida

Agar program ini bisa terwujud, merek fesyen asal Swedia ini menggandeng startup bernama Rubi.
H&M. (Sumber: H&M)
Techno19 Maret 2026, 16:22 WIB

Polytron Siap Hadirkan Dua Speaker Baru yang Compact dan Portable

Memperkuat posisi sebagai market leader speaker di Indonesia melalui produk compact dan portable yang dipersonalisasi untuk gaya hidup anak muda.
Logo Polytron. (Sumber: istimewa)
Lifestyle19 Maret 2026, 16:00 WIB

Jumlah Penonton One Piece Season 2 di Netflix Capai Belasan Juta dalam 4 Hari

One Piece merupakan manga tentang bajak laut yang dibuat oleh Eiichiro Oda.
One Piece Season 2. (Sumber: Netflix)
Techno19 Maret 2026, 15:49 WIB

Meta Meluncurkan Fitur Anyar untuk Perlindungan terhadap Penipuan

Pengguna akan diberi peringatan tentang aktivitas mencurigakan seperti penautan perangkat yang tidak dikenal dan permintaan pertemanan.
ilustrasi online scam (Sumber: freepik)
Lifestyle19 Maret 2026, 15:26 WIB

Charles & Keith Rilis Koleksi Ramadan 2026, Ada Tas dan Alas Kaki

Koleksi ini bisa menjadi pilihanmu untuk merayakan Lebaran 2026.
Koleksi edisi Ramadan dari Charles & Keith. (Sumber: istimewa)
Techno19 Maret 2026, 14:56 WIB

POCO X8 Pro Series Rilis Global, Cek Spesifikasi Lengkapnya

Seri ini terdiri dari dua ponsel yang mendukung untuk memainkan gim berat.
POCO X8 Pro Series. (Sumber: POCO)
Techno18 Maret 2026, 19:48 WIB

Lenovo Umumkan Legion Go Fold Concept, Dapat Dipakai dalam 4 Mode

Layarnya bisa dilebarkan dari 7 hingga 11 inci.
Konsep Legion Go Fold dalam mode layar penuh horizon. (Sumber: Lenovo)
Travel18 Maret 2026, 19:35 WIB

Pengiriman Hewan Peliharaan Melonjak Sekitar 6% Saat Arus Mudik Lebaran

KAI Logistik berkomitmen menghadirkan layanan pengiriman hewan peliharaan yang aman, nyaman, dan terpercaya.
Ilustrasi pengiriman hewan peliharaan melalui KAI Logistik. (Sumber: KAI)
Techno18 Maret 2026, 16:18 WIB

Pelanggan Apple Music Mendapatkan Alat Penemuan Musik Baru di TikTok

TikTok sekarang memungkinkan pelanggan Apple Music untuk memutar lagu secara penuh tanpa meninggalkan aplikasi.
Integrasi TikTok x Apple Music. (Sumber: tiktok)
Automotive18 Maret 2026, 15:54 WIB

Ducati Monster Tampil dengan Corak Sport Baru, Lebih Gahar

Tersedia di dealer mulai April 2026, corak Sport ini melengkapi pilihan warna Monster dan Monster Plus.
Ducati Monster dengan corak Sport. (Sumber: Ducati)