Techverse.asia - Film terbaru Joko Anwar berjudul Ghost in the Cell diproyeksikan bakal tayang secara nasional pada 16 April 2026. Film berdurasi 1 jam 46 menit yang diproduksi oleh Come and See Pictures sejati mengusung genre horor komedi.
Ghost in the Cell menceritakan tentang kehidupan para narapidana di Lapas Labuhan Angsana, sebuah hotel prodeo yang penuh dengan tekanan dan kondisinya keras. Mereka harus melewati hari-hari yang berat, seperti penindasan dari pejabat lapas sampai kekerasan antar sesama tahanan.
Lantas, situasinya bertambah buruk setelah seorang napi anyar masuk ke lapas tersebut. Dia rupanya adalah seorang jurnalis yang terjerat kasus mutilasi bosnya sendiri, perawakannya pun tampak culun. Tapi setelah itu justru banyak kejadian mengerikan yang menimpa para napi.
Baca Juga: Review Marty Supreme: Bukan Adaptasi Nyata Biopik Atlet Tenis Meja
Satu per satu napi meninggal dunia dengan cara yang enggak wajar dan tak masuk akal. Dikabarkan bahwa pelakunya merupakan makhluk tak kasat mata. Teror ini ada hubungannya dengan aura negatif. Makhluk tak kasat mata itu mencari napi yang dipenuhi oleh kebencian, niat jahat, hingga emosi buruk.
Napi pun menjadi takut yang akhirnya mampu mengubah mereka untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan. Tujuannya untuk menjaga aura mereka tetap positif, namun hal itu cukup rumit dilakukan. Sampai di satu titik mereka bersatu untuk melawan penindas, bahkan misal harus menghadapi hantu sekali pun.
Lebih jauh, unsur komedi di film Ghost in the Cell dimunculkan ketika para narapidana saling bahu membahu guna mengusir hantu tersebut. Situasi aneh ini menyuguhkan humor yang fresh di tengah cerita yang gelap.
Baca Juga: Kenapa Film Horor Laris Ditonton? Mungkin Ini Alasannya
Tapi seiring berjalannya waktu, mereka sadar akan hal penting, ancaman yang sesungguhnya bukan berasal dari hantu, melainkan sistem yang menindas mereka. Kesadaran ini memicu persatuan, mereka paham untuk bisa hidup bersama, mereka harus bersatu, melawan ketidakadilan, dan melawan teror gaib bersama-sama.
Ghost in the Cell diramaikan oleh aktor-aktor ternama Indonesia, mulai dari Abimana Arsatya (Anggoro), Almanzo Konoralma (Buki), Aming Sugandhi (Tokek), Arswendy Bening Swara (Prakasa), Bront Palarae (Jefry), Dimas Danang Suryonegoro (Irfan), Dewa Dayana (Young Prakasa), Endy Arfian (Dimas).
Ada juga Faiz Vishal (Vijay), Haydar Salishz (Donald), Kiki Narendra (Sapto), Lukman Sardi (Pendi), Magistus Miftah (Novilham), Mike Lucock (Wildan), Morgan Oey (Bimo), Rio Dewanto (Endy), Tora Sudiro (Anton), Yoga Pratama (Six), dan Yuhang Ho (Rendra).
Baca Juga: Film Baru Christopher Nolan akan Berjudul The Odyssey, Tayang 17 Juli 2026
Di samping itu, film ini dikabarkan telah mendapatkan distribusi di beberapa wilayah utama setelah pemutaran perdana dunianya di Festival Film Berlin, dengan Barunson E&A menyelesaikan kesepakatan untuk Polandia, Inggris, Irlandia, Prancis, dan Australasia.
Media4fun mendapatkan Polandia hanya untuk SVOD, sementara Blue Finch Releasing mengakuisisi Inggris, Irlandia, Australia, dan Selandia Baru. Shadowz mengambil Prancis, Portugal, dan Afrika berbahasa Portugis. Barunson E&A sedang dalam negosiasi untuk beberapa wilayah tambahan termasuk Amerika Latin, perusahaan tersebut mengungkapkan di Hong Kong FilMart.
Penjualan ini menyusul kesepakatan yang sebelumnya diumumkan Barunson E&A dengan Plaion Pictures untuk hak distribusi di Benua Eropa berbahasa Jerman, yang dinegosiasikan antara Moritz Peters, direktur akuisisi di Plaion Pictures, dan Sylvie Kim, kepala bisnis internasional di Barunson E&A.
Film thriller penjara Indonesia ini menandai kolaborasi lain antara Barunson E&A dan Plaion Pictures, menyusul kemitraan mereka dalam film Parasite karya Bong Joon-ho yang memenangkan Oscar dan film Cobweb karya Kim Jee-woon yang diputar di Cannes.
Baca Juga: Studio Ghibli akan Menerima Penghargaan Honorary Palme d’Or di Festival Film Cannes














