Review Film Pengabdi Setan 2: Communion, Sosok Wartawan untuk Sampaikan Satire

Editor Techverse
Minggu 07 Agustus 2022, 14:44 WIB
Poster Pengabdi Setan 2: Communion

Poster Pengabdi Setan 2: Communion

Techverse.asia - Film Pengabdi Setan 2: Communion sudah mencapai sekitar 2 juta penonton per Minggu (7/8/2022). Film berdurasi selama 119 menit ini telah tayang serentak di seluruh bioskop tanah air sejak 4 Agustus 2022 kemarin.

Techverse.asia menyempatkan untuk menontonnya langsung tersebut agar bisa melakukan review karya Joko Anwar itu. Lima dari enam studio yang ada di salah satu bioskop terkenal di Kota Jogja, seluruhnya menayangkan Pengabdi Setan 2: Communion lantaran tingginya animo dari masyarakat yang hendak menontonnya.

Aktor yang tampil masih sama dengan Pengabdi Setan (2017) antara lain Tara Basro, Bront Palarae, Endi Arfian, Nasar Anuz, Abigail Asmara, Egy Fedly, dan Fachri Albar. Penonton akan diajak merasakan kengerian yang dialami oleh para aktornya. Joko Anwar berhasil mengeksplorasi sinematografi, fokus adegan, jumpscare, pembabakan, bentuk setan, dan permainan kamera.

Selain itu, bukan Joko Anwar bila di dalam filmnya terdapat sisipan tentang satire serta persoalan sosial. Ini malah semakin menambah bobot film yang tidak hanya menyuguhkan ketakutan saja. Justru satire inilah yang akan mengungkap detail mengenai sekte pemuja setan. 

Satire tersebut disampaikan melalui karakter Egy Fedly sebagai Budiman yang bekerja sebagai seorang wartawan. Ya, seperti diketahui bahwa sebelum menjadi seorang sutradara, Joko Anwar merupakan mantan wartawan di Jakarta Post. Budiman kembali terlibat dalam kisah misteri yang dialami oleh keluarga Suwono.

Saat film dimulai, Budiman ada di dalam sebuah mobil, dia duduk di kursi belakang. Ia duduk di tengah dan diapit oleh dua orang polisi.

Sepanjang perjalanan, Budiman bertanya kepada polisi yang mengapitnya dia akan dibawa kemana. Namun, kedua polisi itu bungkam seribu bahasa, hanya menatap Budiman. Bahkan untuk memastikan ia tidak akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, dia menunjukkan kartu persnya.

Mobil itu melewati sebuah jalan yang sepi dan di tepi jalannya terdapat sebuah makam. Beberapa menit usai menunjukkan makam, Budiman menatap sosok sopir lewat spion yang ada di dekat bangku sopir. Sopir itu pun diam dan menutupi mulutnya dengan sebuah slayer berwarna hitam, sopir itu kembali menatap mata Budiman dengan sorotan yang tajam.

"Sepertinya saya pernah lihat kamu tapi di mana ya?" kata Budiman karena tidak asing.

Tak lama kemudian mobil itu berhenti sebuah tempat yang bangunannya mirip Observatorium Bosscha di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Di sana sudah ada seorang polisi berpangkat perwira yang sudah menunggunya. Rukman Rosadi yang berperan menjadi polisi bernama Heru Kusuma. 

Budiman langsung keluar dari dalam mobil dan menemui Heru. Setelah itu, mobil polisi yang membawanya tadi lantas meninggalkan lokasi.

Ia langsung bertanya kepada Heru, kenapa dia mengundangnya ke tempat ini. Heru bilang "ada suatu hal yang harus kau lihat," ujarnya. Kemudian mereka berdua masuk ke bangunan tersebut. 

Bulu kuduknya berdiri ketika sudah masuk ke dalam, bibirnya sedikit bergetar. Ia tak percaya apa yang dilhatnya secara langsung. Dia melihat sejumlah pocongan yang posisinya sedang bersujud ke arah yang sama. Pocongan-pocongan itu menyembah sebuah foto perempuan tua. Bagian ini sekaligus jadi tonggak cerita di bagian akhir film.

Budiman bertanya kepada polisi itu kenapa dia menunjukkan hal itu kepadanya. Polisi itu bilang ingin kejadian ini dipublikasi secara luas sehingga bisa diketahui oleh masyarakat luas. Namun, menurut Budiman, masyarakat tidak akan percaya tentang peristiwa gaib seperti itu.

"Jangan kau tulis di mediamu, buat media baru saja sehingga seolah-olah kejadian ini memang benar-benar terjadi. Ada yang peduli atau tidak, pasti akan ada orang yang mempercayainya," katanya.

Setelah itu alur cerita berganti kepada keluarga Suwono, mereka pindah ke sebuah rumah susun (rusun) di utara Jakarta usai mengalami gangguan supranatural di rusun yang sebelumnya. Dengan harapan mereka bisa hidup tanpa mendapat gangguan makhluk gaib.

Setting film ini mengambil tema tahun 1980-an, ini adalah era orde baru (orba). Di pertengahan film, ada seorang anak kecil yang menjajakan koran sembari berteriak korban dari penembak misterius alias petrus terus bertambah dari hari ke hari, jumlahnya ratusan. Target dari petrus sendiri adalah orang-orang yang memiliki tato karena dianggap sebagai seorang kriminal. Ini jadi stigma hingga kini bahwa orang yang bertato adalah orang yang tidak baik.

Kengerian di Rusun

Sebuah insiden memilukan terjadi di rusun tempat keluarga Suwono tinggal, yaitu kecelakaan lift yang meyebabkan belasan jiwa melayang. Sialnya, kala itu menurut ramalan cuaca akan terjadi badai sehingga korban kecelakaan lift terpaksa disemayamkan di masing-masing kamarnya lebih dulu.

Kecelakaan lift tersebut ada kaitannya dengan ritual sekte yang akan dilangsungkan. Terlebih, yang mencurigakan adalah saat Bondi menyadari jika kondisi rusun sangat sepi.

Beralih lagi ke Budiman, perasaan campur aduk menghampirinya, dia berjalan masuk ke dalam kantornya, kebingungannya beradu dengan suara mesin ketik dari para jurnalis yang sedang mengetik berita. Ia berjalan menuju ruang kerjanya, di sana ia membuka sebuah tas yang berisi alat-alat seperti buku, foto, butiran bulat warna hitam, hingga sebuah benda mirip pusaka yang sudah kuno.

Ia harus mendatangi rusun tempat keluarga Suwono yang terkepung banjir. Pasalnya, kalau dia tidak datang ke sana, kejadian buruk akan menimpa keluarga Suwono.

Namun, kondisi cuaca yang tidak bersahabat menjadi kendala untuk menuju ke sana. Budiman ingin menggunakan bus untuk menuju rusun itu dan berhenti di sebuah halte. Saat menghentikan sebuah dan bertanya apakah bisa menuju ke arah utara, bus itu pun memilih untuk tidak mengantarkannya karena cuaca buruk. Bahkan, saat menghentikan sebuah taksi, sopir taksi menolak mentah-mentah dengan alasan buruknya cuaca dapat membahayakan dirinya.

Ketegangan di rusun berlanjut karena jenazah korban kecelakaan ikut gentayangan meneror yang masih hidup di rusun. Dalam keadaan gelap gulita tidak ada listrik yang mati disebabkan cuaca yang buruk semakin menambah seru jalannya film.

Petrus

Jatuhnya korban jiwa akibat ditembak petrus ternyata memberi penjelasan khusus mengenai pemujaan setan. Rini yang penasaran akan isi koper milik ayahnya, akhirnya ia memberanikan diri untuk mengambil koper tersebut saat bapak sedang tertidur.

Setelah berhasil membukanya, betapa terkejutnya anak-anak dari keluarga Suwono karena koper itu berisi potongan jari manusia. Sang bapak akhirnya terus terang kepada anaknya jika dia selama ini adalah seorang petrus. Dan jari-jari itu adalah korbannya. Bapak berdalil penembakan itu dilakukan demi menyelamatkan anak-anaknya dari gangguan teror setan.

Di akhir film, bapaknya tewas menjadi tumbal dari sekte pemuja setan. Meskipun demikian, beruntung anak-anaknya berhasil diselamatkan berkat kedatangan Budiman di saat pemujaan tengah berlangsung. Budiman juga menjelaskan bahwa sewaktu muda si bapak itu adalah seorang polisi dan menemukan pemujaan setan.

Yang akhirnya dia bergabung agar istrinya bisa menjadi penyanyi terkenal. Namun, dia tidak menyadari harga yang harus dibayar, terlebih saat dia ingin keluar dari sekte itu. Syaratnya dia harus membunuh seribu orang sebagai syarat jika ingin meninggalkan sekte tersebut, itulah kenapa dia menjadi seorang petrus. 

"Bapakmu dulu adalah seorang polisi yang menemukan sekte pemujaan agar ibumu bisa terkenal dan punya anak," kata Budiman yang akhirnya menyadari bahwa sosok polisi itu adalah yang menjadi sopir ketika dia dibawa ke suatu tempat. 

 

 

 

 

 

 

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive03 Agustus 2026, 12:41 WIB

Xiaomi Sky Nomad Resmi Hadir di China, Ada Tipe N90 Max dan N70 Max

Cek lebih lanjut mengenai spesifikasi dan harganya.
Xiaomi Sky Nomad warna Valley Blue. (Sumber: Xiaomi)
Lifestyle03 Agustus 2026, 12:38 WIB

Penjualan Tiket The Odyssey Tembus Rp13 Triliun Lebih di Seluruh Dunia

Film garapan Nolan ini menjadi film paling kelaris di 2026.
The Odyssey. (Sumber: Universal)
Lifestyle03 Agustus 2026, 11:38 WIB

ASICS Gel Stratus MC Pop Up Experience Telah Digelar Selama 3 Hari

Acara ini juga jadi momentum bagi ASICS untuk memperkenalkan sepatu Gel-Stratus MC terbarunya.
ASICS Gel-Stratus MC Pop Up Experience di Nirmana Falatehan Blok M. (Sumber: istimewa)
Automotive03 Agustus 2026, 11:35 WIB

DFSK E5 Plus Resmi Mengaspal di Indonesia, Bisa Tempuh Jarak hingga 1.400 Km

DFSK E5 Plus telah lebih dahulu dipasarkan di sejumlah negara di Afrika Utara dan Amerika Selatan.
DFSK E5 Plus. (Sumber: DFSK)
Automotive03 Agustus 2026, 09:58 WIB

Jetour T2 i-DM Dijual Seharga Rp688 Juta, Mobil Hybrid Adventure SUV

Kehadiran T2 i-DM melanjutkan kesuksesan T2 yang telah mendapatkan respons positif dari konsumen di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Jetour T2 i-DM. (Sumber: Jetour)
Automotive03 Agustus 2026, 08:39 WIB

Mazda CX-5 Baru Tersedia dalam Model Sport Edition dan Kuro Edition

CX-5 generasi ketiga ini resmi dipamerkan di pameran otomotif GIIAS 2026.
Mazda CX-5 diperkenalkan di GIIAS 2026. (Sumber: Mazda)
Automotive31 Juli 2026, 16:28 WIB

GIIAS 2026: Wuling Aira Ev Resmi Meluncur, Ada Model Standar Range dan Long Range

Mobil listrik yang memadukan artistik, inovatif, ramah, dan aman.
Wuling Aira ev. (Sumber: Wuling)
Lifestyle31 Juli 2026, 16:27 WIB

Pitaka Luncurkan Jajaran Casing untuk Ponsel Lipat Baru Samsung

Engsel modular, layar, dan pelindung belakang yang dirancang untuk memberikan kepercayaan diri kepada pengguna ponsel lipat.
Aksesori casing Pitaka untuk foldable phone Galaxy Z Fold 8 & Flip 8 Series. (Sumber: dok. pitaka)
Techno31 Juli 2026, 13:46 WIB

Gemini Notebook Hadir di Samsung Galaxy Z Fold 8 Series dan Flip 8

Ponsel lipat baru Samsung hadir dengan Gemini Notebook yang sudah terpasang.
Gemini Notebook di perangkat lipat Galaxy Z Fold 8 Series dan Z Flip 8. (Sumber: Samsung)
Automotive31 Juli 2026, 13:37 WIB

KIA Seltos Terbaru Punya 3 Model, Berapa Harganya?

Mobil ini resmi dipamerkan di gelaran GIIAS 2026.
All New KIA Seltos dipamerkan di GIIAS 2026. (Sumber: KIA)