Xurya Garap Lebih dari 300 Panel Surya di Indonesia Sepanjang 2025

Rahmat Jiwandono
Senin 04 Mei 2026, 14:11 WIB
Xurya Project. (Sumber: dok. xurya project)

Xurya Project. (Sumber: dok. xurya project)

Techverse.asia - Seiring kawasan Asia Tenggara yang menghadapi lingkungan energi yang semakin bergejolak, peran energi terbarukan pun semakin bergeser dari keberlanjutan menuju ketahanan ekonomi.

Baca Juga: Alasan Xurya Memperluas ke Off-Grid dan Produsen Listrik Independen

Selama hampir dua dekade terakhir, pertumbuhan di kawasan ini didukung oleh biaya energi yang relatif stabil. Dinamika tersebut kini bergeser. Ketegangan geopolitik baru-baru ini telah berkontribusi pada kenaikan harga energi, peningkatan tekanan fiskal, dan efek inflasi yang lebih luas di pasar negara berkembang.

Di Indonesia, subsidi energi yang awalnya ditetapkan sekitar US$22 miliar untuk tahun ini membutuhkan tambahan sekitar US$6 miliar untuk mempertahankan harga bahan bakar saat ini, yang semakin menambah tekanan pada keseimbangan fiskal.

Di seluruh Asia Tenggara, di mana perekonomian masih bergantung secara struktural pada impor bahan bakar fosil, dinamika ini menjadi semakin penting bagi stabilitas ekonomi jangka panjang. Pada saat yang sama, investasi energi bersih di kawasan ini mencapai sekitar US$47 miliar pada 2025, yang mencerminkan kemajuan berkelanjutan menuju bauran energi yang lebih terdiversifikasi.

Baca Juga: Bybit Beri Modal Seri A ke Hata Sebesar US$8 Juta, Ini 3 Fokus Utamanya

Pada praktiknya, transisi bergantung pada seberapa efektif solusi tersebut diterapkan. Xurya, usaha rintisan penyedia solusi energi surya terkemuka di Indonesia, menunjukkan bagaimana solusi energi terbarukan diterapkan dalam skala besar di segmen komersial dan industri.

Berdiri delapan tahun lalu, Xurya berfokus pada peningkatan adopsi energi surya dengan menghilangkan hambatan biaya awal melalui model energi surya atap tanpa biaya modal (zero-capex). Pada akhir 2025, perusahaan telah menyelesaikan lebih dari 300 proyek energi surya di seluruh Indonesia, mewakili lebih dari 200 MWp kapasitas terpasang di seluruh sistem on-grid dan hybrid off-grid.

Tingkat penerapan ini mencerminkan meningkatnya permintaan dari pengguna industri yang mencari efisiensi biaya dan keandalan energi yang lebih besar. Energi surya semakin diintegrasikan ke dalam strategi operasional inti, daripada diperlakukan sebagai inisiatif keberlanjutan yang berdiri sendiri.

“Kami melihat energi surya menjadi bagian integral dari strategi operasional jangka panjang bagi perusahaan di Indonesia. Seiring dengan semakin jelasnya kerangka peraturan, kami melihat peluang untuk lebih memperkuat posisi kami sebagai perusahaan energi terbarukan lokal dengan standar global,” ungkap Eka Himawan selaku Managing Director Xurya.

Baca Juga: 6 Tahun Beroperasi, Xurya Membangun Lebih dari 100 MW PLTS

Secara paralel, kata dia, Xurya telah fokus pada penguatan fundamental bisnis yang mendasar. Hal ini termasuk pengembangan proyek yang layak dibiayai bank, peningkatan kualitas instalasi untuk memenuhi standar nasional dan internasional, dan peningkatan kemampuan layanan purna instalasi.

Perusahaan juga telah mulai melakukan diversifikasi ke segmen hybrid off-grid dan Independent Power Producer (IPP), yang mencerminkan permintaan yang berkembang untuk solusi energi yang lebih andal dan hemat biaya, khususnya dari pengguna industri yang membutuhkan kepastian pasokan.

Bersamaan dengan ekspansi komersial, Xurya terus berinvestasi dalam pengembangan ekosistem. Melalui Solar Academy Indonesia (SAI), yang diluncurkan pada 2024, perusahaan mengatasi kendala struktural utama di sektor ini yaitu ketersediaan tenaga kerja lokal yang terampil.

Baca Juga: Startup Greentech 'Suryanesia' Dapat Suntikan Investasi Rp31 Miliar Dari Intudo Ventures, Bakal Dipakai Untuk Apa?

Pada 2025, SAI telah melatih ratusan peserta di seluruh mitra Engineering, Procurement, and Construction lokal, dengan program yang berfokus pada kualitas instalasi, keamanan sistem, dan mitigasi risiko. Inisiatif ini diharapkan akan berkembang lebih lanjut pada 2026 seiring dengan peningkatan skala dan kompleksitas proyek.

“Kami percaya transisi energi harus didukung oleh kemampuan lokal yang kuat. Tanpa talenta lokal yang terampil, pertumbuhan industri tidak akan berkelanjutan,” tambah Wakil Presiden Operasi Xurya Philip Effendy.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno19 Juni 2026, 18:53 WIB

Fitur-fitur Kebugaran dan Kesehatan Baru Ditambahkan pada Huawei Watch Fit 5 Series

Memperdalam komitmen Huawei terhadap kesejahteraan perempuan.
Huawei Watch Fit 5. (Sumber: dok. huawei)
Techno19 Juni 2026, 18:34 WIB

Qualcomm Rilis Chipset Snapdragon Reality Elite untuk Headset XR

Chipset ini dirancang untuk pengalaman realitas campuran premium yang imersif dan memungkinkan perangkat yang lebih tahan lama, lebih ramping, dan lebih dingin.
Snapdragon Reality Elite. (Sumber: Qualcomm)
Lifestyle19 Juni 2026, 18:19 WIB

Demam Piala Dunia 2026, McDonalds Indonesia Punya Beragam Program Menarik

McDonald’s Indonesia juga menghadirkan berbagai aktivitas bagi pecinta sepak bola.
Kampanye FIFA World Cup Goes to McDonald’s. (Sumber: ist)
Lifestyle19 Juni 2026, 14:52 WIB

Boyband K-pop LNGSHOT akan Hadir di NBA Rising Stars Invitational Kedua

Mereka akan berinteraksi dengan peserta dan tampil secara langsung di OCBC Arena, Kallang, Singapura,.
LNGSHOT. (Sumber: ist)
Techno19 Juni 2026, 14:43 WIB

Wear OS 7 Hadir di Smartwatch Google Pixel dengan Gemini Intelligence

Pembaruan terbaru menghadirkan fitur-fitur baru yang mudah dilihat oleh si pemakai.
Wear OS 7. (Sumber: Google)
Techno19 Juni 2026, 14:19 WIB

Alibaba Rilis Accio Work untuk Akselerasi UMKM di Indonesia

Selain itu, perusahaan asal China ini juga membuka kompetisi pitching senilai Rp2 miliar.
Agen AI Accio Work. (Sumber: Alibaba.com)
Automotive19 Juni 2026, 14:08 WIB

Ducati DesertX V2 Resmi Meluncur di Indonesia

Generasi kedua motor petualangan enduro Ducati yang telah sepenuhnya didesain ulang dengan mesin V2 baru dan rangka monokok.
Ducati DesertX V2 resmi dipasarkan di Indonesia. (Sumber: Ducati)
Automotive19 Juni 2026, 13:51 WIB

All New Audi Q5 Sportback Hadir dalam Warna District Green

The New Audi Q5 Sportback menghadirkan kemewahan yang tidak berlebihan.
Audi Q5 Sportback. (Sumber: Audi)
Startup18 Juni 2026, 18:40 WIB

Privy Rilis Fitur Digital Identity, Hapus Proses Pendaftaran Berulang

Privy Hub dan Continue with Privy sederhanakan onboarding, meningkatkan konversi, dan memperkuat digital trust lintas industri.
Fitur digital identity di Privy. (Sumber: ist)
Techno18 Juni 2026, 16:55 WIB

Harga Resmi Garmin Forerunner 70 dan Forerunner 170 di Indonesia

Bantu pelari berlatih lebih terarah dengan data dan coaching.
Garmin Forerunner 70.