Techverse.asia - Jogja Spark menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk memperkuat ekosistem perusahaan rintisan atau startup regional. Selain itu juga untuk mendorong daya saing talenta kreatif di level global.
"Jogja Spark dirancang sebagai creative outsourcing and innovation hub yang berpusat di Kota Yogyakarta, dengan tujuan untuk menghimpun dan mengembangkan talenta kreatif lokal supaya mampu bersaing secara global," terang Pendiri Jogja Spark Imat Badruddin, Senin (4/5/2026).
Baca Juga: Xurya Garap Lebih dari 300 Panel Surya di Indonesia Sepanjang 2025
Imat menyampaikan bahwa inisiatif tersebut dicetuskan oleh IBR Media Komunikasi Kreatif lewat kolaborasi strategis bersama Pemkot Yogyakarta. Jogja Spark pun diharapkan dapat menjembatani antara talenta lokal kreatif dengan kebutuhan industri global yang semakin terus berkembang.
"Pelantar ini tak cuma mencari dan mengembangkan talenta, tapi juga menghubungkan mereka dengan dunia profesional dan bisnis global, sehingga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas lagi," katanya.
Sementara Sekreatris Daerah Kota Yogyakarta Dedi Budiono mengungkapkan, inisiatif Jogja Spark punya kesamaan visi dengan pengembangan Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) sebagai pusat industri kreatif nasional.
Baca Juga: Komdigi Gagas Program Garuda Spark Innovation Hub Bandung: Jaring 10 Startup
Kolaborasi tersebut, katanya, jadi momentum guna mempercepat potensi talenta agar mampu menembus pasar global. "Ini senada, seirama, dan senapas antar bagaimana PDIN sebagai pusat besar industri nasional dimajukan, dengan visi untuk membangun talenta kreatif di sini dan sekitarnya agar mampu bersaing di tingkat internasional," katanya.
Jawatannya pun menyambut baik inisiatif itu dan mendorong keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pihak swasta, hingga perguruan tinggi. Dia menekankan akan pentingnya membuka ruang bagi talenta muda yang selama ini potensinya belum sepenuhnya tergali.
"Banyak anak muda yang memiliki kreativitas tinggi yang mungkin belum tersalurkan. Lewat kolaborasi ini, potensi itu bisa kita gali dan dikembangkan secara lebih terarah," ujar dia.
Baca Juga: Living Lab Ventures Dorong Pertumbuhan Ekonomi dengan Kemitraan Global
Dedi berharap PDIN bisa menjadi titik temu strategis antara talenta unggul dengan mentor profesional serta pelaku industri yang telah berkomitmen mendukung perkembangan ekosistem inovasi di Kota Yogyakarta.
"Harapannya, di sini akan bertemu talenta-talenta unggul dengan para mentor serta mitra industri, jadi mampu mendorong Yogyakarta bersaing di kancah internasional," katanya.
Kegiatan tersebut tak cuma berhenti di tahap pengenalan semata, melainkan berlanjut pada tahapan implementasi yang berkelanjutan dan konkret. Output yang dibayangkan tak lagi sekadar hasil workshop, namun melahirkan produk-produk kreatif dari Kota Pelajar ini yang bisa tembus dan bahkan membanjiri pasar global, utamanya Eropa dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Merah Putih Fund: Dukung Akselerasi Startup Lokal Menjadi Unicorn












