Program Bule Mengajar Perlu Standar Operasional Prosedur yang Jelas

Rahmat Jiwandono
Kamis 14 Mei 2026, 20:51 WIB
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan (ketiga dari kiri) jadi pembicara di FGD Program Bule Mengajar. (Sumber: dok. pemkot jogja)

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan (ketiga dari kiri) jadi pembicara di FGD Program Bule Mengajar. (Sumber: dok. pemkot jogja)

Techverse.asia - Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) Program Bule Mengajar di Kantor Kemantren Kotagede, Rabu (13/5/2026). Program tersebut disiapkan sebagai upaya menghadirkan pariwisata berkualitas berbasis pengalaman yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menegaskan orientasi utama setiap program pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk di sektor pariwisata.

Menurutnya, Program Bule Mengajar tidak sekadar menghadirkan wisatawan mancanegara untuk berkunjung, tetapi mendorong keterlibatan langsung dengan warga melalui aktivitas berbagi pengalaman, mengajar bahasa, keterampilan, hingga wawasan global di sekolah maupun kampung wisata.

“Pariwisata itu harus berdampak langsung kepada masyarakat. Wisatawan datang bukan hanya melihat-lihat, tetapi ikut berinteraksi, belajar budaya, masuk kampung, hingga berbagi ilmu. Dari situ ada dampak ekonomi, sosial, dan pemberdayaan warga,” katanya.

Baca Juga: Klook x Garuda Indonesia x InJourney Hadirkan Pengalaman Pariwisata Terintegrasi

Dia menilai, keterlibatan wisatawan dalam aktivitas masyarakat akan memperpanjang lama tinggal wisatawan (length of stay), meningkatkan belanja produk UMKM lokal, sekaligus menciptakan pemerataan manfaat ekonomi hingga tingkat kampung.

“Kalau wisatawan tinggal lebih lama, mereka makan di warung warga, membeli produk UMKM, ikut aktivitas kampung, maka manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Selain itu, Wawan menegaskan bahwa wisatawan mancanegara yang datang ke Yogyakarta tetap harus menghormati aturan, budaya, dan norma yang berlaku di masyarakat.

“Walaupun mereka tamu dan wisatawan, kita tetap harus punya prinsip. Mereka harus mengikuti aturan, budaya, dan norma yang dimiliki Yogyakarta. Jangan semuanya dibebaskan, karena identitas dan nilai budaya lokal tetap harus dijaga,” katanya.

Baca Juga: Penataan Sumbu Filosofi Bisa Berdampak terhadap Pariwisata Kota Jogja

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Lucia Daning Krisnawati mengatakan Program Bule Mengajar menjadi salah satu upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat dan keterlibatan kampung wisata.

Menurutnya, Program Bule Mengajar yang saat ini dipilotkan di kawasan Kotagede akan terus dikembangkan dan direplikasi ke kampung wisata lain di Kota Yogyakarta yang saat ini berjumlah 40 kampung wisata.

“Program ini tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat agar manfaat ekonomi dan sosial dapat dirasakan lebih luas. Pilot project di Kotagede ini nantinya akan dikembangkan ke kampung-kampung wisata lainnya di Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Ia mengatakan, konsep wisata berbasis pengalaman yang melibatkan wisatawan secara langsung dengan aktivitas masyarakat dinilai mampu memperkuat identitas kampung wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

Baca Juga: Kenali Proses Pembuatan Camilan Tradisional Tape Singkong Khas Watugedug Bantul

“Kami ingin seluruh kampung wisata memiliki ciri khas dan pengalaman unik yang bisa dirasakan wisatawan. Jadi dampaknya tidak hanya pada kunjungan wisata, tetapi juga pemberdayaan masyarakat di kampung,” katanya.

Daning menambahkan, ke depan Program Bule Mengajar juga akan diintegrasikan dalam paket wisata kampung yang telah dikembangkan di kawasan Kotagede, sepert dalam Paket Kampung Wisata Prenggan dan Paket Kampung Wisata Purbayan.

Berbagai potensi wisata dan budaya di Kotagede yang dikolaborasikan dalam Program Bule Mengajar, di antaranya kawasan Between Two Gates Purbayan, Kompleks Masjid Gede dan Makam Raja-Raja Mataram, sentra kerajinan perak, Pasar Legi, hingga wisata kuliner tradisional seperti kipo dan kembang waru.

Dalam diskusi tersebut, salah satu pelaku usaha jasa pariwisata dari Via Via Travel, Uut, menekankan pentingnya aspek perlindungan anak dalam pelaksanaan Program Bule Mengajar, mengingat sasaran program nantinya melibatkan anak-anak sekolah maupun anak-anak di wilayah kampung wisata.

Baca Juga: Kawasan Malioboro Dibanjiri Wisatawan Selama Libur Lebaran 2026

Menurutnya, program tersebut perlu dilengkapi dengan child protection policy, standar operasional prosedur (SOP), konsep pengajaran dan bahan ajar yang jelas, hingga pedoman dos and dont's bagi wisatawan mancanegara yang terlibat.

Ia juga menyoroti pentingnya pengaturan mengenai cara berpakaian, batasan interaksi dan sentuhan fisik, serta pemahaman bahwa anak-anak belum dapat memberikan persetujuan (consent) secara penuh.

“Karena nanti yang terlibat anak-anak, maka harus ada aturan yang jelas agar program berjalan aman dan nyaman, baik bagi anak-anak maupun wisatawan,” ujar Uut.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive22 Juli 2026, 19:36 WIB

IMX Hub Bandung Dipadati Para Penghobi Kolektor Hot Wheels-Pokemon

Hari Pertama ‘Collector Garage’ telah Sukses Digelar.
Diorama IMX Hub. (Sumber: ist)
Techno22 Juli 2026, 16:29 WIB

Signal Ring Meluncurkan Pelacak Tekanan Darah Tanpa Manset Pertama di Dunia

Perangkat pengukur tekanan darah portabel inovatif yang bekerja dengan lancar dalam aktivitas harian Anda.
Signal Ring. (Sumber: ist)
Automotive22 Juli 2026, 15:51 WIB

New Toyota Hilux Dibekali Mesin 1GD dan Tampilannya Lebih Garang

Desain Lebih Gagah dan Fitur Lebih Advanced untuk Kualitas Berkendara yang Lebih Baik.
New Toyota Hilux. (Sumber: toyota)
Techno22 Juli 2026, 15:50 WIB

XLSmart x Google Hadirkan Paket Plus, Bisa Akses Aplikasi Gemini

Layanan ini berlaku bagi pengguna XL, Axis, maupun Smartfren dengan kriteria masing-masing.
Google.
Lifestyle22 Juli 2026, 12:22 WIB

Goblin Jadi Nomor 1 di Viu, Empat Pemainnya Kuasai Fundex

Para bintang Goblin merajai Korea selama sepekan dan teratas di Indonesia.
Poster Guardian: The Lonely and Great God 10th Anniversary. (Sumber: dok. viu)
Techno22 Juli 2026, 12:20 WIB

Jazz Hipster Umumkan 3-Way Bookshelf Speaker, Respons Lebih Mendalam

Memadukan Desain Sealed-Box Ringkas, Respons Bas 30 Hz, Arsitektur 3-Way, dan Konektivitas Digital Modern.
Jazz Hipster. (Sumber: istimewa)
Lifestyle22 Juli 2026, 10:11 WIB

Trailer Avengers: Doomsday, Doctor Doom Bertarung Melawan MCU, X-Men dan Avengers

Meski baru akan ditayangkan akhir tahun ini, tapi hype-nya semakin terasa.
Doctor Doom muncul di trailer pertama Avengers: Doomsday. (Sumber: marvel)
Techno22 Juli 2026, 10:06 WIB

Samsung Galaxy Card Resmi Hadir di Amerika Serikat

Kartu kredit pertama dari jenisnya untuk Samsung, menawarkan hadiah uang tunai untuk setiap pembelian.
Samsung Galaxy Card. (Sumber: Samsung)
Culture21 Juli 2026, 20:00 WIB

Nuanu Kolaborasi dengan Kolektif Seni Independen, Perluas Program Seni Kekinian

Repetisi Memori dan Lucid Dreams menghadirkan dua pameran independen yang berlangsung bersamaan di Labyrinth Art Gallery.
Nuanu Creative City. (Sumber: dok. nuanu)
Techno21 Juli 2026, 15:49 WIB

Google Ganti Nama NotebookLM Menjadi Gemini Notebook

Fitur-fitur baru akan ditambahkan untuk merayakan hal tersebut.
Gemini Notebook. (Sumber: Google)