Mengenal Hantavirus, Pakar Sebut Bisa Menyebabkan Sindrom Paru-paru

Rahmat Jiwandono
Kamis 14 Mei 2026, 13:50 WIB
Ilustrasi hantavirus.

Ilustrasi hantavirus.

Techverse.asia - Kasus hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah munculnya wabah pada kapal pesiar yang berlayar dari Argentina menuju Eropa. Penyakit yang disebabkan oleh hantavirus strain Andes tersebut menjadi sorotan karena memiliki kemampuan penularan antar manusia, meskipun dalam tingkat terbatas.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menyatakan risiko pandemi global dari wabah ini masih rendah karena penularannya memerlukan kontak erat dalam waktu lama.

Baca Juga: Mengenal Deviate Route: Berlari Melewati Jalur yang Enggak Umum

Dosen Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi FK-KMK UGM, dr. Riris Andono Ahmad MPH, PhD., menjelaskan mengenai perkembangan wabah, karakteristik virus Andes, hingga risiko penyebarannya secara global. Hantavirus yang berasal dari jenis virus strain Andes yang dominan hidup di kawasan Pegunungan Andes, Amerika Selatan.

Virus ini diketahui dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau sindrom paru-paru yang berpotensi fatal. Berbeda dengan sebagian besar hantavirus lainnya, strain Andes memiliki kemampuan menular antar manusia dengan masa inkubasi berkisar antara 4-42 hari.

“Penyebab dari hantavirus adalah strain Andes yang berasal dari daerah Amerika Selatan, Pegunungan Andes. Dia mampu menyebabkan sindrom paru-paru sehingga dapat menular antar manusia,” ujarnya, Rabu (13/5/2026) kemarin.

Baca Juga: Nikmati Pengalaman Kuliner bersama Program Asia Gourmet Circle Mastercard

Riris mengatakan, wabah pada kapal pesiar tersebut melibatkan delapan kasus infeksi yang terdiri dari enam kasus terkonfirmasi dan dua kasus tersangka. Terdapat tiga korban meninggal dunia dari total 147 penumpang dan awak kapal. Negara-negara terdampak meliputi Belanda, Afrika Selatan, Inggris, Jerman, Swiss, dan Argentina.

Ia menerangkan penularan hantavirus terjadi melalui dua jalur, yakni primer dan sekunder. Jalur primer berasal dari kontak manusia dengan tikus, termasuk melalui kotoran, urin, maupun gigitan tikus. Sementara itu, pada strain Andes, penularan sekunder dapat terjadi antarmanusia melalui droplet atau percikan cairan tubuh.

Namun begitu, ia menegaskan mekanisme penularannya tidak semudah COVID-19 karena membutuhkan kontak erat dan berlangsung lama dengan penderita. “Kalau strain Andes, kumannya bisa ditularkan melalui droplet, tetapi tidak semudah COVID karena harus memiliki kontak yang erat dan lama,” terangnya.

Baca Juga: Virus Pneumonia Merebak di China, Pakar: Masyarakat Bisa Terapkan PHBS

Menurut Riris, langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat meliputi penggunaan alat pelindung diri (APD), menjaga kebersihan tangan, serta menjaga jarak dari individu yang terinfeksi. Upaya tersebut dinilai penting terutama bagi tenaga kesehatan maupun individu yang berada di wilayah dengan risiko paparan tikus tinggi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan WHO telah melakukan asesmen terhadap kasus tersebut dan menyimpulkan risiko pandemi global masih rendah. Hal ini disebabkan penyebaran virus sejauh ini masih terbatas pada penumpang kapal pesiar dan dapat dikendalikan melalui isolasi serta pelacakan kontak secara cepat.

“Hasil asesmen WHO menunjukkan risiko pandemi itu rendah karena kontak dengan penderita harus dekat dan dalam jangka waktu yang lama. Penularannya juga bisa langsung dihentikan di kapal,” katanya.

Selain faktor pola penularan yang terbatas, respons internasional yang cepat juga menjadi alasan mengapa wabah dinilai masih terkendali. Berbagai lembaga kesehatan internasional telah melakukan koordinasi untuk proses isolasi pasien, karantina, hingga pelacakan kontak lintas negara.

Baca Juga: Ducati Indonesia Promosikan Bali ke Dunia Lewat We Ride As One

Riris juga menekankan bahwa secara umum hantavirus tetap tergolong zoonosis dengan transmisi utama dari hewan pengerat. Namun, terdapat laporan khusus pada strain Andes yang memungkinkan penularan antarmanusia.

“Secara umum, tetap zoonosis. Yang menjadi strain Andes itu human to human karena itu bisa menyebabkan pulmonary disease di paru-paru. Karena paru-paru itu organ pernapasan kita, maka bisa menyebar melalui droplet. Tetapi hal itu bukanlah yang utama karena itu butuh kontak erat yang lama,” imbuhnya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Techno12 Juni 2026, 14:10 WIB

Akselerasi Transformasi Digital Nasional, Lintasarta Umumkan Intelligent Core

Mengintegrasikan Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C) dalam satu fondasi yang aman, terhubung, dan andal.
Lintasarta Intelligent Core. (Sumber: ist)
Startup12 Juni 2026, 13:59 WIB

Loreal Resmi Buka Pendaftaran Big Bang Beauty Tech Innovation Program

Program ini mengajak startup Indonesia guna mewujudkan masa depan dunia kecantikan.
ilustrasi startup (Sumber: freepik)
Techno12 Juni 2026, 13:38 WIB

Terkendala UU Pasar Digital, Peluncuran Siri AI di Uni Eropa Harus Ditunda

Siri AI akan tersedia untuk pengguna Uni Eropa di macOS 27 dan visionOS 27, bukan di iOS 27 dan iPadOS 27.
Siri AI. (Sumber: ist)
Techno11 Juni 2026, 18:20 WIB

ASUS Umumkan 2 Laptop ProArt Baru dengan Chipset Nvidia RTX Spark

Itu adalah sebuah superchip baru yang merevolusi PC Windows untuk era agen AI pribadi.
ASUS ProArt P16 (kiri) dan P14 Series. (Sumber: null)
Startup11 Juni 2026, 18:06 WIB

Mahasiswa IPB Buat Startup Agensi Kreatif Bernama Suutori Production

Pasar yang mereka incar utamanya ialah sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.
Usaha rintisan Sutoori Production oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). (Sumber: IPB)
Techno11 Juni 2026, 17:15 WIB

Daftar iPhone yang Kompatibel dengan iOS 27, Ini Pembaruan yang Dijanjikan

Fokus Apple pada peningkatan efisiensi dan kinerja merupakan kabar baik bagi iPhone lama.
Pratinjau beberapa pembaruan pada iOS 27 di iPhone. (Sumber: Apple)
Lifestyle11 Juni 2026, 16:28 WIB

Blibli House of Scent Bantu Temukan Parfum yang Sesuai Preferensi Konsumen

Selamat Tinggal Pusing Pilih Parfum: Temukan Aroma Jati Dirimu di sini.
Blibli House of Scent. (Sumber: dok. blibli)
Techno11 Juni 2026, 15:16 WIB

Insta360 x Leica Menghadirkan Luna Ultra, Waktu Pemakaian hingga 4 Jam

Produk baru ini diluncurkan untuk menantang kamera gimbal DJI Osmo Pocket.
Insta360 Luna Ultra.
Travel11 Juni 2026, 14:33 WIB

Permudah Wistawan Jelajahi Asia Tenggara, Mastercard Rilis 3 Kampanye Ini

Kampanye ini akan berlaku selama tujuh bulan.
Mastercard. (Sumber: Istimewa)
Techno11 Juni 2026, 14:18 WIB

Spesifikasi Lengkap Honor Magic V6, Bawa Fitur Google Gemini

Ponsel lipat bertenaga AI yang memadukan produktivitas lintas ekosistem dengan daya tahan ultra-tipis.
Honor Magic V6. (Sumber: dok. honor)