Techverse.asia - Puma awal bulan ini telah menyelenggarakan Deviate Route, sebuah pengalaman lomba lari urban yang didesain buat melampaui konsep race konvensional. Tak cuma lari di rute yang diprediksi, tapi itu juga mengajak pelari maupun running enthusiast memasuki pengalaman dinamis yang menuntut strategi, adaptasi, dan respons cepat di setiap segmen.
Baca Juga: Agenda Crunchyroll di Anime Festival Asia Thailand 2026
Kekinian banyak pelari yang tak cuma mengejar pace, namun juga mencari tantangan anyar yang mampu mendorong kemajuan. Oleh karena itu, Deviate Route hadir menawarkan perspektif yang berbeda mengenai performa serta merupakan experiential running challenge 5K yang dirancang sebagai bagian dari kampanye Puma Deviate 4.
Dengan mengusung tema urban crawl, Deviate Route menjanjikan pengalaman lari di rute yang tidak seperti biasanya, mulai dari memasuki gang sempit, melewati tanjakan tangga, dan segmen lari sprint terbuka yang menuntut manuver, kontrol pace, dan ledakan kecepatan di setiap titik.
"Lewat Deviate Route, kami mau membuktikan bahwa pelari cepat tak cuma sekadar angka di pace, tapi juga tentang bagaimana mereka berani menghadapi rute yang enggak biasa dan terus mencari tantangan anyar," ungkap Teamhead Marketing Puma Indonesia Rachmat B. Trilaksono.
Baca Juga: Puma Mengumumkan Rose BLACKPINK sebagai Duta Merek Global Baru
Puma Indonesia juga mau menghadirkan pengalaman lari berbeda dari biasanya, sehingga setiap pengalaman bersama merek ini serta komunitas selalu berkesan dan menyenangkan. Hal tersebut yang menjadi wujud semangat Deviate 4 bahwa progres lahir ketika pelari keluar dari rute nyaman dan menemukan kesenangan tersendiri dalam banyak hal yang tak diduga-duga.
Adapun jalur yang dilewati oleh Deviate Route yaitu berada di wilayah Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta, tepatnya dimulai dari Jalan Lauser, Jalan Melawai Raya, Jalan Pattimura, Jalan Sisingamangaraja, dan sampai kembali ke Jalan Lauser lagi.
Para pelari yang mengikuti gelaran ini terdiri atas komunitas lari dan jurnalis pelari yang telah mendaftar, dan dapat memilih dari salah satu dari dua format lari yang dihadirkan: Community Relay race dan Individual Race.
Baca Juga: Puma x Squid Game Hadirkan Koleksi Spesial, Ada 3 Item
Format Community Relay Race menghadirkan elemen kolaborasi dan strategi tim, memperkuat pengalaman lari yang enggak cuma bersifat individu, tapi juga kekompakan tim. Sedangkan format Individual Race memberi ruang eksplorasi performa personal. Para pelari pun harus merekam jalur lari mereka dengan Strava guna pelacakan hasil.
Ibnu Jamil, Public Figure/ Aktor sport enthusiast menceritakan kesannya mengikuti Deviate Route. Menurutnya, Deviate Route memberikan pengalaman yang berbeda dari road race biasa, karena rutenya lebih dinamis dan menuntut kita untuk terus menyesuaikan ritme.
"Justru tantangan seperti ini yang bikin saya lebih excited, karena setiap segmen terasa seperti mengajak kita untuk terus berkembang dan keluar dari kebiasaan saat latihan atau race," ujar pria presenter bola itu.
Baca Juga: Adidas Memperkenalkan 3 Sepatu Lari Anyar pada Lini Everyday Running
Dikatakannya bahwa jalur yang dilewati oleh para pelari pun cenderung tidak umum, sehingga tak hanya pengalaman berlari saja yang kita dapatkan, tetapi juga sightseeing di tengah kota yang jarang kita lewati apalagi sambil berlari.
Melalui inisiatif ini, Puma menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman lari yang lebih relevan dengan gaya hidup pelari masa kini, yang tidak hanya mencari hasil, tetapi juga pengalaman yang menantang, berbeda, dan berkesan.














