Mengenal Batik Valiri Khas Sigi Sulawesi Selatan

Rahmat Jiwandono
Rabu 08 Juli 2026, 17:50 WIB
Batik valiri asli Sigi, Sulawesi Selatan. (Sumber: Ist)

Batik valiri asli Sigi, Sulawesi Selatan. (Sumber: Ist)

Techverse.asia - Di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, perjalanan wisata bisa dimulai dari sebuah hutan kecil yang dijaga secara adat, lalu berakhir di selembar kain batik. Melalui Batik Valiri, wisatawan diajak menyusuri Hutan Ranjuri, mengenal tanaman yang menghasilkan warna alami, memahami motif budaya Kaili, hingga mencoba langsung proses membatik. 

Di sini, perjalanan wisata menjadi cara untuk membaca hubungan masyarakat dengan hutan, budaya, dan ekonomi lokal. Selembar kain tidak hanya hadir sebagai produk, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk memahami tempat, manusia, dan alam yang melahirkannya.

Batik Valiri berasal dari Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Selatan. Di desa ini, Hutan Ranjuri seluas sekitar sembilan hektare menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Hutan yang dijaga secara turun-temurun oleh masyarakat adat tersebut bukan hanya menjadi penyangga ekologis yang melindungi desa dari banjir bandang dan kekeringan, tetapi juga menjadi sumber air, sumber inspirasi motif, dan sumber bahan pewarna alami.

Valiri berasal dari bahasa Kaili, valiri, yang berarti “jadi di sini”. Nama itu merujuk pada kawasan sekitar Hutan Ranjuri, tempat masyarakat sejak lama menggantungkan hidup, menghidupkan nilai budaya, dan menjaga sistem pengetahuan lokal.

Baca Juga: Kebun Raya Bogor Gelar Program Kultura Ngariung Sunda

Pendiri Batik Valiri, Afrianto atau Anto, mendirikan usahanya pada 2019 setelah bertahun-tahun bekerja sebagai karyawan batik di Kota Palu. Ia melihat bahwa kekayaan alam, budaya, dan sejarah Sigi belum banyak diangkat ke dalam kain batik.

“Selama ini batik identik dengan motif Jawa. Padahal di Sigi, kamu punya kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang sangat kuat. Dari hutan Ranjuri saja, yang jaraknya hanya sekitar 50 meter dari tempat produksi, saya melihat ada banyak hal yang bisa diangkat, termasuk pewarna alami yang bisa dikembangkan dari tanaman di dalam hutan purba tersebut,” ujar Anto.

Keunikan Batik Valiri terletak pada motifnya. Setiap pola bukan hanya ornamen visual, tetapi menyimpan filosofi dan identitas daerah. Motif taiganja, misalnya, melambangkan kesuburan dan menggambarkan cinta serta ketulusan hati.

Dalam tradisi Kaili, taiganja merupakan benda sakral berbentuk menyerupai liontin yang digunakan dalam upacara adat dan sering menjadi mahar pernikahan. Melalui Batik Valiri, makna taiganja yang mulai jarang dikenal dihidupkan kembali agar dapat dipahami dalam konteks budaya masa kini.

Baca Juga: Segoro Amarto: Motif Batik Baru Khas Kota Yogyakarta, Begini Filosofinya

Selain taiganja, Batik Valiri juga mengangkat motif Pohon Rau dari Hutan Ranjuri, daun kelor, senjata tradisional guma, hingga jejak megalitik yang tersebar di wilayah Sigi. Semua motif ini menjadi pintu masuk untuk mengenal kekayaan alam, sosial, dan sejarah Sigi.

Dari sisi produksi, Batik Valiri memadukan teknik batik cap dan canting dengan pendekatan kontemporer seperti sapuan kuas abstrak dan batik ciprat. Pewarna alami yang digunakan berasal dari kekayaan hayati Hutan Ranjuri. Daun rau menghasilkan rona krem, daun mangga memberi sentuhan kuning kehijauan, sementara daun kayu jati dan ketapang menciptakan nuansa cokelat kemerahan serta hitam.

Proses pewarnaan alami membutuhkan waktu panjang. Dari sepuluh kilogram daun kering, hanya cukup untuk mewarnai sekitar lima lembar kain. Prosesnya mencakup perebusan hingga empat jam dan pencelupan berulang sampai dua puluh kali agar warna meresap sempurna.

Baca Juga: Museum Batik Pekalongan, Kenalkan Batik di Gedung yang Estetik

“Kalau pewarna sintetis cukup satu kali celup, warna langsung keluar. Tapi pewarna alami butuh kesabaran. Itu yang membuat nilainya berbeda,” kata Anto.

Dalam pemanfaatan bahan alam, masyarakat adat Desa Beka hanya mengambil daun yang telah gugur, tanpa menebang pohon. Pengelolaan Hutan Ranjuri dilakukan melalui rembuk bersama tokoh adat, dan setiap aktivitas di kawasan tersebut harus melalui izin adat.

Secara administratif, hutan ini berstatus hutan produktif, tetapi secara sosial dijaga sebagai ruang sakral dan sumber kehidupan. Saat banjir bandang melanda Sigi, hutan ini menjadi penyangga alami. Saat kemarau, sumber air bersih warga berasal dari kawasan yang sama.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Travel11 Juli 2026, 10:47 WIB

Arab Saudi Rilis Package Visa: Integrasi Pemesanan Perjalanan dan Permohonan Visa

Melalui platform ini diharapkan akan memberi kemudahan bagi wisatawan saat mengajukan permohonan visa di Ara Saudi.
Arab Saudi. (Sumber: istimewa)
Travel11 Juli 2026, 10:25 WIB

Traveloka x Marriott International Kasih Pilihan Menginap di Hotel-hotel Mewah

Wisatawan dapat memilih hotel-hotel fancy yang dikelola Marriott Group di kawasan Asia Tenggara.
Traveloka.
Techno10 Juli 2026, 21:30 WIB

Sony Luncurkan 3 Tipe TV Bravia Baru di Indonesia, Ini Keunggulannya

Sony menghadirkan TV Bravia True RGB pertamanya dengan teknologi RGB LED yang dikendalikan secara independen.
Sony Bravia 9 II. (Sumber: Sony)
Techno10 Juli 2026, 20:45 WIB

Canva Sambut Hari Keterampilan Pemuda Sedunia dengan Berbagai Inisiatif Berbasis Komunitas untuk Memberdayakan Generasi Muda Indonesia

Memberdayakan generasi muda Indonesia untuk mengubah ide menjadi peluang.
Roadshow program Canva Nyatain. (Sumber: Canva)
Techno10 Juli 2026, 14:19 WIB

Dorongan Instagram untuk Orisinalitas Bukti Tim Multi-Akun Butuh Alur Kerja Lebih Baik

GeeLark adalah platform telepon berbasis cloud yang dirancang untuk operasi seluler asli.
Platform Geelark. (Sumber: dok. geelark)
Techno10 Juli 2026, 13:57 WIB

Samsung Bespoke AI Washer Dryer Dibekali Teknologi AI Ecobubble

Samsung hadirkan mesin cuci pengering AI baru yang dirancang untuk mengurangi penggunaan energi sekaligus memberikan perawatan kain yang lebih pintar.
Samsung Bespoke AI Washer Dryer. (Sumber: null)
Automotive10 Juli 2026, 13:14 WIB

Honda Rebel 1100 Kini Hadir dalam Warna Matte Beta Silver Metallic

AHM memberikan penyegaran pada big bike New Rebel 1100 melalui pilihan warna terbaru.
New Honda Rebel 1100 Matte Beta Silver Metallic. (Sumber: null)
Automotive10 Juli 2026, 13:11 WIB

United E-Motor C2000 Hadir dalam Warna Merah Putih

Motor ini dapat menempuh jarak hingga 185 kilometer.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming menaiki United E-Motor C2000. (Sumber: ist)
Lifestyle09 Juli 2026, 22:02 WIB

Trailer Baru Dune: Part Three, Villeneuve Janjikan Banyak Aksi Menegangkan

Film ini baru akan tayang secara global akhir tahun 2026.
Trailer Dune: Part Three. (Sumber: Warner Bros)
Lifestyle09 Juli 2026, 21:39 WIB

Limp Bizkit Gelar Konser di Malaysia pada 9 Desember 2026, Berapa Harga Tiketnya?

Malaysia jadi satu-satunya negara di Asia yang mereka sambangi dalam rangkaian tur globalnya.
Limp Bizkit.