Lukisan Tertua Ditemukan dalam Sebuah Gua di Maros, Sulawesi Selatan

Uli Febriarni
Rabu 10 Juli 2024, 14:30 WIB
Dinding langit-langit gua batu kapur Leang Karampuang, Kawasan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, Indonesia, tempat ditemukannya lukisan naratif tertua di dunia. (Sumber: tim Google)

Dinding langit-langit gua batu kapur Leang Karampuang, Kawasan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, Indonesia, tempat ditemukannya lukisan naratif tertua di dunia. (Sumber: tim Google)

Lukisan tertua ditemukan di gua batu kapur Leang Karampuang, Kawasan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, Indonesia.

Lukisan yang diperkirakan berusia 51.200 tahun tersebut menggambarkan tiga sosok mirip manusia yang sedang berinteraksi dengan seekor babi hutan, ini diduga merupakan aktivitas perburuan.

Sebelum lukisan ini ditemukan, para peneliti telah menemukan sebuah lukisan figuratif berusia 45.500 tahun. Lukisan itu menggambarkan babi kutil (Sus celebensis), di Leang Tedonge, Pangkep, Sulawesi Selatan.

Temuan yang menggambarkan kehidupan masa lampau di langit-langit Leang Karampuang, berawal dari kemitraan dengan para peneliti dari Griffith University, Australia yang juga melibatkan tim Southern Cross University. Mereka juga mempublikasikannya dalam jurnal Nature, berjudul Seni Gua Narasi di Indonesia 51.200 Tahun Lalu.

Baca Juga: Honda Freed Crosstar Punya 2 Varian Kursi, Keluar Masuk Kursi Roda Jadi Lebih Mudah

Ketua tim penelitian ini bernama Adhi Agus Oktaviana. Ia merupakan seorang ahli seni cadas Indonesia dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang saat ini sedang menjalani program doktoral (PhD) di Griffith Centre for Social and Cultural Research (GCSCR).

Menurut Oktaviana, penemuan lukisan Leang Karampuang ini memiliki implikasi penting terkait pemahaman mengenai asal-usul seni paling awal.

Dalam menentukan umur lukisan gua tersebut, tim penelitian mengaplikasikan metode analisis mutakhir melalui ablasi laser U-series (LA-U-series), untuk mendapatkan pertanggalan akurat pada lapisan tipis kalsium karbonat yang terbentuk di atas seni hias tersebut.

Lukisan gua tertua di dunia terletak di gua kapur, Leang Karampuang, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan (sumber: BRIN)

"Hasil analisis menunjukkan bahwa, seni hias di bawah lapisan tersebut memiliki pertanggalan paling awal sekitar 51.200 tahun yang lalu. Sehingga hal tersebut membuatnya sebagai gambar hias gua tertua di dunia. Sekaligus narasi seni paling awal yang pernah ditemukan dan diteliti hingga saat ini," ungkapnya, diakses dari keterangan resminya, Rabu (10/7/2024).

Dia menilai lukisan di Lueng Karampuang adalah penemuan mengejutkan, karena belum ada karya seni dari zaman Es Eropa yang terkenal, yang umurnya mendekati umur lukisan gua Sulawesi ini, walau ada pengecualian pada beberapa temuan kontroversial di Spanyol.

"Penemuan ini merupakan seni cadas pertama di Indonesia yang umurnya melampaui 50.000 tahun," kata dia.

Salah satu bagian dari gambar yang disempurnakan dengan DStretch, menunjukkan seekor babi hutan di langit-langit Leang Karampuang (sumber: BRIN)

Penemuan oleh Oktaviana dan tim Griffith University tersebut, mengindikasikan lukisan gua yang bersifat naratif merupakan bagian penting dalam budaya seni manusia awal Indonesia pada masa itu.

Pada dasarnya manusia sudah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dalam bentuk cerita sejak lebih dari 51.200 tahun, lanjut dia. Namun. karena kata-kata tidak bisa menjadi fosil batu, maka yang tertinggal hanyalah penggambaran dalam bentuk seni.

"Temuan di Sulawesi ini adalah bukti tertua yang bisa diketahui dari sudut pandang arkeologi," imbuhnya.

Baca Juga: Chip Pabrikan MediaTek Ungguli Snapdragon di Segmen Ponsel 5G

Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN, Herry Jogaswara, menyebut bahwa metode analisis LA-U-series dikembangkan oleh Profesor Maxime Aubert, ahli arkeologi di GCSCR, bersama dengan koleganya dari Southern Cross University (SCU) di Lismore, Profesor Renaud Joannes-Boyau, seorang ahli arkeogeokimia dari Geoarchaeology and Archaeometry Research Group (GARG).

Mereka ini sebelumnya telah menggunakan metode berbasis uranium untuk mencari umur seni cadas di wilayah Sulawesi dan Kalimantan. Setelah diterapkan, teknik LA-U-series ini ternyata menghasilkan data yang lebih akurat.

"Karena mampu mendeteksi umur lapisan kalsium karbonat dengan sangat rinci hingga mendekati masa pembuatan seni hias tersebut. Penemuan ini akan merevolusi metode analisis pertanggalan seni cadas," ucap Aubert.

Sementara itu, Profesor Joannes-Boyau, mengungkapkan teknik inovatif yang sedang dirintis ini memungkinkan timnya untuk membuat 'peta' lapisan kalsium karbonat secara rinci.

"Kemampuannya membuat kami dapat menentukan sekaligus menghindari area permukaan yang mengalami proses perubahan diagenesis secara alami. Konsekuensinya, penentuan umur seni cadas menjadi lebih mendalam dan bisa dipertanggungjawabkan," jelas Joannes-Boyau.

Baca Juga: Evolusi Samsung Galaxy Watch Series: dari Gear2 hingga Galaxy Watch 6

Baca Juga: Fnatic ONIC Mewakili Indonesia di World Esports Championship 2024

Tim penelitian juga melakukan penanggalan ulang pada kandungan kalsium karbonat yang melapisi lukisan gua di situs Leang Bulu’ Sipong 4 di Maros Pangkep.

Lukisan gua ini menampilkan adegan sosok yang diinterpretasikan sebagai therianthropes (setengah manusia, setengah hewan) yang sedang berburu babi rusa dan anoa.

Lukisan gua itu sebelumnya sudah pernah diteliti dengan hasil pertanggalan setidaknya 44.000 tahun yang lalu. Melalui metode terbaru, hasil yang didapatkan juga cukup mengesankan karena seni hias tersebut berumur 4.000 tahun lebih tua, yaitu sekitar 48.000 tahun.

Kepala BRIN, Laksamana Tri Handoko, menjelaskan bahwa lukisan di Leang Karampuang ini bahkan lebih tua ketimbang Piramida di Giza yang diketahui berumur 4.500 tahun.

Tim juga berkolaborasi dengan Google Arts & Culture, yang kemudian telah memungkinkan pihaknya menyajikan temuan sejarah tersebut secara digital, dengan gambar panorama pertama dari kawasan gua.

"Kolaborasi ini juga memungkinkan orang-orang di seluruh dunia mengakses situs kami, dan juga ikut berkontribusi dalam upaya pelestarian kami," terangnya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive14 Agustus 2026, 13:37 WIB

Debut Pertama di Luar Pasar China, Chery Tiggo V Hadir di Indonesia

Mobil ini dirancang untuk menjawab karakter mobilitas masyarakat Indonesia yang membutuhkan kendaraan tangguh, lapang, nyaman, efisien, dan fleksibel.
Chery Tiggo V. (Sumber: null)
Techno14 Agustus 2026, 13:34 WIB

Google Luncurkan Pelacak Pertamanya: Pixel Tag, Begini Spek dan Harganya

Tag pelacak pertama dari Google hadir untuk membantu Anda memantau keberadaan barang-barang terpenting Anda.
Google Pixel Tag. (Sumber: Google)
Travel14 Agustus 2026, 10:56 WIB

Promosi Destinasi di Indonesia, Otoritas Vietnam Resmi Gandeng VFS Global

Sebanyak 200 ribu wisatawan Indonesia mengunjungi Vietnam sepanjang 2025.
Salah satu sisi kota Hanoi, Vietnam (Sumber: Vietnam.Travel)
Techno14 Agustus 2026, 10:56 WIB

Fitur-fitur Baru pada Google Pixel Buds Pro 2, Ada Warna Olive

Earbud ini dijual seharga Rp4 jutaan.
Pixel Buds Pro 2 dalam warna Olive. (Sumber: Google)
Lifestyle14 Agustus 2026, 10:00 WIB

Crunchyroll Hadirkan Beragam Judul di Anime Festival Asia Indonesia 2026

Diselenggarakan pada 15–16 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City Hall, Tangerang, Banten.
Adegan kafe yang ikonik dari Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc. (Sumber: Crunchyroll)
Techno14 Agustus 2026, 09:57 WIB

Google Pixel Watch 5 Dibekali Gemini dan Health Guardian

Jam tangan pintar ini juga memiliki edisi khusus pebasket Stephen Curry.
Google Pixel Watch 5. (Sumber: Google)
Automotive13 Agustus 2026, 15:07 WIB

IMX 2026 Buka Penjualan Tiket Extended Presale 3, Jangan Sampai Kehabisan

Extended Presale 3 Jadi Kesempatan Terakhir Membeli Tiket IMX 2026 “Next Gen Culture”.
Extended Presale 3. (Sumber: IMX)
Automotive13 Agustus 2026, 15:05 WIB

New Daihatsu Sigra Mendapat Penyegaran Menyeluruh, Ini Harga dan Speknya

Daihatsu Hadirkan New Sigra yang Tampil Modern dan Sporty di GIIAS 2026.
New Daihatsu Sigra. (Sumber: null)
Automotive13 Agustus 2026, 13:03 WIB

Chery Q Resmi Mengaspal di Indonesia, Ada Model Pure dan Rizz

Cek lebih lanjut tentang harga dan spesifikasi mobil listrik berukuran kompak ini.
Chery Q resmi diniagakan di Indonesia. (Sumber: ist)
Automotive13 Agustus 2026, 12:50 WIB

Hongqi E-HS9 Ramaikan Segmen SUV Listrik di Indonesia

Hongqi Memulai Perjalanan di Indonesia, Menghadirkan Sebuah Nama yang Dibentuk oleh Sejarah.
Hongqi E-HS9 resmi meluncur di Indonesia. (Sumber: dok hongqi)