Penataan Sumbu Filosofi Bisa Berdampak terhadap Pariwisata Kota Jogja

Rahmat Jiwandono
Senin 27 April 2026, 18:10 WIB
Sumbu filosofi Daerah Istimewa Yogyakarta. (Sumber: null)

Sumbu filosofi Daerah Istimewa Yogyakarta. (Sumber: null)

Techverse.asia - Pemerintah Kota Yogyakarta mulai merumuskan kebijakan penataan akses kendaraan besar di kawasan inti Sumbu Filosofi, menyusul meningkatnya dampak kehadiran bus wisata.

Baca Juga: Bali Didorong Punya Taksi Air, Memperkuat Integrasi Antarmoda Transportasi Nasional

Di satu sisi, kendaraan tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui lonjakan kunjungan wisatawan, namun disisi lain juga memicu persoalan kapasitas jalan, kenyamanan pedestrian, keselamatan pengguna jalan, hingga kelestarian ruang heritage. 

Penataan akses kendaraan besar di kawasan inti Sumbu Filosofi bukan untuk membatasi aktivitas wisata maupun usaha, melainkan menjaga keseimbangan antara pelestarian kawasan dan keberlanjutan ekonomi jangka panjang.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menerima usulan agar bus dari Terminal Ngabean tidak melintas hingga Titik Nol Kilometer dan Malioboro, namun tetap diperbolehkan mendekat melalui jalur tertentu seperti belok ke kiri ke arah Jalan Bhayangkara untuk memudahkan akses wisatawan.

“Ini menjadi kajian kami. Karena tetap tidak ke Titik Nol, tidak ke Malioboro, tetapi masih dekat untuk memudahkan akses mereka,” ujarnya dalam FGD bersama PHRI DIY, ASITA DIY, dan General Manager Hotel baru-baru ini.

Baca Juga: IMX 2026 Prambanan Sukses Digelar, Supra MK 5 Gondol Tiket Emas

Selain itu, usulan mengenai pemanfaatan lahan alternatif untuk parkir bus seperti bekas pabrik es, hingga penggunaan lahan parkir milik swasta juga menjadi perhatian pemerintah. Hasto juga menilai masukan terkait sosialisasi kebijakan lebih dini kepada operator bus dan wisatawan sangat penting agar ada kepastian informasi sejak awal.

“Pemberitahuan lebih dini ini masukan yang sangat baik, sehingga wisatawan yang masuk Jogja dan bus-bus yang akan masuk sudah sedini mungkin diberitahukan. Harus ada konsistensi regulasi dan penegakan aturan yang tegas,” ungkapnya.

Ditengah keterbatasan anggaran pembangunan fisik, Hasto menegaskan jajarannya kini fokus pada program-program yang memiliki daya ungkit terhadap ekonomi daerah tanpa harus bergantung pada pembangunan infrastruktur mahal.

Salah satunya adalah penguatan konsep “Jogja City of Festival” untuk mengangkat Sumbu Filosofi dan Malioboro sebagai magnet pariwisata. Sejumlah event dirancang untuk menarik wisatawan dari luar daerah hingga mancanegara, seperti Pekan Wayang Jogja Night Carnival, Pekan Imlek, Nyadran Agung, hingga festival Nataru.

Baca Juga: Gubernur DIY Terima Kunjungan UNESCO, Bahas Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai Warisan Dunia

“Kalau ada festival yang ada di pikiran saya selalu hotelnya biar laris. Jadi kebijakan yang ada dampak negatifnya harus diikuti kebijakan yang ada dampak positifnya, sehingga tidak hanya pesimis tetapi juga banyak optimisnya,” katanya.

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, menyampaikan dukungan terhadap upaya pelestarian Sumbu Filosofi. “Kami mendukung penuh Sumbu Filosofi ini. Akan lebih bagus lagi jika dipromosikan lebih luas ke wisatawan asing maupun domestik. Karena sampai saat ini banyak yang belum tahu apa itu Sumbu Filosofi, padahal ini sudah ditetapkan UNESCO,” ujarnya.

Menurut Deddy, promosi yang lebih gencar diharapkan dapat memberi dampak positif bagi hotel-hotel anggota PHRI, sehingga tidak hanya merasakan dampak kebijakan yang bersifat pembatasan.

Selaras dengan hal tersebut, salah satu perwakilan ASITA atau Perkumpulan Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia, Trianto Sumarso, menyoroti persoalan akses dan kantong parkir bus wisata yang hingga kini masih menjadi tantangan bagi biro perjalanan wisata.

Baca Juga: Cek 5 Spot Air Siap Minum di Kawasan Malioboro Jogja, Gratis!

“Orang ke Jogja itu pasti ke Malioboro. Untuk wisatawan domestik, hukumnya wajib. Tapi sekarang akses kendaraan besar makin terbatas, sementara kantong parkir yang ada juga terbatas,” katanya.

Ia pun mengusulkan agar pemerintah segera menetapkan titik-titik kantong parkir resmi berikut aksesibilitasnya, termasuk kemungkinan pemanfaatan lokasi alternatif yang lebih dekat dengan pusat kota.

"Kalau Menara Kopi dan Ngabean, pasti tidak menampung saat high season. Mungkin bisa dipikirkan lokasi alternatif seperti area RRI atau lahan swasta yang memungkinkan,” imbuh Trianto.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Travel27 April 2026, 18:10 WIB

Penataan Sumbu Filosofi Bisa Berdampak terhadap Pariwisata Kota Jogja

Akses penataan kendaraan besar saat ini semakin sulit untuk menjangkau wilayah Maliboro yang ikonik.
Sumbu filosofi Daerah Istimewa Yogyakarta. (Sumber: null)
Techno27 April 2026, 17:18 WIB

Honor 600 dan 600 Pro Punya Fitur AI Image to Video 2.0

Honor 600 dan 600 Pro meningkatkan standar dengan pencitraan AI unggulan dan daya tahan yang mumpuni.
Honor 600 Series. (Sumber: Honor)
Startup27 April 2026, 16:54 WIB

Fitur Cek Dokumen Sekarang Tersedia di Aplikasi Privy

Hampir 13 Juta Dokumen Digital Terverifikasi di Privy.
CEO dan Founder Privy Marshall Pribadi menerangkan fitur cek dokumen. (Sumber: istimewa)
Techno27 April 2026, 16:06 WIB

Realme C100 Bawa Baterai Jumbo 8000mAh, Siap Hadir 7 Mei 2026

Gadget ini dirancang dengan baterai besar, tahan seharian, dan siap mendukung aktivitas pengguna tanpa kompromi.
Realme C100 jadi peringkat No.1 Global untuk AnTuTu All-Day Heavy Usage Ranking. (Sumber: istimewa)
Automotive27 April 2026, 15:33 WIB

IMX 2026 Prambanan Sukses Digelar, Supra MK 5 Gondol Tiket Emas

Setelah di Jogja, IMX 2026 akan menyambangi Kota Pahlawan.
Suasana gelaran IMX 2026 di pelataran Candi Prambanan, Minggu (26/4/2026). (Sumber: istimewa)
Techno27 April 2026, 14:31 WIB

POCO Luncurkan C81 Pro: Pertama Kalinya Pakai Sistem Operasi HyperOS 3

Cek lebih lanjut mengenai spesifikasi ponsel entry level baru tersebut.
POCO C81 Pro. (Sumber: Xiaomi)
Lifestyle27 April 2026, 14:12 WIB

ASICS Hadirkan 2 Sepatu Golf di Indonesia: Gel Kayano Ace 3 dan Lyte Classic Golf

Keduanya sudah bisa dibeli mulai sekarang.
ASICS Gel Kayano Ace 3. (Sumber: ASICS)
Techno27 April 2026, 13:15 WIB

DJI Lito X1 dan Lito 1 Rilis Global: Drone yang Dibuat untuk Pemula

Opsi yang mudah diakses untuk merekam fotografi udara berkualitas tinggi sambil terbang dengan aman berkat fitur pendeteksi rintangan.
DJI Lito 1 Series. (Sumber: DJI)
Hobby24 April 2026, 18:15 WIB

Daftar Nama Pelatih Tim Nasional E-Sports Indonesia untuk ENC 2026

Mereka akan mengatur seleksi pemain dan membentuk tim di berbagai judul game berbasis tim terkemuka.
Pengumuman daftar pelatih tim nasional e-sports Indonesia di ENC 2026.
Techno24 April 2026, 17:15 WIB

Impact.com x Youtube: Bantu Dongkrak Pendapatan bagi Kreator dan Merek

Integrasi memberi merek cara langsung untuk menemukan kreator, mengaktifkan sponsor, dan mengukur kinerja menggunakan data pihak pertama yang tepercaya.
Impact.com x Youtube. (Sumber: istimewa)