Swatch x Audemars Piguet Hadirkan 8 Jam Saku dalam Royal Pop Collection

Rahmat Jiwandono
Kamis 14 Mei 2026, 14:50 WIB
Seluruh koleksi jam saku Audemars Piguet x Swatch Royal Pop dalam sebuah kotak. (Sumber: Swatch)

Seluruh koleksi jam saku Audemars Piguet x Swatch Royal Pop dalam sebuah kotak. (Sumber: Swatch)

Techverse.asia - Swatch resmi mengumumkan koleksi jam barunya hasil kolaborasi dengan Audemars Piguet (AP), jenama jam tangan asal Swiss. Sebelumnya viral di internet tentang kolaborasi kedua merek ini, bahkan ada warganet yang membuat mockup jam tangan dari AI generatif.

Namun seperti yang diduga, itu bukan jam tangan, melainkan delapan jam saku atau pocket watch yang dinamai Royal Pop Collection. Koleksi ini merupakan perpaduan desain antara jam tangan model Pop milik Swatch yang rilis pada 1980-an dan Royal Oak milik AP yang pertama kali hadir pada 1972, dengan casing berbentuk segi delapannya yang ikonik.

Melalui keterangan resmi Swatch, koleksi jam saku ini akan mengubah cara kita mengenakan jam tangan. Jam tangan dalam kolaborasi AP x Swatch ini melepaskan diri dari pergelangan tangan, memungkinkan untuk mengenakan jam tangan dengan cara yang tak terduga, menyenangkan, dan dinamis.

Baca Juga: G-SHOCK x Star Wars The Mandalorian Grogu Umumkan 2 Jam Tangan Edisi Khusus

Selain casing yang memiliki warna cerah yang terbuat dari biokeramik dan kaca safir tahan gores, jam saku itu digerakkan oleh mesin otomatis Sistem51 milik Swatch - sepenuhnya dirakit pada jalur perakita otomatis guna menekan biaya dan tak diperlukan campur tangan manusia.

Pocket watch AP x Swatch.

Meskipun demikian, Swatch menyebutkan bahwa mereka telah membuat versi anyar dari mesin itu untuk kolaborasi kali ini yang mengubah Sistem51 menjadi kaliber manual dengan cadangan daya 90 jam yang mengesankan.

Pocket watch Swatch x Audemars Piguet ini akan dijual mulai Jumat (16/5/2026) besok melalui toko-toko Swatch tertentu - secara relatif - dengan batasan satu buah per orang per toko per hari. Model Lepine (dengan mahkota di posisi jam 12) akan dibanderol seharga US$400 atau setara dengan Rp7 jutaan, sedangkan model Savonnette (dengan mahkota di posisi jam 3) dipasarkan senilai US$420 atau sekitar Rp7,3 jutaan.

Delapan unit jam saku ini punya warna yang berbeda-beda, yang dinamai berdasarkan varian kata "delapan" dalam bahasa Prancis, Inggris, Italia, Spanyol, Mandarin, Jepang, Jerman, dan Romansh (bahasa di Swiss): putih, Huit Blanc; merah muda, Otto Rosso; hijau, Green Eight; hijau limau/biru, Blaue Acht; biru tua/oranye, Orenji Hachi; biru/biru muda, Lan Ba; hitam/putih, Ocho Negro; merah muda/kuning/biru kehijauan, Otg Roz.

Baca Juga: G-SHOCK MRG-B2100 Ao-Zumi: Jam Tangan Mirip Audemars Piguet Seharga Rp63 Juta

Swatch AP baik model Lepine atau pun Savonnette juga bakal dilengkapi dengan tali berbahan kulit sapi, tetapi aksesori lain juga bakal tersedia, termasuk dudukan jam meja (dalam delapan warna) yang bisa dibeli secara daring. Royal Pop Collection ini memiliki ketebalan 8,4 milimeter (mm) berukuran 40 mm tanpa terpasang di klip dudukan biokeramiknya, dan 44,2 mm x 53,2 mm ketika terpasang.

Royal Pop Collection.

Lebih jauh, elemen klasik dari AP Royal Oak memang tampak, yang hadir ialah bezel segi delapan sekrup yang muncul. Pelat jam saku Royal Pop Collection ini juga sangat merujuk pada pola “Petite Tapisserie” pada pelat jam sebagian besar Royal Oak.

Mesin jamnya sebagian terlihat berkat penutup belakang yang transparan. Pada model Savonnette juga menampilkan pelat jam dengan subdial detik kecil di posisi jam 6.

Baca Juga: Mengenal Hantavirus, Pakar Sebut Bisa Menyebabkan Sindrom Paru-paru

Versi jam saku ini mungkin mengecewakan bagi sebagian orang yang menginginkan jam tangan, tetapi ini merupakan pengingat langsung pada lini Swatch tahun 1986 yang jam tangannya dapat dilepas dari bingkainya untuk berfungsi sebagai bros, klip tas, atau jam saku.

Tali jam saku yang sesuai dengan kelirnya.

Ini sejatinya bukan kolaborasi pertama Swatch dengan merek mewah. Koleksi MoonSwatch Swatch yang sangat populer merupakan kolaborasi dengan Omega, sementara lini Scuba Fifty Fathoms berasal dari kemitraan dengan Blancpain.

Namun, baik Omega maupun Blancpain adalah bagian dari Swatch Group yang lebih besar. Audemars Piguet, sebaliknya, adalah pembuat jam tangan Swiss independen yang masih dikendalikan oleh keturunan Jules Louis Audemars dan Edward Auguste Piguet.

Baca Juga: Seiko C038 EVA-01: Jam Tangan Kolaborasi dengan Anime Neon Genesis Evangelion

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Lifestyle24 Agustus 2026, 08:17 WIB

ASICS Gel Challenger 15: Sepatu Tenis dengan Teknologi Wingwall

Sepatu tenis yang menghidupkan perjalanan kota yang mengasyikkan, energik, dan menyenangkan.
ASICS Gel Challenger 15. (Sumber: ASICS)
Techno24 Agustus 2026, 08:16 WIB

Spesifikasi Lengkap Sharp Aquos Wish 6, Ada 3 Pilihan Warna

Model dasar yang memadukan kemudahan melihat dengan daya tahan, serta menawarkan fitur yang "pas" dalam berbagai aspek.
Sharp Aquos Wish 6. (Sumber: Sharp)
Tips21 Agustus 2026, 14:01 WIB

5 Tips Jaga Kesehatan Telinga Supaya Pendengaran Tetap Prima

Telinga manusia jika tidak dijaga kebersihannya maka berpotensi terjadi gangguan pendengaran.
Ilustrasi bersihkan telinga pakai cotton bud. (Sumber: infosehatasia)
Techno21 Agustus 2026, 13:57 WIB

ChatGPT for Teens: Cegah Kecurangan dan Lindungi Mental Remaja

OpenAI akan berupaya memasukkan semua pengguna muda ke dalam pengalaman baru tersebut secara otomatis.
ChatGPT untuk pemakaian anak muda. (Sumber: OpenAI)
Startup21 Agustus 2026, 12:55 WIB

Hatch 2026 Cari 15 Startup Fase Awal untuk Perkuat Fondasi Bisnis

Program ini beri pendampingan intensif 12 minggu agar startup fokus pada pertumbuhan sehat, unit economics, dan bisnis berkelanjutan.
Hatch 2026. (Sumber: Komdigi)
Techno21 Agustus 2026, 12:53 WIB

Framework Laptop 12 Kini Ditenagai Prosesor Intel Core Series 3

Laptop termurah Framework baru saja mendapatkan peningkatan spesifikasi yang signifikan
Framework Laptop 12. (Sumber: null)
Lifestyle21 Agustus 2026, 12:50 WIB

Pengangguran Sarjana Terus Bertambah, Begini Penjelasan Pengamat

Menjawab tantangan pengangguran terdidik, pemerintah didorong memperkuat pusat pelatihan vokasi modern dibanding mendirikan kampus baru.
Ilustrasi orang berpendidikan tinggi yang jadi pengangguran. (Sumber: freepik)
Techno21 Agustus 2026, 09:40 WIB

UGM x Indosat x Nvidia Hadirkan AI Technology Center

Perkembangan AI saat ini mampu menyelesaikan persoalan dengan aturan yang kaku menuju persoalan yang semakin terbuka dan kompleks.
Peluncuran AI Technology Center di kampus UGM. (Sumber: UGM)
Automotive21 Agustus 2026, 09:35 WIB

BMW Passato Memulai Perjalanan Bersejarah Menuju SEMA Show 2026

Pengiriman armada ini membawa energi penuh dari peringatan kemerdekaan Indonesia.
BMW Passato. (Sumber: istimewa)
Techno21 Agustus 2026, 09:33 WIB

Apple Mengumumkan Perubahan untuk Aplikasi di Uni Eropa

Ini adalah perubahan terbaru yang didasarkan pada tantangan hukum di bawah Digital Markets Act.
Uni Eropa.