Techverse.asia - Kawasan Malioboro masih menjadi jujugan wisatawan selama libur Idulfitri 2026. Terbukti ratusan ribu orang berkunjung ke Malioboro selama libur Lebaran ini. Pemerintah Kota Yogyakarta pun berupaya memberikan pelayanan terbaik terkait keamanan, kenyamanan dan informasi wisata di kawasan Malioboro.
Baca Juga: Pengiriman Hewan Peliharaan Melonjak Sekitar 6% Saat Arus Mudik Lebaran
Keramaian wisatawan di kawasan Malioboro masih terlihat pada Rabu (25/3/2026). Mereka menikmati pedestrian, berfoto di depan papan Jalan Malioboro maupun duduk santai di kursi. Ada juga yang berwisata belanja oleh-oleh di sepanjang kios di Malioboro. Kepadatan wisatawan di Malioboro semakin ramai mulai sore hingga malam hari selama libur Lebaran ini.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Cagar Budaya Kota Yogyakarta mencatat pengunjung Malioboro selama libur Lebaran dari 18-24 Maret 2026 total mencapai 286.558 orang. Kepadatan pengunjung Malioboro mulai terjadi pada 21 Maret 23.903 orang, 22 Maret meningkat menjadi 56.975 orang, 23 Maret mencapai 78.127 orang dan 24 Maret 2025 sebanyak 70.709 orang.
Kepala UPT Pengelolaan Cagar Budaya Kota Yogyakarta Fitria Dyah Anggraeni menjelaskan penghitungan pengunjung dilakukan oleh petugas dengan menghitung pengunjung dari lima titik akses masuk Malioboro.
Baca Juga: Wings Air Buka Rute Penerbangan Langsung Jogja-Bandung, Terbang 7 Kali dalam Sepekan
Titik-titik itu yakni dari utara Bank BPD DIY Jalan Pasar Kembang depan hotel D’Jogja, Nol Kilometer dari sisi timur, Nol Kilometer dari sisi barat dan sirip Jalan Suryatmajan. Mengingat selama ini kebanyakan wisatawan banyak masuk ke Malioboro dari lima titik tersebut.
"Keramaian pengunjung (Malioboro) biasanya terjadi pukul lima sore hingga malam hari selama libur Lebaran ini. Kemungkinan keramaian akan mencapai puncaknya 30 Maret," ujarnya.
Sementara itu Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Tri Sotya Atmi menyatakan bahwa selama libur Lebaran 2026 untuk menciptakan kawasan Malioboro yang aman dan nyaman di Malioboro disiagakan lima titik posko reaksi cepat Jogomaton, pelayanan kebersihan dan lainnya yang bisa diakses wisatawan.
Posko tersebut tersebar di Sosrowijayan, Perwakilan, Dagen, Ketandan, dan Beskalan. Termasuk pusat informasi respon cepat dari CCTV, radio dan Jogomaton terkait aduan pengunjung. Selain itu, tersedia toilet portabel untuk memudahkan sanitasi dan menjaga kebersihan di kawasan Malioboro serta adanya perawatan cekungan tempat parkir andong.
Baca Juga: Survei Traveloka: Wisata Kuliner Paling Banyak Direncanakan Saat Libur Lebaran
"Kami optimalisasi radio dan penggunaan pengeras suara ataupun TOA untuk memberikan panduan serta himbauan keamanan serta real-time kepada pengunjung. Kami juga ada kampanye kawasan KTR atau kawasan tanpa rokok sebagai implementasi KTR melalui edukasi persuasif oleh ikon (edan-edanan) Mbok Rono dan Mbak Mul, Mbak Pul setiap akhir pekan. Dan juga ada penyediaan papan informasi, untuk memudahkan akses petunjuk arah dan layanan," terang dia.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Muhammad Zandaru menyampaikan membuka layanan Tourist Information Service (TIS) pada 19-28 Maret 2026 di depan Plaza Malioboro dan di depan Teras Malioboro 1.
TIS akan memberikan layanan informasi wisata dan tenda yang bisa digunakan untuk istirahat bagi wisatawan. Petugas yang berjaga di TIS sebanyak 62 orang dari Himpunan Pramuwisata Indonesia, Mas Mbak Duta Kampung Wisata, Dimas Diajeng, Saka Pariwisata, dan dari Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.
Baca Juga: Wisatawan Kini Bisa Pakai QRIS untuk Bayar Naik Andong di Kota Yogyakarta
"Kami menyediakan dalam tenda itu beberapa perlengkapan seperti spot untuk charger, kemudian minuman baik kopi, teh, maupun air mineral, permen, dan juga informasi terkait dengan tempat-tempat wisata dalam peta-peta wisata," imbuh Zandaru.
Salah seorang pengunjung Malioboro. Della Alfi dari Bogor memilih ke Malioboro karena sudah lama ingin berwisata ke Kota Yogyakarta. Dia mengaku dulu pernah berwisata ke Malioboro dan ingin datang kembali. "Seru. Lebih bagus yang sekarang, lebih modern (tertata)," ujarnya.













