Jaga Camilan: Tips OJK Untuk Menghindari Jerat Pinjol Ilegal dan Kejahatan Siber Lain

Uli Febriarni
Selasa 22 Agustus 2023, 14:30 WIB
ilustrasi pinjaman ilegal (Sumber : freepik)

ilustrasi pinjaman ilegal (Sumber : freepik)

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen (PEPK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menyebut bahwa korban jerat pinjaman online (pinjol) berasal dari berbagai kelompok, termasuk kalangan rentan seperti buruh, korban pemutusan hubungan kerja (PHK), ibu rumah tangga hingga pelajar.

OJK terus mendorong literasi dan edukasi terkait dengan potensi kejahatan keuangan kepada masyarakat, khususnya kepada kelompok rentan agar tidak menjadi korban pinjol ilegal.

Ia menyatakan, saat ini banyak entitas ilegal yang datang dan menyerbu masyarakat dari berbagai arah, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Mereka masuk dan menyasar ke masyarakat melalui saluran-saluran komunikasi pribadi.

"Di sisi lain, casino mentality atau mentalitas orang berjudi yang ingin cepat kaya. Belum lagi mentalitas FOMO (fear of missing out). Hal ini makin diperparah dengan rendahnya literasi keuangan dan literasi digital masyarakat," kata Friderica, dilansir Selasa (22/8/2023).

Menurut dia, masyarakat masih belum bisa membedakan mana informasi yang benar dan mana yang tidak benar. Mereka belum teredukasi untuk memilih dan memilah.

Tips Menghindar Jerat Pinjol Ilegal dan Kejahatan Siber

Dalam keterangannya itu, Kiki juga membagikan sejumlah kiat untuk menjaga diri dari potensi serangan kejahatan keuangan berbasis digital. Menurutnya, semua kejahatan keuangan berbasis digital pasti akan berhubungan dengan aplikasi, nomor telepon, dan rekening.

Tiga hal ini dapat menjadi pegangan masyarakat, untuk mewaspadai apabila menjadi target serangan kejahatan keuangan digital.

"Terlebih apabila nomor teleponnya asing atau berasal dari luar negeri, itu patut dicurigai. Bahkan niatnya saja sudah patut dicurigai," tegasnya. 

1.Awasi pesan yang masuk ke kotak pesan pribadi

Apabila pesan keuangan masuk ke kotak pesan pribadi, baik dalam bentuk SMS maupun pesan singkat Whatsapp, Friderica memastikan itu sifatnya ilegal.

"Sebab kami dari OJK sudah ada aturannya, entitas atau perusahaan tidak boleh menghubungi konsumen lewat jalur pribadi," kata Friderica.

2.Hubungi nomor resmi OJK 

Bila memang ragu dengan informasi yang didapatkan mengenai keuangan digital, jangan ragu untuk memastikan lebih lanjut dengan menghubungi kontak OJK Online.

Caranya dengan menelpon ke 157 atau mengirimkan pesan Whatsap ke nomor 081157157157.

3.Jaga 'camilan'
Ia menyebut pentingnya menja ‘Camilan’ - yang merupakan akronim dari camera, microphone, location.

"Artinya, kalau ada aplikasi yang meminta akses ke data di luar dari poin Camilan itu, maka itu ilegal. Karena aturan dari kami, entitas hanya boleh meminta akses terhadap kamera, mikrofon, dan lokasi," ungkapnya. 

4.Jangan asal OK

Biasakan membaca lebih lanjut mengenai syarat dan ketentuan yang ditawarkan oleh aplikasi atau entitas pinjol, sebelum menyetujui sebuah layanan dari aplikasi keuangan.

"Intinya, legal dan logis. Aspek legalnya dulu, perhatikan legalismenya. Setelah itu, logis atau tidak. Semoga itu dapat membantu kita terhindar dari potensi sasaran serangan kejahatan keuangan siber," tegas Friderica.

Tiga Hal Mendasar Mengenali Kejahatan Keuangan Digital

Friderica mengakui, saat ini berkembang banyak jenis kejahatan keuangan yang memanfaatkan teknologi digital, dan pada akhirnya merugikan konsumen.

Meski demikian secara umum, ada dua hal mendasar yang dapat membedakan suatu kasus merupakan kejahatan keuangan digital atau bukan, tetapi sama-sama memiliki potensi merugikan.

1.Entitas atau perusahaannya ilegal alias tidak terdaftar di OJK

Jika menemukan kasus seperti ini, sudah jelas bahwa transaksi apapun melalui entitas itu akan membawa kerugian bagi nasabah/masyarakat.

2.Perusahaan ilegal, meniru identitas perusahaan legal

Beberapa pelaku kejahatan keuangan digital meniru beberapa poin atau komponen, yang dimiliki oleh entitas legal. Mulai dari tampilan aplikasi, isi pesan, logo perusahaan dan memanfaatkannya untuk menipu nasabah atau konsumen.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno18 Maret 2026, 16:18 WIB

Pelanggan Apple Music Mendapatkan Alat Penemuan Musik Baru di TikTok

TikTok sekarang memungkinkan pelanggan Apple Music untuk memutar lagu secara penuh tanpa meninggalkan aplikasi.
Integrasi TikTok x Apple Music. (Sumber: tiktok)
Automotive18 Maret 2026, 15:54 WIB

Ducati Monster Tampil dengan Corak Sport Baru, Lebih Gahar

Tersedia di dealer mulai April 2026, corak Sport ini melengkapi pilihan warna Monster dan Monster Plus.
Ducati Monster dengan corak Sport. (Sumber: Ducati)
Techno18 Maret 2026, 15:26 WIB

Acer Predator Helios Neo Hadir dengan Prosesor dan Kartu Grafis Anyar

Dilengkapi dengan prosesor Intel Core Ultra 200HX Plus series dan GPU laptop Nvidia GeForce RTX 5080.
Acer Predator Helios Neo 18 AI. (Sumber: Acer)
Startup18 Maret 2026, 14:51 WIB

LLV InnoLab: Akses bagi Perusahaan Global Uji dan Komersialisasikan Teknologi

Living Lab Ventures (LLV) adalah corporate venture capital Sinar Mas Land untuk sektor agnostik di Asia Tenggara.
Program Innolab dari LLV. (Sumber: Living Lab Ventures)
Techno18 Maret 2026, 14:11 WIB

Oppo Find N6 Membawa AI Pen Eksklusif dan Free-flow Window

Ponsel lipat baru Oppo ini ditenagai cip Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan punya dua varian warna.
Oppo Find N6. (Sumber: Oppo)
Lifestyle18 Maret 2026, 13:36 WIB

Trailer Dune: Part Three: Kemunculan Anya Taylor-Joy dan Robert Pattinson

Bersiaplah untuk kunjungan terakhir Anda ke Arrakis.
Poster Dune 3. (Sumber: Warner Bros)
Techno17 Maret 2026, 19:22 WIB

ASUS Rilis NUC 16 Pro Mini PC Generasi Baru, Intip Spesifikasi Lengkapnya

Menampilkan performa Intel Core Ultra Series 3, grafis 1,5 kali lebih cepat, dan keamanan tingkat perusahaan.
ASUS NUC 16 Pro Mini PC. (Sumber: ASUS)
Lifestyle17 Maret 2026, 19:10 WIB

Adidas Hyperboost Edge: Memulai Era Baru Lari di Jalan Raya

Hyperboost Edge memperkenalkan era baru lari di jalan raya dengan menggabungkan bantalan maksimal, pengembalian energi tinggi, dan performa ringan dalam satu sepatu.
Adidas Hyperboost Edge. (Sumber: Adidas)
Lifestyle17 Maret 2026, 17:48 WIB

G-SHOCK POTR DW-5600 Cuma Dijual Eksklusif di Jepang, Segini Harganya

Seri 5600 telah menjadi kanvas untuk berbagai macam kombinasi warna dan kolaborasi.
G-SHOCK DW-5600 x Porter. (Sumber: Casio)
Techno17 Maret 2026, 17:11 WIB

Oppo A6s Bisa Dipakai untuk Memotret dalam Air, Harga Mulai dari Rp4,8 Jutaan

Smartphone ini juga dibekali dengan baterai berkapasitas besar.
Oppo A6s. (Sumber: Oppo)