Terkena Gigitan Ular? Begini Cara Mencegah Agar Racun Tak Menyebar

Rahmat Jiwandono
Selasa 09 September 2025, 20:41 WIB
Ilustrasi ular kobra. (Sumber: freepik)

Ilustrasi ular kobra. (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Setiap tahunnya, tercatat di Indonesia diperkirakan setidaknya ada lebih dari 135 ribu kasus gigitan ular dengan angka kematian yang mencapai 10 persen. Angka ini tidak belum termasuk dengan kasus-kasus lain yang tidak tercatat.

Baca Juga: Awanio Jalin Kolaborasi dengan 2 Perusahaan Teknologi Asal Malaysia

Sebagai inoformasi, penyebab utama kematian bukan karena tidak adanya antivenom, melainkan penanganan pertama yang salah. Hal tersebut disampaikan oleh dokter spesialis toksikologi ular berbisa, Dr. dr. Tri Maharani. Dijelaskannya, berbagai informasi penting terkait dengan gigitan ular berbisa.

Beberapa di antaranya, ihwal perbedaan jenis ular berbisa dan tidak berbisa, cara penanganan pertama yang tepat, bagaimana cara racun bekerja, gejala racun ular berbisa pada tubuh manusia, hingga cara menghindari gigitan ular.

Menurut Maha, sapaan akrabnya, kasus gigitan ular yang umumnya terjadi di Indonesia terkait erat dengan kepercayaan yang ada di masyarakat. Sebagai akibatnya orang-orang lebih mempercayai pengobatan tradisional maupun klenik dibandingkan dengan medis yang menyebabkan banyak dari kasus tersebut tidak mendapatkan penanganan yang baik.

“Akibatnya, perjuangan tentang gigitan ular itu menjadi semakin susah, dan semakin tidak mengarah ke medis,” ujarnya.

Baca Juga: Bukan Hanya Menular Lewat Anjing, Berikut Daftar Hewan Potensial Penyebar Rabies

Lebih jauh ia mengungkapkan, mengenai perbedaan pada ular-ular yang berbisa dan tidak berbisa. Ular yang tidak berbisa ini umumnya memiliki taring yang lebih besar, dengan bentuk yang tidak rata seperti gergaji juga bekas gigitan yang lebih mirip goresan dan cakaran.

Sedangkan ular berbisa memiliki taring bisa yang bekasnya seperti tusukan jarum. Meskipun demikian, saat ini dikarenakan mutasi-mutasi yang terjadi dengan cepat karena perubahan iklim yang drastis, membuat kedua jenis ular ini tidak dapat dibedakan dengan mudah apalagi oleh orang-orang awam. 

“Maka dari itu, kita menganggap semua ular yang kita lihat merupakan ular berbisa, sehingga tidak sembarang mendekati atau pun memegangnya,” kata dia.

Baca Juga: GGWP Resmi Melansir Layanan Top Up Game, Murah dan Aman

Selain itu, ia pun menambahkan bahwa cara untuk menghindari ular adalah dengan tidak menimbulkan getaran dan juga panas. Hal ini dikarenakan, ular sebenarnya ‘buta dan tuli’, dikarenakan pandangan mata mereka yang buruk serta ketidakadaan telinga luar untuk mereka menangkap suara.

Sehingga mereka ‘mendengar’ melalui getaran tanah yang ditangkap oleh sisik perut dan rahang mereka. “Kalau melihat ular, mending kita pergi. Kalau dalam bahasa jawa, itu, sing waras ngalah, karena kita waras kita mengalah saja. Jangan membuat perkara. Kalau semisal tidak sengaja menginjak begitu, harus pelan-pelan perginya,”katanya.

Ada dua jenis racun pada ular yaitu neurotoksin dan juga hematoksin. Neurotoksin menyerang sistem saraf yang dapat mengakibatkan kelumpuhan otot, termasuk pernapasan. Sementara itu, hematotoksin dapat merusak darah dan pembuluhnya, mengakibatkan pendarahan dan pembekuan darah yang terganggu.

Baca Juga: 5 Cara Pakai Aplikasi Navigasi yang Aman untuk Pengendara Sepeda Motor

Terdapat pula gejala dari racun neurotoksin adalah mata yang tidak bisa digerakkan, kelumpuhan otot tubuh, yang jika parah dapat menyebabkan kegagalan bernapas. Sementara gejala hematotoksin adalah darah yang sukar membeku, pendarahan yang spontan, pembengkakan, dan rasa sakit yang hebat.

Sedang penanganan pertama yang harus diberikan, menurut Maha,  adalah dengan melakukan imobilisasi pada area yang terkena racun. Hal ini ditujukan agar menahan pergerakan racun agar tidak menyebar melalui aliran getah bening.

“Pertolongan pertama seperti menyiram dengan air panas, dihisap menggunakan mulut, diberikan ramuan aneh, dikompres dengan es atau dibakar merupakan cara yang salah dan justru akan menyebabkan efek yang lebih parah,” imbuh dia.

Baca Juga: Kamu Langganan Digigit Nyamuk? Berarti di Tubuhmu Ada 'Magnet' Nyamuk

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive29 Juli 2026, 15:59 WIB

Manson Cheung Siap Hadir di IMX 2026

Dia adalah Sosok di Balik Kolaborasi Ikonik Pop Culture Hingga Hot Wheels Formula 1 Collection.
HWCCI x IMX Dinner. (Sumber: istimewa)
Techno29 Juli 2026, 15:28 WIB

Alasan Kecerdasan Buatan akan Menentukan Masa Depan Geopolitik Dunia

Pesatnya perkembangan AI juga akan berdampak terhadap konstelasi politik dunia.
(ilustrasi) kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) (Sumber: Freepik)
Startup29 Juli 2026, 14:07 WIB

East Ventures Sebut Talenta Muda Jadi Kunci Kemajuan Indonesia di Era AI

Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam membangun fondasi digitalnya.
Ilustrasi talenta digital muda. (Sumber: East Ventures)
Techno29 Juli 2026, 14:05 WIB

Palo Alto Networks Ungkap Identitas Mesin Kini Melampaui Jumlah Identitas Manusia

Dengan semakin pesatnya adopsi AI agentik, tool identitas yang terfragmentasi menciptakan kesenjangan tata kelola yang tidak mampu ditangani oleh arsitektur keamanan tradisional.
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). (Sumber: istockphoto)
Travel29 Juli 2026, 12:08 WIB

The St. Regis Bali Gelar Jack's Club Mulai Juli-September 2026, Suguhkan Musik Jazz

Pengunjung dapat menikmati musik jazz sekaligus makanan atau minuman khas yang fancy.
Jack's Club hadir di The St Regis Bali. (Sumber: ist)
Techno29 Juli 2026, 11:34 WIB

Qualcomm akan Segera Menaikkan Harga Mulai 1 September 2026

Kenaikan harga akan diterapkan pada prosesor yang dikirim setelah tanggal tersebut.
Qualcomm. (Sumber: Getty Images)
Lifestyle29 Juli 2026, 09:53 WIB

Ryan Gosling Bakal Membintangi Film Ghost Rider, Tayang 2028?

Sementara itu, Black Panther III akan tayang pada tanggal 15 Desember 2028.
Ryan Gosling akan memainkan karakter Ghost Rider. (Sumber: Marvel Studio)
Techno29 Juli 2026, 09:51 WIB

Oppo A6c: Ponsel Entry Level dengan Baterai 7000mAh

Perangkat ini memiliki dua varian memori.
Oppo A6c. (Sumber: Oppo)
Techno28 Juli 2026, 16:15 WIB

ASUS ExpertBook P5 G2 Resmi Dijual di Indonesia, Beda Varian Beda Harga

Gawai ini diposisikan sebagai solusi ideal bagi profesional yang membutuhkan performa AI kuat, portabilitas tinggi, serta keandalan bisnis dalam satu paket.
ExpertBook P5 G2. (Sumber: ASUS)