Bukan Hanya Menular Lewat Anjing, Berikut Daftar Hewan Potensial Penyebar Rabies

Uli Febriarni
Sabtu 24 Juni 2023, 16:34 WIB
ilustrasi mengecek kesehatan anjing (Sumber : freepik)

ilustrasi mengecek kesehatan anjing (Sumber : freepik)

Rabies saat ini tengah menjadi perbincangan di masyarakat, terlebih setelah beredar video viral yang menggambarkan efek rabies kepada anak kecil yang disertai kabar bahwa anak tersebut dinyatakan meninggal dunia akibat gigitan tersebut.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkap, hingga April 2023 tercatat ada sebanyak 31.113 kasus insiden gigitan hewan penular rabies di Indonesia. Ada 23.211 kasus gigitan yang sudah mendapatkan vaksin anti rabies, dan 11 kasus kematian di Indonesia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Imran Pambudi, menyebutkan, saat ini ada 26 provinsi yang menjadi endemis rabies. Selain itu, ada 11 provinsi yang bebas rabies yakni Kepulauan Riau, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Papua Barat, Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

"95 persen kasus rabies pada manusia didapatkan lewat gigitan anjing yang terinfeksi. Ada juga beragam hewan liar yang bertindak sebagai reservoir virus di berbagai benua seperti rubah, rakun, dan kelelawar," ujarnya, dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (24/6/2023).

Sudah ada dua kabupaten yang menyatakan kejadian luar biasa (KLB) rabies yaitu Kabupaten Sikka, NTT dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). 

Baca Juga: 9 Film Pendek Karya Mahasiswa Vokasi UI Tayang di CGV Cinemas, Riri Riza dan Dian Sastrowardoyo Beri Penilaian

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR), Nusdianto Triaksono, drh menanggapi terkait hal ini.

Ia mengatakan bahwa penyakit rabies memiliki berbagai macam nama, antara lain Lyssa atau Hidrofobia, tapi di Indonesia lebih terkenal sebagai penyakit anjing gila. Penularan ini bisa terjadi dari hewan ke manusia atau hewan ke hewan melalui gigitan, kemudian virus bisa terbawa menembus kulit dan masuk ke dalam tubuh.

Nusdianto mengungkap, virus yang membawa rabies banyak terdapat di sekitar mulut, khususnya saliva atau liur.

"Saat terjadi luka terbuka pada kulit dan terkena jilatan hewan rabies, maka ada kemungkinan virus masuk ke dalam tubuh," ujarnya.

"Kulit sebenarnya berfungsi sebagai pelindung. Jika kulit terbuka karena tergores atau luka, maka agen infeksi seperti bakteri atau virus termasuk virus rabies bisa saja masuk ke jaringan di bawah kulit dengan mudah," terangnya, dalam laman universitas.

Nusdianto menambahkan, di manapun bagian tubuh yang terkena gigitan hewan rabies, virus rabies dapat merusak otak dan membuat sistem saraf pusat tidak bekerja dengan baik. Bahkan, hal itu tidak hanya terjadi pada hewan tapi pada korban gigitannya, dengan case fatality rate hampir 100%. Artinya, korban gigitan anjing penderita rabies umumnya meninggal dunia.

Baca Juga: Akademi Teknologi Yogyakarta Gelar Pameran Produk Kulit, Pamerkan 41 Desain Busana

Waspadai Gejala Hewan Terkena Rabies, Hewan Kurban Bisa Tertular

Ada beberapa bentuk gejala hewan penderita rabies yang bisa diwaspadai oleh masyarakat. Gejala yang terlihat jelas adalah hewan penderita bisa menjadi lebih agresif. Hewan tersebut bisa menggigit apa saja, manusia bahkan kayu atau benda-benda lain.

"Tapi ada tahapan lain yang bernama tahap paralitik. Pada tahap ini, hewan menjadi lebih diam bahkan mengarah pada kelumpuhan. Dia tidak banyak bergerak jadi diam sekali," ucapnya. 

Kelemahan yang terjadi pada hewan rabies akan berdampak pula pada korban yang mendapat gigitan.

Hewan ternak yang biasa menjadi sebagai kurban, ternyata dapat terpapar.

"Hewan ternak yang terkena rabies cenderung lebih diam, bisa juga ada gejala takut air atau hidrofobia hingga takut terhadap sinar atau fotofobia," ungkapnya.

Hal itu dikarenakan, rabies bisa terjadi pada semua hewan, termasuk hewan ternak atau hewan yang ada di kebun, meski utamanya makhluk berdarah panas seperti anjing, kucing, atau kelelawar. 

Lebih lanjut, Nusdianto berpesan kepada masyarakat jika mencurigai hewan peliharaannya terpapar rabies, segera melapor ke dokter hewan atau Dinas Peternakan setempat. Begitu pula bila ada korban gigitan hewan, laporan tetap harus dilakukan.

"Begitu hewan menggigit maka tangkap, amankan, dan jangan dibunuh. Supaya kita periksa dulu hewan ini menderita rabies atau tidak," terangnya.

Ia menyarankan, korban gigitan hewan yang diduga rabies, untuk pergi ke pelayanan kesehatan terdekat agar mendapat penanganan segera.

Baca Juga: Pembaruan ChromeOS: Teknologi OCR yang Bisa Ubah Gambar dalam PDF Jadi Teks, Bantu Penderita Low Vision

Manfaatkan Vaksin Rabies Massal

Upaya untuk mencegah terpaparnya virus, dapat diawali dengan imunisasi atau vaksinasi. Nusdianto menegaskan, vaksin rabies sudah tersedia, sehingga masyarakat diharapkan lebih proaktif dalam memanfaatkannya.

"Vaksin rabies bisa dilakukan sekali dalam satu tahun. Masyarakat bisa menghubungi dokter hewan atau dinas peternakan setempat untuk mendapatkan," ujar Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medis, Pendidikan, Penelitian, dan Keperawatan Veteriner Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) UNAIR ini.

Beberapa fasilitas lain seperti vaksinasi rabies massal, juga kerap dilakukan oleh RSHP UNAIR. Upaya ini dilakukan guna membantu pemerintah dalam mewujudkan Indonesia bebas rabies pada 2030.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait
Hobby

Cara Melatih Anjing yang Baik

Jumat 12 Agustus 2022, 13:11 WIB
Cara Melatih Anjing yang Baik
Berita Terkini
Techno19 Maret 2026, 14:56 WIB

POCO X8 Pro Series Rilis Global, Cek Spesifikasi Lengkapnya

Seri ini terdiri dari dua ponsel yang mendukung untuk memainkan gim berat.
POCO X8 Pro Series. (Sumber: POCO)
Techno18 Maret 2026, 19:48 WIB

Lenovo Umumkan Legion Go Fold Concept, Dapat Dipakai dalam 4 Mode

Layarnya bisa dilebarkan dari 7 hingga 11 inci.
Konsep Legion Go Fold dalam mode layar penuh horizon. (Sumber: Lenovo)
Travel18 Maret 2026, 19:35 WIB

Pengiriman Hewan Peliharaan Melonjak Sekitar 6% Saat Arus Mudik Lebaran

KAI Logistik berkomitmen menghadirkan layanan pengiriman hewan peliharaan yang aman, nyaman, dan terpercaya.
Ilustrasi pengiriman hewan peliharaan melalui KAI Logistik. (Sumber: KAI)
Techno18 Maret 2026, 16:18 WIB

Pelanggan Apple Music Mendapatkan Alat Penemuan Musik Baru di TikTok

TikTok sekarang memungkinkan pelanggan Apple Music untuk memutar lagu secara penuh tanpa meninggalkan aplikasi.
Integrasi TikTok x Apple Music. (Sumber: tiktok)
Automotive18 Maret 2026, 15:54 WIB

Ducati Monster Tampil dengan Corak Sport Baru, Lebih Gahar

Tersedia di dealer mulai April 2026, corak Sport ini melengkapi pilihan warna Monster dan Monster Plus.
Ducati Monster dengan corak Sport. (Sumber: Ducati)
Techno18 Maret 2026, 15:26 WIB

Acer Predator Helios Neo Hadir dengan Prosesor dan Kartu Grafis Anyar

Dilengkapi dengan prosesor Intel Core Ultra 200HX Plus series dan GPU laptop Nvidia GeForce RTX 5080.
Acer Predator Helios Neo 18 AI. (Sumber: Acer)
Startup18 Maret 2026, 14:51 WIB

LLV InnoLab: Akses bagi Perusahaan Global Uji dan Komersialisasikan Teknologi

Living Lab Ventures (LLV) adalah corporate venture capital Sinar Mas Land untuk sektor agnostik di Asia Tenggara.
Program Innolab dari LLV. (Sumber: Living Lab Ventures)
Techno18 Maret 2026, 14:11 WIB

Oppo Find N6 Membawa AI Pen Eksklusif dan Free-flow Window

Ponsel lipat baru Oppo ini ditenagai cip Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan punya dua varian warna.
Oppo Find N6. (Sumber: Oppo)
Lifestyle18 Maret 2026, 13:36 WIB

Trailer Dune: Part Three: Kemunculan Anya Taylor-Joy dan Robert Pattinson

Bersiaplah untuk kunjungan terakhir Anda ke Arrakis.
Poster Dune 3. (Sumber: Warner Bros)
Techno17 Maret 2026, 19:22 WIB

ASUS Rilis NUC 16 Pro Mini PC Generasi Baru, Intip Spesifikasi Lengkapnya

Menampilkan performa Intel Core Ultra Series 3, grafis 1,5 kali lebih cepat, dan keamanan tingkat perusahaan.
ASUS NUC 16 Pro Mini PC. (Sumber: ASUS)