Bitcoin Melemah Imbas Meningkatnya Kekhawatiran Investor Terhadap Inflasi

Rahmat Jiwandono
Kamis 09 Januari 2025, 18:44 WIB
Ilustrasi kripto. (Sumber: istimewa)

Ilustrasi kripto. (Sumber: istimewa)

Techverse.asia - Pasar kripto terkoreksi cukup dalam pascarilis beberapa data ekonomi Amerika Serikat (AS) baru-baru ini. Bitcoin yang sempat mengalami kenaikan di atas US$100 ribu kembali turun ke level US$96 ribu.

Penurunan tersebut turut diiringi dengan penurunan mayoritas aset kripto di pasar termasuk aset kripto besar lainnya seperti DOGE, AVAX, LINK, DOT, dan UNI yang masing-masing mengalami penurunan lebih dari 10 persen dalam waktu 24 jam terakhir.

Baca Juga: Usai 6 Tahun Hengkang, Honor Akhirnya Resmi Kembali ke Indonesia

Penurunan juga terjadi di pasar saham AS yang ditutup di zona merah pada Selasa (7/1/2025) kemarin waktu setempat. Penurunan terbesar terjadi pada sektor teknologi, dengan indeks Nasdaq Composite anjlok sekitar 1,9 persen.

Sementara itu, saham Nvidia (NVDA), yang sebelumnya mencetak rekor harga penutupan, merosot lebih dari enam persen terlepas dari adanya paparan perusahaan terkait rencana besarnya di bidang kecerdasan buatan (AI).

Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun naik sekitar 7 basis poin, mendekati level 4,7 persen. Kenaikan tersebut mengindikasikan meningkatnya keraguan investor terhadap potensi berlanjutnya tren penurunan suku bunga The Fed.

Baca Juga: 6IXTY8IGHT x PEANUTS Rilis Koleksi Pakaian untuk Musim Dingin/Gugur

Analyst Reku Fahmi Almuttaqin mengatakan bahwa terkoreksinya pasar kripto dan Saham AS tersebut dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi meningkatnya tekanan inflasi AS, yang mungkin dapat membuat The Fed tidak lagi melanjutkan penurunan suku bunga pada pertemuan FOMC akhir bulan ini.

"Indikasi inflasi yang meningkat terlihat pada beberapa data ekonomi yang dirilis tadi malam, diantaranya seperti aktivitas sektor jasa yang melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir, defisit perdagangan yang melebar sebesar US$4,6 miliar menjadi US$78,2 miliar, dan jumlah rekrutmen tenaga kerja yang turun 125 ribu menjadi 5,269 juta," ujar Fahmi, Kamis (9/1/2025).

Aktivitas sektor jasa di Amerika Serikat meningkat pada Desember lalu, menunjukkan kondisi permintaan yang masih kuat. Namun, biaya input untuk bisnis jasa juga melonjak, yang mengindikasikan kondisi inflasi yang masih tetap tinggi.

Baca Juga: Pasar Kripto Koreksi di Akhir Tahun, Diproyeksi Hanya Sementara?

Menurut laporan Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan bahwa indeks PMI sektor jasa naik dari 52,1 pada November menjadi 54,1 di Desember, melampaui perkiraan ekonom yang memproyeksikan angka 53,3.

Indeks harga yang dibayarkan (prices paid) untuk sektor jasa melonjak dari 58,2 di bulan November menjadi 64,4 di Desember, yang merupakan level tertinggi sejak Februari 2023. Kenaikan tersebut menyoroti tantangan inflasi yang masih kuat sejalan dengan pandangan The Fed untuk mengurangi pelonggaran di tahun ini.

Di sisi lain, kondisi neraca perdagangan AS juga tidak kalah mengkhawatirkan, meskipun masih berada pada kondisi yang cukup stabil.

Baca Juga: Reku Dapat Lisensi PFAK dari Bappebti, Siap Genjot Pertumbuhan Industri Kripto Indonesia

"Pelebaran defisit yang disebabkan oleh peningkatan impor yang lebih tinggi dapat menjadi faktor pendukung arah kebijakan Presiden AS terpilih, Donald Trump, untuk menaikkan tarif, yang jika terjadi, memiliki potensi signifikan untuk turut mendorong kenaikan inflasi," jelasnya.

Kenaikan tarif impor, apabila diberlakukan dapat turut berdampak pada sektor tenaga kerja. Data pasar tenaga kerja AS pada November 2024 yang dirilis malam tadi menunjukkan pertumbuhan rekrutmen pekerja yang mulai melambat dengan turunnya jumlah rekrutmen sebesar 125 ribu, meskipun jumlah lowongan pekerjaan mengalami peningkatan sebesar 259 ribu menjadi 8,098 juta.

"Situasi tersebut mungkin mengindikasikan meningkatnya kehati-hatian para pelaku usaha di tengah outlook ekonomi yang beragam saat ini," katanya.

Baca Juga: Bitcoin Tembus Rp1 MIliar Lebih untuk Pertama Kalinya, Berlanjut Hingga 2025?

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno01 Mei 2026, 18:29 WIB

China Blokir Pembelian Meta terhadap Startup Manus, Ada Apa?

Otoritas setempat memblokir kesepakatan Manus senilai US$2 miliar milik Meta setelah penyelidikan berbulan-bulan.
Meta (Sumber: Wikimedia)
Techno01 Mei 2026, 18:15 WIB

TikTok Go by Tokopedia Bantu Dorong Bisnis Dine-in dan Kreator

TikTok GO by Tokopedia memperkuat sinergi antara konten, komunitas, dan aktivitas bisnis.
TikTok Go. (Sumber: istimewa)
Techno01 Mei 2026, 17:46 WIB

Shutterstock Memperluas Solusi AI Generatif Komersial dengan AI Video Generator

Sistem kreatif terintegrasi di mana konten premium dan AI berkonvergensi untuk menghasilkan output berkualitas tinggi yang dapat dilisensikan.
Video generator milik Shutterstock. (Sumber: Shutterstock)
Techno01 Mei 2026, 17:36 WIB

Colorful Luncurkan 2 Motherboard Battle-Ax Terbaru dengan Wi-Fi 7

Konektivitas Wi-Fi 7 untuk latensi lebih rendah dan koneksi lebih stabil.
Colorful B860M dan B870M Series. (Sumber: istimewa)
Techno01 Mei 2026, 17:08 WIB

Hollyland Melo P1, Studio Nirkabel yang Dirancang untuk Kreasi Audio Cepat

Set ini terdiri dari mikrofon, mixer, earphone, dan remote control.
Hollyland Melo P1.
Techno01 Mei 2026, 16:38 WIB

Saramonic WiTalk9 X: Sistem Interkom Nirkabel Ringan dengan Desain Modular

Desain modular pertama di industri untuk fleksibilitas maksimal.
Saramonic WiTalk9 X. (Sumber: Saramonic)
Techno01 Mei 2026, 15:54 WIB

DJI Menghadirkan Mikrofon Nirkabel Mic Mini 2 Baru, Intip Speknya

Mikrofon nirkabel ringkas DJI dilengkapi penutup depan berwarna-warni untuk menyesuaikan dengan gaya apa pun.
DJI Mic Mini 2. (Sumber: DJI)
Automotive30 April 2026, 17:45 WIB

Hyundai IONIQ V Dipamerkan di Auto China 2026, Daya Jelajah Sampai 600 Km

Tiongkok diposisikan sebagai pusat strategis untuk inovasi EV dan daya saing global.
Hyundai IONIQ V.
Automotive30 April 2026, 17:16 WIB

Toyota Alphard Hybrid Kini Didukung Welcab Access Seat

Tambahan ini bermanfaat guna memberikan pengalaman yang nyaman bagi keluarga tercinta.
Toyota Alphard Hybrid EV. (Sumber: Toyota)
Techno30 April 2026, 16:52 WIB

Motorola Edge 70 Pro Debut Global, Pakai Cip Dimensity 8500 Extreme

Motorola meluncurkan Edge 70 Pro yang ramping dan modis serta pendekatan desain Collections by Motorola yang baru.
Motorola Edge 70 Pro. (Sumber: Motorola)