Melanggar Data Privasi Anak, TikTok Bayar Rp6,2 Triliun ke Pemerintah Amerika Serikat

Rahmat Jiwandono
Kamis 27 Agustus 2026, 11:33 WIB
TikTok. (Sumber: freepik)

TikTok. (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Pada akhir Agustus 2026, TikTok bersama induk perusahaannya ByteDance resmi menyepakati pembayaran senilai US$400 juta atau sekitar Rp6,2 triliun kepada Pemerintah Amerika Serikat (AS). Jumlah ini menjadi salah satu pemulihan terbesar yang pernah dicatat dalam kasus yang berkaitan dengan Children’s Online Privacy Protection Act (COPPA).

Kesepakatan tersebut mengakhiri gugatan yang diajukan Departemen Kehakiman AS pada 2024. Gugatan itu menuduh platform video pendek tersebut secara sistematis mengumpulkan data pribadi anak-anak tanpa pemberitahuan dan persetujuan orang tua, membiarkan pengguna di bawah 13 tahun membuat akun biasa yang seharusnya hanya untuk usia 13 ke atas, serta sering kali mengabaikan permintaan penghapusan data dari orang tua.

Menurut rincian yang diumumkan, TikTok akan segera menyetorkan 300 juta dolar. Sisanya sebesar 100 juta dolar akan dibayarkan setelah keputusan pengadilan membatalkan perjanjian sebelumnya yang melibatkan Musical.ly, aplikasi pendahulu TikTok.

Baca Juga: Lintasarta dan Starlink Perkuat Fondasi Konektivitas Digital Indonesia

Departemen Kehakiman AS menekankan bahwa platform tersebut telah mengalami perubahan signifikan dalam kepemilikan, manajemen, fungsi kepatuhan, dan praktik privasi sejak gugatan dilayangkan.

Perubahan itu mencakup pembentukan entitas baru untuk operasi Amerika Serikat yang dikendalikan oleh investor termasuk Oracle, Silver Lake, dan MGX, sementara ByteDance hanya mempertahankan saham minoritas sekitar 19,9 persen.

Pihak berwenang mencatat bahwa TikTok telah menerapkan langkah-langkah luas untuk memperkuat perlindungan pengguna muda, meningkatkan kontrol berbasis usia, serta memperluas pengawasan orang tua.

Langkah-langkah ini dinilai telah memajukan kepentingan publik yang mendasari litigasi dan memperkuat keamanan bagi jutaan keluarga Amerika. Meski demikian, perusahaan tidak mengakui adanya kesalahan dalam kesepakatan tersebut.

Baca Juga: Kirim Data Pengguna Eropa ke China, TikTok Kena Denda Rp9 Triliun Lebih

Latar belakang kasus ini tidak berdiri sendiri. TikTok dan ByteDance sebelumnya sudah menghadapi berbagai tuntutan terkait privasi. Pada 2022, misalnya, perusahaan menyepakati pembayaran 92 juta dolar terkait klaim pengumpulan data biometrik dan lokasi.

Total pembayaran yang disepakati ByteDance di Amerika Serikat sejak 2019 sudah mendekati setengah miliar dolar. Gugatan 2024 juga menyinggung pelanggaran terhadap perjanjian sebelumnya dengan Federal Trade Commission yang terkait akuisisi Musical.ly.

Dari sudut pandang yang lebih luas, kesepakatan ini terjadi di tengah transformasi kepemilikan TikTok di Amerika. Divestasi mayoritas saham operasi AS dianggap sebagai faktor penting yang memungkinkan penyelesaian kasus. Pemerintah juga mencatat kemajuan dalam praktik internal perusahaan.

Baca Juga: Melanggar UU Layanan Digital, X Kena Denda Rp2,33 Triliun di Eropa

Di sisi lain, pengumuman ini datang setelah beberapa tahun pengawasan ketat terhadap hubungan TikTok dengan China serta kekhawatiran keamanan data nasional. Baru-baru ini, larangan penggunaan aplikasi di perangkat pemerintah federal bahkan dicabut setelah perubahan struktur kepemilikan.

Bagi industri teknologi secara keseluruhan, angka triliun ini menjadi peringatan nyata. COPPA mewajibkan platform memperoleh persetujuan orang tua sebelum mengumpulkan data anak di bawah 13 tahun. Kegagalan memenuhi ketentuan tersebut dapat berujung pada sanksi finansial yang sangat besar.

TikTok bukan satu-satunya platform yang menghadapi tekanan serupa, namun skala penggunaannya yang sangat tinggi di kalangan remaja membuat kasus ini mendapat perhatian khusus.

Selain aspek hukum, kesepakatan ini juga menyoroti bagaimana perubahan struktur bisnis dapat memengaruhi hasil litigasi. Dengan kepemilikan yang lebih banyak di tangan investor Amerika dan internasional, TikTok AS kini beroperasi di bawah kerangka yang berbeda.

Baca Juga: Pelanggan Apple Music Mendapatkan Alat Penemuan Musik Baru di TikTok

Departemen Kehakiman secara eksplisit mengakui bahwa perkembangan tersebut telah memperkuat perlindungan bagi pengguna muda. Langkah-langkah seperti peningkatan verifikasi usia, mode khusus anak, dan kemudahan bagi orang tua untuk mengelola data anak disebut sebagai kemajuan material.

Meskipun pembayaran besar ini menutup satu babak gugatan, isu privasi anak di platform media sosial dipastikan akan terus menjadi fokus regulator. Para orang tua, advokat konsumen, dan pembuat kebijakan masih menunggu bukti nyata bahwa langkah-langkah baru benar-benar efektif di lapangan.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno27 Agustus 2026, 11:33 WIB

Melanggar Data Privasi Anak, TikTok Bayar Rp6,2 Triliun ke Pemerintah Amerika Serikat

Kesepakatan TikTok-ByteDance dengan Departemen Kehakiman AS menandai titik balik penting dalam penegakan privasi anak di era platform digital global.
TikTok. (Sumber: freepik)
Techno27 Agustus 2026, 10:53 WIB

Lintasarta dan Starlink Perkuat Fondasi Konektivitas Digital Indonesia

Solusi konektivitas terintegrasi ini siap mendukung transformasi digital dan ekosistem AI enterprise di seluruh penjuru negeri.
Starlink (Sumber: Starlink)
Techno27 Agustus 2026, 10:52 WIB

Apple Meluncurkan Mac Studio Baru dengan Chip M5 Max dan M5 Ultra

Desktop terbaik untuk AI pada perangkat dan alur kerja profesional paling ekstrem.
Mac Studio yang kini dibekali prosesor M5 Max dan M5 Ultra. (Sumber: Apple)
Automotive26 Agustus 2026, 14:11 WIB

Spek Lengkap dan Harga Changan Nevo Q05, Ada Model Max dan Pro

Kendaraan elektrik ini diklaim memiliki daya jelajah hingga 462 km.
Changan Nevo Q05. (Sumber: Changan)
Techno26 Agustus 2026, 14:04 WIB

PlayStation Pulse Elevate: Speaker Nirkabel yang Bikin Main Gim Lebih Imersif

Speaker Nirkabel Pulse Elevate PlayStation Siap Hadir, Bawa Audio Immersive ke Meja Kerja Gamer.
Pulse Elevate. (Sumber: null)
Lifestyle26 Agustus 2026, 13:12 WIB

Beri Penghormatan untuk Billie Jean King, Adidas Kembali Hadirkan Blue Suede Shoe

Dirancang ulang sebagai siluet gaya hidup, sepatu ini menampilkan detail yang menghormati King dan pertandingan bersejarah tersebut.
Blue Suede Shoe x Billie Jean King. (Sumber: Adidas)
Techno26 Agustus 2026, 13:08 WIB

Apple Mac Mini Kini Ditenagai Prosesor M6 dan M5 Ultra, Berapa Harganya?

Mac mini menghadirkan performa AI hingga 4x lebih cepat, grafis dan penyimpanan hingga 2x lebih cepat, serta konektivitas yang ditingkatkan.
Mac Mini dengan prosesor M6 dan M5 Ultra baru. (Sumber: Apple)
Lifestyle26 Agustus 2026, 11:15 WIB

Marvel Resmi Jadwalkan Film X-Men Baru, Tayang Mei 2028 dengan Pemain Baru

Marvel Studios resmi umumkan film X-Men reboot yang dibintangi pemain baru dan musuh Mr. Sinister!
Marvel Studios resmi umumkan deretan pemeran utama film X-Men terbaru di D23. (Sumber: Disney)
Techno26 Agustus 2026, 11:14 WIB

X Ganti Sistem Bagi Hasil Kreator, Clickbait dan Konten Daur Ulang Ditinggalkan

X resmi ganti sistem bagi hasil ke Original Content Rewards per September 2026.
Aplikasi X/Twitter. (Sumber: Getty Images)
Automotive26 Agustus 2026, 08:29 WIB

Hot Wheels Convention Car 2026 Real Scale Terungkap

Ini merupakan edisi Hot Wheels terbatas yang bakal jadi buruan di IMX 2026.
Skala asli Hot Wheels Convention Car 2026. (Sumber: istimewa)