Kirim Data Pengguna Eropa ke China, TikTok Kena Denda Rp9 Triliun Lebih

Rahmat Jiwandono
Selasa 06 Mei 2025, 14:48 WIB
Ilustrasi TikTok.

Ilustrasi TikTok.

Techverse.asia - Komisi Perlindungan Data (DPC) Irlandia telah mendenda pemilik TikTok, ByteDance, sebesar €530 juta (Rp9,84 triliun) karena melanggar UU privasi Uni Eropa (UE). TikTok diduga mengirimkan data pengguna Eropa ke server di China, yang merupakan pelanggaran Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) UE.

DPC Irlandia menemukan bahwa TikTok melanggar UU GDPR lantaran tidak dapat menjamin bahwa data yang ditransfer ke China akan dilindungi dengan standar yang setara dengan standar mereka.

Pengadilan tersebut turut menyoroti UU antiterorisme dan kontraspionase Negeri Tirai Bambu sebagai risiko potensial bahwa otoritas tersebut dapat mengakses data pengguna di Eropa.

Baca Juga: Aplikasi Panggilan Video Skype Resmi Ditutup, Begini Cara Ekspor Datanya

Selain itu, mereka juga memutuskan bahwa platform tersebut tidak cukup transparan kepada pengguna. TikTok memiliki waktu selama enam bulan untuk mematuhi pemrosesan datanya, sambil menunggu kemungkinan banding.

Aplikasi video pendek itu didenda €485 juta atau sekitar Rp9 triliun karena mengirim data ke China, dan €45 juta atau setara dengan Rp836 miliar lebih karena kebijakan privasinya gagal menjelaskan transfer datanya secara memadai.

TikTok telah memperbarui kebijakan privasinya pada 2022, dan pengadilan menganggap kebijakan baru itu 'patuh'. TikTok juga berjanji untuk menginvestasikan €12 miliar di pusat data di Benua Biru, tetapi jumlah itu tidak cukup untuk memengaruhi pengadilan.

Menanggapi denda tersebut, TikTok mengklaim selama penyelidikan empat tahun bahwa mereka tidak menyimpan data dari pengguna Area Ekonomi Eropa (EEA) di server di China.

Baca Juga: Dukung Atlet, TikTok Menjadi Official Platform untuk Tim Indonesia

Namun, bulan lalu mereka memberi tahu DPC Irlandia bahwa mereka mengetahui pada Februari 2025 bahwa data pengguna EEA terbatas telah disimpan di sana dan mengakui bahwa itu bertentangan dengan apa yang sebelumnya mereka katakan kepada regulator.

"DPC Irlandia menanggapi perkembangan terbaru terkait dengan penyimpanan Data Pengguna EEA di server di China dengan sangat serius," jelas Wakil Komisaris DPC Irlandia Graham Doyle dalam sebuah pernyataan resminya kami kutip, Selasa (6/5/2025).

Ia mengatakan bahwa jika TikTok telah memberi tahu pengadilan bahwa data tersebut kini telah dihapus, pihaknya sedang mempertimbangkan tindakan regulasi lebih lanjut apa yang mungkin diperlukan, dengan berkonsultasi dengan Otoritas Perlindungan Data UE.

Antara tahun 2020-2022, lanjutnya, TikTok tidak memberi tahu pengguna bahwa data mereka sedang ditransfer ke China. Menurut Doyle, TikTok memenuhi persyaratan transparansinya pada 2022 setelah memperbarui kebijakan privasinya.

Baca Juga: Apple App Store Diuga Melanggar UU Pasar Digital Uni Eropa, Dendanya Besar

"Transfer data pribadi TikTok ke China melanggar GDPR karena TikTok gagal memverifikasi, menjamin, dan menunjukkan bahwa data pribadi pengguna EEA, yang diakses dari jarak jauh oleh staf di China, diberikan tingkat perlindungan yang pada dasarnya setara dengan yang dijamin di UE," ujarnya.

Sebagai akibat dari kegagalan TikTok untuk melakukan penilaian yang diperlukan, TikTok tidak menangani potensi akses oleh otoritas China ke data pribadi EEA berdasarkan UU antiterorisme, kontra-spionase, dan UU China lainnya yang diidentifikasi oleh TikTok sebagai hal yang secara material berbeda dari standar UE.

TikTok menyebutkan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tidak setuju dengan putusan tersebut dan berencana untuk mengajukan banding sepenuhnya. TikTok mengklaim bahwa pejabat China tidak pernah meminta data pengguna Eropa dan tidak pernah memberikan informasi tersebut kepada otoritas negara tersebut.

Baca Juga: Lakukan Iklan Tertarget kepada Pengguna di Irlandia, Meta Kena Denda Triliunan Rupiah

Platform tersebut juga berpendapat bahwa DPC Irlandia tidak sepenuhnya mempertimbangkan Project Clover dalam keputusannya. Inisiatif tersebut menyangkut perlindungan privasi, seperti menyiapkan pusat data Eropa untuk menyimpan data secara lokal.

Ini adalah denda GDPR terbesar ketiga sejauh ini, dengan hanya Meta dan Amazon yang diperintahkan untuk membayar lebih. TikTok, yang berkantor pusat di Irlandia, telah diberi denda GDPR yang besar dari pengadilan Irlandia sebelumnya, menerima tagihan sebesar US$367 juta pada 2023 untuk cara memproses data anak-anak.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno18 Maret 2026, 19:48 WIB

Lenovo Umumkan Legion Go Fold Concept, Dapat Dipakai dalam 4 Mode

Layarnya bisa dilebarkan dari 7 hingga 11 inci.
Konsep Legion Go Fold dalam mode layar penuh horizon. (Sumber: Lenovo)
Travel18 Maret 2026, 19:35 WIB

Pengiriman Hewan Peliharaan Melonjak Sekitar 6% Saat Arus Mudik Lebaran

KAI Logistik berkomitmen menghadirkan layanan pengiriman hewan peliharaan yang aman, nyaman, dan terpercaya.
Ilustrasi pengiriman hewan peliharaan melalui KAI Logistik. (Sumber: KAI)
Techno18 Maret 2026, 16:18 WIB

Pelanggan Apple Music Mendapatkan Alat Penemuan Musik Baru di TikTok

TikTok sekarang memungkinkan pelanggan Apple Music untuk memutar lagu secara penuh tanpa meninggalkan aplikasi.
Integrasi TikTok x Apple Music. (Sumber: tiktok)
Automotive18 Maret 2026, 15:54 WIB

Ducati Monster Tampil dengan Corak Sport Baru, Lebih Gahar

Tersedia di dealer mulai April 2026, corak Sport ini melengkapi pilihan warna Monster dan Monster Plus.
Ducati Monster dengan corak Sport. (Sumber: Ducati)
Techno18 Maret 2026, 15:26 WIB

Acer Predator Helios Neo Hadir dengan Prosesor dan Kartu Grafis Anyar

Dilengkapi dengan prosesor Intel Core Ultra 200HX Plus series dan GPU laptop Nvidia GeForce RTX 5080.
Acer Predator Helios Neo 18 AI. (Sumber: Acer)
Startup18 Maret 2026, 14:51 WIB

LLV InnoLab: Akses bagi Perusahaan Global Uji dan Komersialisasikan Teknologi

Living Lab Ventures (LLV) adalah corporate venture capital Sinar Mas Land untuk sektor agnostik di Asia Tenggara.
Program Innolab dari LLV. (Sumber: Living Lab Ventures)
Techno18 Maret 2026, 14:11 WIB

Oppo Find N6 Membawa AI Pen Eksklusif dan Free-flow Window

Ponsel lipat baru Oppo ini ditenagai cip Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan punya dua varian warna.
Oppo Find N6. (Sumber: Oppo)
Lifestyle18 Maret 2026, 13:36 WIB

Trailer Dune: Part Three: Kemunculan Anya Taylor-Joy dan Robert Pattinson

Bersiaplah untuk kunjungan terakhir Anda ke Arrakis.
Poster Dune 3. (Sumber: Warner Bros)
Techno17 Maret 2026, 19:22 WIB

ASUS Rilis NUC 16 Pro Mini PC Generasi Baru, Intip Spesifikasi Lengkapnya

Menampilkan performa Intel Core Ultra Series 3, grafis 1,5 kali lebih cepat, dan keamanan tingkat perusahaan.
ASUS NUC 16 Pro Mini PC. (Sumber: ASUS)
Lifestyle17 Maret 2026, 19:10 WIB

Adidas Hyperboost Edge: Memulai Era Baru Lari di Jalan Raya

Hyperboost Edge memperkenalkan era baru lari di jalan raya dengan menggabungkan bantalan maksimal, pengembalian energi tinggi, dan performa ringan dalam satu sepatu.
Adidas Hyperboost Edge. (Sumber: Adidas)