Techverse.asia - Alibaba Group baru-baru ini resmi meluncurkan Wukong, platform AI-native teranyar yang dirancang untuk menghadirkan kapabilitas agentik ke dalam lingkungan kerja perusahaan.
Baca Juga: Duolingo x NIKI: Ajak Anak Muda Indonesia Belajar Bahasa
Platform ini mampu mengoordinasikan berbagai agen AI untuk menangani tugas kompleks dalam satu antarmuka (single interface), sekaligus didukung infrastruktur keamanan enterprise-grade yang menjadikannya solusi produktivitas yang relevan untuk kebutuhan bisnis.
Peluncuran Wukong juga menjadi bagian dari langkah strategis Alibaba Group menyusul restrukturisasi dan pembentukan unit bisnis baru, Alibaba Token Hub (ATH) Business Group. Sebagai platform AI unggulan yang dikembangkan oleh Wukong Business Unit di bawah naungan ATH, kehadiran Wukong mencerminkan komitmen Alibaba dalam mempercepat adopsi AI agentik di sektor perusahaan.
Saat ini, Wukong tersedia dalam tahap pengujian beta (beta testing) terbatas berbasis undangan. Platform ini dapat diunduh (download) sebagai aplikasi desktop mandiri (standalone) maupun diakses melalui DingTalk versi terbaru sebagai platform komunikasi korporat milik Alibaba yang telah digunakan oleh lebih dari 20 juta pengguna.
Baca Juga: Alibaba Guarantee Package: Dukung UMKM Indonesia Tembus Pasar Global
Ke depannya, Wukong juga direncanakanakan terintegrasi dengan platform komunikasi lain seperti Slack, Microsoft Teams, dan WeChat, sehingga dapat digunakan lebih luas di berbagai perangkat, termasuk mobile.
Wukong sendiri dirancang untuk menangani beragam kebutuhan kerja berbasis agen kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di lingkungan perusahaan.
Platform ini mampu mengoperasikan komputer lokal, browser, hingga sistem berbasis komputasi awan (cloud), sekaligus mengoordinasikan berbagai agen untuk menyelesaikan tugas seperti pengolahan dokumen, pembaruan spreadsheet, pemrosesan formulir persetujuan, transkripsi rapat, hingga deep research.
Aspek keamanan menjadi salah satu nilai utama dalam desain Wukong. Platform ini tentunya sudah dilengkapi dengan fitur autentikasi identitas, kontrol akses, serta enterprise sandbox khusus yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan lingkungan bisnis dengan standar keamanan tinggi.
Baca Juga: Tongyi Qianwen: Saingan ChatGPT yang Kini Sedang Dikembangkan Alibaba
Tidak hanya itu, ekosistem e-commerce atau lokapasar dan teknologi Alibaba - termasuk Taobao, Tmall, 1688, Alipay, dan Alibaba Cloud - juga akan secara bertahap diintegrasikan ke dalam Wukong sebagai modul kapabilitas agen (agent skills), bersama dengan dukungan integrasi dari pihak ketiga.
Dengan pendekatan ini, Wukong dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan bisnis - mulai dari pengelolaan e-commerce, manajemen pemasok, pemrosesan pembayaran, hingga pengelolaan infrastruktur cloud atau komputasi awan.
Untuk menjawab kebutuhan spesifik berbagai industri, Wukong menghadirkan solusi One-Person Team (OPT) di sepuluh industri, termasuk e-commerce, e-commerce lintas negara (cross-border), ritel, manufaktur, layanan hukum, keuangan dan akuntansi, rekrutmen, desain, pengembangan perangkat lunak, serta pembuatan konten.
Baca Juga: Mengenal DeepSeek: Perusahaan AI yang Viral karena Mampu Saingi OpenAI
Setiap solusi dilengkapi dengan skill yang dirancang sesuai kebutuhan masing-masing sektor, sehingga individu maupun startup dapat menjalankan operasional yang kompleks secara lebih efisien dan terukur.
Kapabilitas agentik Wukong juga didukung oleh pembaruan pada antarmuka (interface) DingTalk yang kini dibangun dengan pendekatan Command-Line Interface (CLI) serta lapisan open API. Hal ini memungkinkan Wukong mengakses berbagai fungsi agentik, merencanakan tugas kompleks secara mandiri, serta mengoordinasikan alur kerja antar agen tanpa adanya intervensi manusia.
Selain inovasi kecerdasan buatan untuk pelanggan perusahaan, Alibaba juga baru-baru ini menghadirkan pembaruan besar pada aplikasi AI konsumennya, Qwen App, sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan kapabilitas AI canggih dalam penggunaan sehari-hari.
Baca Juga: Alibaba Luncurkan SeaLLMs, Diklaim Saingan ChatGPT
















