Dikenai Denda Ratusan Juta Euro, X Nonaktifkan Akun Iklan Komisi Eropa

Rahmat Jiwandono
Kamis 11 Desember 2025, 15:38 WIB
X/Twitter. (Sumber: Tangkapan layar)

X/Twitter. (Sumber: Tangkapan layar)

Techverse.asia - Uni Eropa (UE) telah menjatuhkan denda sebesar Rp2,3 triliun kepada X/Twitter karena melanggar Undang-Undang Layanan Digital (DSA). Ini adalah pertama kalinya sebuah perusahaan dikenai sanksi atas regulasi tersebut lantaran melanggar hukum.

Merespons hal itu, Kepala Produk X Nikita Bier membalas tuduhan tersebut, menurutnya, Komisi Eropa masuk ke 'akun iklan yang sudah tidak aktif' guna menyalahgunakan celah keamanan dalam Ad Composer perusahaan - untuk memposting tautan (link) yang menipu pengguna agar mengira itu adalah video dan untuk meningkatkan jangkauannya secara artifisial.

Baca Juga: Neumann Rilis 5 Subwoofer Baru dari Jajaran KH

Mereka juga belum menggunakan akun iklannya sejak 2021 lalu, tetapi menggunakan format postingan yang secara eksplisit dikhususkan untuk iklan dalam pengumuman denda terhadap X/Twitter. Langkah tegas yang juga diambil oleh X yakni langsung menutup akun iklan mereka.

Lebih lanjut, Bier menyatakan bahwa celah keamanan tersebut 'belum pernah disalahgunakan seperti ini' dan telah diperbaiki. Pencabutan akun iklan Komisi Eropa yang tampaknya bersifat pembalasan ini kemungkinan tidak akan mengubah keadaan secara signifikan bagi X maupun Benua Biru.

Apabila klaim yang dilontarkan oleh Bier tersebut benar adanya, lantas menyandera akun Komisi Eropa kemungkinan besar tidak akan memberi X pengaruh apa pun. Dan, meskipun dapat mengajukan banding atas keputusan tersebut, X/Twitter saat ini masih bertanggung jawab atas denda yang jumlahmya cukup besar.

Setelah denda tersebut diumumkan, pemilik X yakni Elon Musk, menyebutnya sebagai 'omong kosong' dan juga memposting, "Berapa lama lagi sebelum Uni Eropa lenyap? Hapus Uni Eropa".

Baca Juga: Elon Musk akan Mengembalikan Arsip Vine yang Telah Dihapus?

Seorang juru bicara Komisi Eropa mengatakan kepada Techcrunch bahwa mereka 'selalu menggunakan semua platform media sosial dengan itikad baik.' “Kami hanya menggunakan alat yang disediakan oleh platform itu sendiri untuk akun perusahaan kami - ini terjadi pada alat ‘Ad Composer’ di X,” kata juru bicara Komisi Eropa yang tak disebut namanya, kami nukil pada Kamis (11/12/2025).

“Kami mengharapkan alat-alat ini sepenuhnya sesuai dengan syarat dan ketentuan platform itu sendiri, serta dengan kerangka kerja legislatif kami,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, dalam denda pertamanya berdasarkan UU Layanan Digital Uni Eropa, Komisi Eropa menjelaskan bahwa sistem centang biru X sebagai 'menipu' dan sistem verifikasi berbayar akan membuat pengguna rentan terhadap peniruan identitas dan penipuan.

Masalah mereka dengan sistem verifikasi X adalah bahwa di mana centang biru awalnya merupakan sesuatu yang diverifikasi oleh Twitter, sekarang dapat dibeli oleh siapa saja. Hal ini menempatkan pengguna pada risiko penipuan dan penipuan identitas, karena mereka tidak dapat mengetahui apakah akun yang mereka gunakan itu asli.

Baca Juga: Otoritas Prancis Kenakan Google Denda 250 Juta Euro, Ada Apa?

“Menipu pengguna dengan tanda centang biru, menyembunyikan informasi pada iklan, dan menutup akses peneliti tidak memiliki tempat di dunia maya di Uni Eropa,” ujar Wakil Presiden Eksekutif untuk Kedaulatan Teknologi, Keamanan, dan Demokrasi di Komisi Eropa Henna Virkkunen.

Komisi Eropa juga mengatakan bahwa repositori iklan milik X gagal memenuhi persyaratan DSA untuk transparansi dan aksesibilitas. Pun dinyatakan bahwa repositori iklan mereka punya tidak menyimpan informasi penting seperti isi atau topik iklan, serta siapa yang membayar iklan tersebut.

Jadi, hal itu menghambat para peneliti dan masyarakat untuk secara independen meneliti potensi risiko dalam periklanan daring. Komisi Eropa menegaskan bahwa X harus menanggapi kekhawatiran mereka tentang centang biru dalam waktu 60 hari, dan pelanggaran transparansi iklan dalam waktu 90 hari, atau dapat menghadapi sanksi tambahan.

Baca Juga: KPPU Jatuhkan Denda untuk Google Senilai Rp202,5 Miliar, Kenapa?

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive29 April 2026, 18:21 WIB

Wuling Resmi Umumkan Harga untuk Eksion, Hadir dengan 2 Varian

SUV 7-seater terbaru Wuling yang memadukan Superior Comfort, Ultra-high Efficiency, dan Versatile Safety.
Wuling Eksion.
Automotive29 April 2026, 17:48 WIB

Pre-order Omoway Omo X di Indonesia Resmi Dibuka, Tersedia 2 Varian

Sepeda motor listrik dibanderol mulai dari Rp44,5 juta plus subsidi eksklusif Rp9 juta dan garansi baterai 7 tahun.
Omoway Omo X.
Techno29 April 2026, 17:16 WIB

Huawei FreeBuds Pro 5 Dijual di Indonesia, Ada 4 Kelir

TWS tersebut resmi diluncurkan dengan peredam bising aktif dan audio lossless.
Huawei FreeBuds Pro 5. (Sumber: Huawei)
Techno29 April 2026, 16:01 WIB

Sennheiser Meluncurkan Headphone HD 480 Pro dengan Desain Tertutup

Respons frekuensi rendah yang akurat dan kenyamanan maksimal untuk perekaman dan pemantauan profesional.
Sennheiser HD 480 Pro. (Sumber: Sennheiser)
Techno29 April 2026, 15:36 WIB

Instagram Sedang Menguji Instants, Aplikasi Berbagi Foto yang akan Menghilang

Instants meluncurkan aplikasi baru di Italia dan Spanyol minggu lalu.
Bocoran aplikasi Instants yang tengah digodok Instagram. (Sumber: Meta)
Techno29 April 2026, 14:20 WIB

Harga dan Spesifikasi Infinix GT 50 Pro, Dibekali Mechanical Light Waves

Gawai ini memperkenalkan Arsitektur Pendinginan Cair HydroFlow, mesin termal khusus yang dirancang untuk mengatasi masalah panas berlebih.
Infinix GT 50 Pro. (Sumber: Infinix)
Lifestyle29 April 2026, 13:43 WIB

Casio G-LIDE Hadir dengan Fitur Pemantauan Detak Jantung dan Grafik Pasang Surut

Jam Tangan G-LIDE Sangat Cocok untuk Olahraga Ekstrem.
Casio G-LIDE GBX-H5600 tersedia dalam dua warna. (Sumber: Casio)
Lifestyle29 April 2026, 13:06 WIB

Survei: 56% Karyawan Enggak Punya Dana Darurat

Stres Finansial Jadi “Biaya Tersembunyi” Perusahaan.
Ilustrasi dana darurat. (Sumber: bank jago)
Techno28 April 2026, 18:54 WIB

Sony Inzone M10S II: Monitor Gaming QHD untuk Gim FPS

Monitor ini dikembangkan bersama tim e-sports ternama global, Fnatic.
Sony Inzone M10S II. (Sumber: Sony)
Startup28 April 2026, 18:38 WIB

Bybit Beri Modal Seri A ke Hata Sebesar US$ 8 Juta, Ini 3 Fokus Utamanya

Pendanaan tersebut juga melibatkan sejumlah family office global yang berfokus pada sektor teknologi dan pasar keuangan di Asia Tenggara.
Para pendiri startup Hata. (Sumber: istimewa)