Techverse.asia - Cove pada awal tahun ini resmi merampungkan akuisisi pertamanya terhada Casa Mia Coliving, operator co-living asal Singapura. Namun demikian, kedua perusahaan tak menyebutkan nilai kesepakatan transaksi atas akusisi tersebut.
Dengan akuisisi itu, akan memperkuat lagi posisi Cove sebagai salah satu operator co-living yang diklaim paling besar di kawasan Asia Pasifik, dengan portofolio gabungan keduanya yang sekarang sudah tembus lebih dari delapan ribu kamar di seluruh penjuru Asia Pasifik.
Baca Juga: Garap Segmen Co-living, Cove x Taspor Luncurkan Aspena Residence
Salah satu pendiri Cove, Luga Bergoli mengatakan bahwa akuisis pertamanya ini adalah bentuk integrasi properti dan tim Casa Mia Coliving ke dalam pelantar Cove yang bakal mendorong sinergi operasional signifikan, sekaligus mendongkrak standar layanan mereka secara keseluruhan.
"Akuisisi ini juga turut menghadirkan sumber daya tambahan yang akan mengakselerasi ekspansi kami di seluruh wilayah Asia Pasifik," katanya.
Sebagai informasi, Casa Mia Coliving berdiri sejak 2019 silam yang telah membangun reputasi kuat di kalangan profesional muda atas kualitas serta pertumbuhan bisnis yang konsisten. Tak hanya dari menyediakan hunian full-furnished dan serviced, Cove x Casa Mia Coliving punya komitmen yang sama besarnya terkait dengan pengembangan komunitas di lingkup co-living.
Baca Juga: Kitar Amankan Pendanaan Pra-seri A Sebesar Rp171 Miliar, Perluas Jaringan di Indonesia
Seiring dengan tumbuhnya berbagai properti berkualitas dan kapabilitas operasional Casa Mia Coliving yang telah mengantongi sertifikasi Building and Construction Authority (BCA) dari otoritas Singapura, sehingga pengalaman tinggal para penghuni dijanjikan juga bakal lebih diperkaya dengan keahlian dari kedua perusahaan dalam pengembangan program komunitas yang terintegrasi serta diaplikasikan lintas pasar.
"Tentunya termasuk yang ada di Indonesia, yang sesuai dengan karakter gaya hidup urban di masing-masing negara," kata dia.
Setelah akuisisi tersebut, bisnis gabungan yang beroperasi di bawah bendera Cove diperkirakan akan mencatatkan pendapatan sewa tahunan senilai US$50 juta atau setara dengan Rp856 miliaran. Nominal ini menunjukkan sekitar 50 persen dari pertumbuhan tahunan (year-on-year / YoY) Cove, baik dari sisi pendapata atau pun jumlah unit di tahun lalu.
Baca Juga: Cove akan Ekspansi ke Jogja dan Surabaya, Hadirkan Hunian Co-living Berkualitas
"Akuisisi ini juga membawa kami lebih dekat untuk mencapai arus kas positif, meneruskan kinerja yang menunjukkan keuntungan pada paruh kedua 2025 di tengah investasi besar perusahaan guna menjajaki pasar Jepang dan Korea Selatan secara bersamaan," tambahnya.
Co-founder Casa Mia Coliving Eugenio Ferrate percaya bahwa Cove menawarkan rumah yang terbaik bagi para penghuni serta tim di Casa Mia, mendukung misi utama perusahaan selagi menjadi bagian dari pelantar yang punya nilai dan visi yang sama tentang arah perkembangan hunian serta pengalaman tinggal urban.
"Kami punya kesamaan dalam urusan visi dan nilai akan dua hal tersebut," katanya.
Baca Juga: LiveIn Akuisisi KoolKost Milik RedDoorz, Sediakan Hunian Indekos Terjangkau
Cove adalah penyedia hunian co-living modern berbasis komunitas di Asia Pasifik. Dirancang untuk gaya hidup yang fleksibel, portofolio Cove mencakup properti siap huni dengan fasilitas lengkap dan lokasi strategis yang dapat disewa secara bulanan maupun harian.
Sebagai pemain co-living utama di Indonesia, Cove kini telah hadir di lebih dari 200 lokasi dan menjadi pilihan bagi lebih dari 30.000 penghuni serta turis maupun wisatawan setiap bulannya.
Didirikan pada 2018 di Singapura, Cove mulai beroperasi di Indonesia sejak 2020 dan kini memiliki jaringan properti yang mencakup area Jabodetabek, Bandung, Bali, dan Surabaya. Selain Singapura dan Indonesia, Cove telah memperluas operasinya ke Jepang dan Korea Selatan sebagai bentuk dari ekspansi di Asia Pasifik.
Baca Juga: Kozystay Akuisisi BaliSuperHost: Segera Ekspansi ke 3 Daerah Ini