Techverse.asia - Pada tahun kemarin, Kopi Kenangan mengumumkan laba bersih perusahaan sebesar US$17 juta atau setara dengan Rp284 miliaran. Capaian ini mendorong Kopi Kenangan akan melantai ke pasar bursa. Tentunya tujuan startup jaringan kopi tersebut adalah mencatatkan saham perdana mereka.
Dilansir dari laman akun LinkedIn, CEO Kopi Kenangan Edward Tirtanata menyampaikan, pendapatan bersih melonjak hingga 45 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY) menjadi US$184 juta atau setara dengan Rp3,1 triliun.
Baca Juga: Kopital Ventures: Didirikan Co-Founder Kopi Kenangan, Target Danai 30 Startup Selama 3 Tahun Awal
Enam tahun lalu, lanjutnya, dia menulis mengenai prospek Kopi Kenangan dalam jangka panjang, yang meliputi pelanggan. Dia tak mau mengambil jalan pintas, dan lebih fokus kepada fundamental: pendapatan, profitabilitas, dan alokasi modal.
"Saat itu, kami masih sangat kecil, namun sejak awal kami punya misi untuk membawa kopi Indonesia berkualitas tinggi ke dunia dengan membangun merek konsumen global," katanya.
Kopi Kenangan telah membukukan laba operasional perusahaan sebelum dikurangi oleh bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA US$37 juta atau sekitar Rp622,56 miliar. Sementara itu, pendapatan bersih di Indonesia tumbuh sebesar 40 persen YoY, sedangkan kinerja di Malaysia hampir dua kali lipat dan berhasil mencatatkan EBITDA positif.
Baca Juga: Durianpay Laporkan Profitabilitas dan Memasuki Fase Pertumbuhan Lintas Batas
Dari segi operasional, Kopi Kenangan sejauh ini sudah membuka sebanyak 1.324 gerai di enam negara hingga akhir 2025. Perluasan ini juga dilakukan ke pasar anyar baru seperti di Australia dan India. Kopi Kenangan telah menjadi bisnis regional berskala besar.
Dikatakannya, Kopi Kenangan telah melewati banyak tantangan, seperti pandemi Covid-19 sampai perubahan drastis pemberi modal skala global usai berakhirnya era suku bunga rendah. Setiap fase tersebut, menurutnya, justru semakin memperkuat keyakinan akan pentingnya profitabilitas, disiplin keuangan, dan tata kelola yang kuat.
"Siklus bakal berubah, bangunlah untuk bertahan lama dan seiring perusahaan menjadi lebih matang, akan tiba saatnya keyakinan harus berubah menjadi komitmen," ujarnya.
Kinerja Kopi Kenangan tahun lalu didorong oleh strategi berbasis teknologi. Lewat ekosistem digital, startup ini menambahka 4,7 juta pelanggan baru sambil terus meningkatkan keuntungan. Pendekatan ini memungkinkannya untuk membuka sebanyak 347 gerai baru sambil tetap mempertahankan pertumbuhan penjualan toko yang sama sebesar 15 persen pada tahun fiskal 2025.
Baca Juga: Superbank Melantai di Bursa Efek Indonesia, Kumpulkan Dana Rp2,79 Triliun
Oleh karenanya, hal itu menjadi momentum dan komitmen guna menempuh jalan yang terencana, disiplin, dan berorientasi terhadap pembangunan perusahaan yang siap untuk IPO. Startup tersebut mengklaim telah menetapkan standar perusahaan publik sejak dini.
"Selama delapan tahun ke belakang, kami secara konsisten mendapat opini audit tanpa kualifikasi dari auditor eksternal Big Four," ujar dia.
Dia menilai kekinian perjalanan Kopi Kenangan yang mencerminkan fase baru ekosistem startup di kawasan Asia Tenggara, setelah periode panjang yang didominasi oleh pertumbuhan Gross Merchandise Value (GMV) daripada keuntungan.
"Perubahan arah tersebut memang menyakitkan, tapi sehat. Dengan perubahan haluan ini, kami cuma perlu waktu supaya kawasan Asia Tenggara (dapat) menghasilkan lebih banyak perusahaan yang menguntungkan dan peluang keluar yang lebih kuat," imbuhnya.
Baca Juga: Hadirkan Minuman dan Makanan Anyar, Kopi Kenangan Kolaborasi Bersama One Piece dan Tahilalats
Kopi Kenangan terus mempercepat siklus pelaporan keuangan, memperkuat pengendalian internal, dan meningkatkan penggunaan teknologi serta analitik data dalam pengambilan keputusan. Kopi Kenangan sendiri punya target sekitar 550 pembukaan gerai baru secara global pada 2026 ini.
"Kami juga tengah memperdalam kesiapan IPO di seluruh persiapan uji tuntas (ruang data), kepatuhan perizinan serta hukum, hingga pemeriksaan kesehatan pajak," imbuh dia.