Masyarakat Adat Iban Sadap, Merawat Alam dan Tradisi Melalui Tenun

Rahmat Jiwandono
Selasa 10 Februari 2026, 15:59 WIB
Masyarakat Dayak Iban sedang membuat kain tenun. (Sumber: istimewa)

Masyarakat Dayak Iban sedang membuat kain tenun. (Sumber: istimewa)

Techverse.asia - Di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, ada cerita yang tidak ditulis dengan tinta, melainkan dirajut perlahan lewat benang-benang tenun. Bagi masyarakat adat Dayak Iban, menenun merupakan jalan untuk menjaga identitas, mengingat leluhur, dan merawat hubungan dengan alam.

“Bagi kami, tenun bukan sekadar produk kerajinan tangan, melainkan simbol identitas dan ekspresi nilai-nilai kehidupan masyarakat adat Dayak Iban, yang memiliki makna spiritual, sosial, dan kearifan lokal,” ungkap Magareta Mala, salah satu penggerak Festival Tenun Iban Sadap.

Nilai inilah yang ingin dibagikan kepada banyak orang, ketika Festival Tenun Iban Sadap yang pertama sukses digelar pertengahan Desember lalu.

Herkulanus Sutomo dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kapuas Hulu, menyampaikan kepada publik, festival ini merupakan tonggak penting dalam memastikan bahwa tradisi menenun itu masih ada, beserta nilai dan pengetahuannya. Lantas bagaimana cara mereka menjaga tradisi yang merupakan warisan leluhur itu?

Baca Juga: Atlet Skateboard Yuto Horigome Resmi Menjadi Duta Merek Casio

Selembar Kain Sarat Makna

Motif tenun Iban Sadap menyimpan makna yang mendalam. Ada kisah tentang alam dan roh leluhur yang diwariskan dari generasi ke generasi. Mala menjelaskan bahwa ada empat jenis tenun Iban, yaitu kebat, sungkit, pileh, dan sidan.

“Tenun kebat dengan motif sakral menjadi tenun yang wajib dimiliki. Setiap motif tenun kebat mempunyai nilai tertentu, yang digunakan untuk kelahiran, juga suasana sukacita dan dukacita. Motifnya mencakup manusia, hewan, dan benda simbolis,” jelasnya.

Perempuan yang menenun sejak muda ini bersyukur, perhatian terhadap pelestarian tenun terus meningkat. Itulah kenapa ia dan komunitas penenun merancang paket tur tenun yang durasi dan programnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Ada paket beberapa hari saja untuk keperluan dokumentasi, ada pula paket bagi mereka yang ingin benar-benar belajar soal tenun Iban Sadap.

Baca Juga: Digitalisasi dan Kodefikasi Warna Kain Adat Suku Pepadun dan Saibatin, Upaya Pelestarian Warisan Budaya Lampung

“Beberapa waktu lalu, mahasiswa dari Kuala Lumpur (Malaysia) datang karena ingin memahami tenun secara utuh. Ia tinggal cukup lama, menyelami sejarah, proses, dan pulang dengan pengalaman dan hasil tenun buatan sendiri,” kata Mala, yang kerap menerima kunjungan dari pecinta wastra dari luar pulau.

Namun, sebenarnya yang paling diharapkan bukanlah banyaknya pengunjung, melainkan kesediaan untuk belajar dan menghargai proses. Sebab, memperkenalkan tenun memerlukan waktu panjang, sebelum sampai pada titik ketika orang datang bukan hanya untuk melihat, melainkan untuk memahami.

Dari alam, kembali ke alam

Di setiap helai tenun Iban Sadap yang diwarnai secara alami, tersimpan cerita tentang hutan yang masih dijaga, sungai yang tetap mengalir, dan pengetahuan lokal yang terus hidup. Tenun menjadi pengingat bahwa melestarikan budaya tidak bisa dipisahkan dari melestarikan alam.

“Ketika melakukan aktivitas menenun, artinya kami juga memelihara bumi. Kami tidak akan memusnahkan tanaman-tanaman yang terkait dengan tenun. Karena, banyak sekali tanaman pewarna yang diambil dari alam di wilayah adat. Seandainya masyarakat sampai kehilangan wilayah adat, itu berarti mereka juga kehilangan tradisi, salah satunya tradisi menenun,” ujar Tomo.

Baca Juga: Kain Rami: Serat Alami Yang Kini Dikembangkan Jadi Baju Gaya, Anti Peluru, Anti Api

“Semua bahan baku untuk menenun disediakan oleh alam. Festival kemarin menunjukkan bahwa untuk membuat tenun, kami tidak bergantung pada siapa pun, kecuali diri sendiri dan alam. Peralatan tenun dibuat dari bambu, pewarna dari berbagai jenis daun, akar, dan kulit kayu,” tambah Mala.

Itulah kenapa masyarakat adat Iban Sadap berkomitmen untuk tetap menjaga wilayah adat, agar tradisi menenun tetap terjaga. Mereka memahami, jika wilayah adat terjaga dengan baik, pengetahuan leluhur akan terus hidup.

Oleh karena itu, pengakuan dan perlindungan negara terhadap masyarakat adat, termasuk melalui pengesahan RUU Masyarakat Adat, menjadi penting.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Lifestyle28 Agustus 2026, 15:17 WIB

Pertamina Eco RunFest 2026: Hadirkan 7 Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Ajang yang memasuki tahun ke-13 pelaksanaannya ini menargetkan 14 ribu pelari dan 10 ribu pengunjung.
Pertamina Eco Run Fest 2026. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 15:16 WIB

Ditenagai Ryzen Z2 Extreme, ASUS ROG Xbox Ally 20 Bisa Dipesan Sekarang

Mennyambut hari jadi ke-20, ASUS ROG umumkan Xbox Ally X20 dengan performa AMD Ryzen AI Z2 Extreme dan dukungan kacamata Xreal R1.
ROG XBOX Ally X20. (Sumber: ASUS)
Startup28 Agustus 2026, 13:26 WIB

Asosiasi Blockchain Indonesia Gandeng Privy Perkuat Kepercayaan Digital

ABI bekerja sama dengan Privy untuk meningkatkan infrastruktur digital trust dan keamanan verifikasi identitas di industri blockchain Indonesia.
Asosiasi Blockchain Indonesia x Privy. (Sumber: ist)
Techno28 Agustus 2026, 13:23 WIB

SailPoint Hilangkan Blind Spot dengan Perlindungan Terpadu Identitas Manusia, non-human, dan AI agent

Solusi keamanan identitas yang dirancang untuk melindungi, mengelola, dan mendukung konvergensi tenaga kerja masa depan
SailPoint Identity Security. (Sumber: null)
Travel28 Agustus 2026, 11:58 WIB

Dragon Ball Z Bakal Punya Taman Hiburan Raksasa di Prancis, Gokunya Bisa Jadi Nyata!

Intip lokasi, konsep, dan detail lengkapnya di sini!
Taman hiburan bertemakan Dragon Ball Z. (Sumber: null)
Techno28 Agustus 2026, 11:57 WIB

Sony Meluncurkan Xperia 10 VIII dengan Fokus pada Peningkatan Kemudahan Penggunaan Sehari-hari

Handset ini menawarkan sedikit peningkatan dengan harga yang jauh lebih mahal.
Sony Xperia 10 VIII. (Sumber: Sony)
Automotive28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku akan Meriahkan Gelaran IMX 2026

Jangan lewatkan kesempatan langka bertemu sang legenda tuning dunia!
Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Spesifikasi dan Harga Garmin Fenix 9 Series, Daya Tahannya Bisa Capai 57 Hari

Model Pro yang tangguh namun elegan ini menghadirkan casing jam tangan titanium pertama dan layar AMOLED terbesar pada seri Fenix.
Garmin Fenix 9 dan Fenix 9 Pro. (Sumber: Garmin)
Techno27 Agustus 2026, 14:49 WIB

Shokz OpenFit Air 2: Earbud Open-Ear Terringan dengan Hook yang Hampir Tak Terasa

Perangkat ini dirancang untuk kenyamanan ekstra tanpa menutup saluran telinga.
Shokz OpenFit Air 2. (Sumber: Shokz)
Techno27 Agustus 2026, 14:47 WIB

ASUS Hadirkan 2 Mouse Gaming yang Dapat Diskutomisasi

Mouse ROG Gladius IV Ace dan ROG Spatha X memadukan kontrol presisi dengan beragam opsi kustomisasi mendalam.
ROG Gladius IV Ace. (Sumber: ASUS)