Lindungi dari Serangan Siber, WhatsApp Rilis Fitur Pengaturan Akun Ketat

Rahmat Jiwandono
Senin 09 Februari 2026, 20:44 WIB
Ilustrasi fitur keamanan di WhatsApp. (Sumber: Meta)

Ilustrasi fitur keamanan di WhatsApp. (Sumber: Meta)

Techverse.asia - WhatsApp milik Meta belum lama ini resmi memperkenalkan fitur bernama pengaturan akun ketat (strict account settings), sebuah alat "yang lebih melindungi akun kamu dari serangan siber yang sangat canggih." Ini adalah tombol sekali klik di pengaturan yang secara otomatis memulai serangkaian pertahanan.

Fitur pengaturan akun ketat ini akan menambahkan pembatasan seperti pemblokiran otomatis media dan lampiran dari pengirim yang tidak dikenal, dan membisukan panggilan dari nomor yang tidak dikenal.

Baca Juga: WhatsApp akan Segera Meluncurkan Integrasi Obrolan Pihak Ketiga di Eropa

Jadi apa fungsinya? Strict account settings ini akan memblokir media dan lampiran dari pengirim yang tidak dikenal, menonaktifkan pratinjau tautan, membisukan panggilan dari pengirim yang tidak dikenal, hingga pengaturan untuk memblokir sejumlah besar pesan yang tidak dikenal juga diaktifkan.

Dengan begitu, fitur anyar tersebut diharapkan mampu menghasilkan pengalaman yang lebih terbatas, tetapi mudah-mudahan lebih aman.

Ketika seseorang mengaktifkan opsi ini, secara default, maka verifikasi dua langkah diaktifkan bersama dengan pemberitahuan keamanan yang memberi tahu seseorang ketika kode seseorang yang mereka ajak mengobrol berubah.

Baca Juga: Crunchyroll Menaikkan Harga untuk Semua Paket Streaming Anime

WhatsApp juga membatasi status terakhir dilihat dan online pengguna, foto profil, detail tentang mereka, dan tautan di profil pengguna hanya dikunci untuk kontaknya. Jika kamu mengaktifkan lapisan perlindungan ketat yang baru, hanya kontakmulah (atau orang-orang yang telah dipilih sebelumnya dari kontakmu) yang dapat menambahkan kalian ke grup.

Perusahaan mengatakan fitur strict account settings tidak selalu untuk pengguna biasa, karena percakapan sudah dilindungi oleh enkripsi ujung-ke-ujung. Sebaliknya, ini dipasarkan sebagai alat untuk "jurnalis atau tokoh publik" yang "mungkin membutuhkan perlindungan ekstrem terhadap serangan siber yang jarang terjadi dan sangat canggih."

Pengaturan akun ketat telah diluncurkan secara global dalam beberapa hari yang lalu. Pengguna pun akan menemukan alat ini di pengaturan privasi. Pengguna dapat mengaktifkan pengaturan ini dengan membuka menu pengaturan (settings), lalu masuk ke bagian privasi (privacy), pilih lanjutan dan kemudian mengaktifkan pengaturan akun ketat.

Baca Juga: Meta Resmi Beli Manus: Startup AI dengan Agen Otomatisasi

Meta menyebutkan bahwa pengguna hanya dapat mengubah pengaturan ini dari perangkat utama mereka dan bukan dari platform pendamping seperti WhatsApp untuk Web atau Windows.

“Pengaturan akun ketat adalah fitur keamanan opsional bergaya penguncian yang, jika diaktifkan, mengurangi kerentanan pengguna terhadap serangan siber dengan membatasi fungsionalitas. Akun pengguna dikunci ke pengaturan yang lebih pribadi, dan obrolan pengguna dengan orang lain di luar kontak kamu akan memiliki batasan,” demikian deskripsi perusahaan kami nukil, Senin (9/2/2026).

Peluncuran fitur ini bertepatan dengan gugatan kepada aplikasi perpesanan tersebut yang telah menuduh bahwa Meta membuat klaim palsu tentang perlindungan keamanan WhatsApp. Gugatan tersebut menuduh perusahaan tersebut "menyimpan, menganalisis, dan dapat mengakses hampir semua komunikasi pengguna WhatsApp yang konon 'pribadi'."

Namun demikian, Kepala WhatsApp Will Cathcart secara tegas menolak klaim ini dan mengatakan bahwa itu adalah gugatan tanpa dasar dan hanya untuk mencari sensasi.

Baca Juga: WhatsApp akan Batasi Jumlah Pesan yang Dikirim Jika Diabaikan oleh Penerima

Di sisi lain, WhatsApp hanyalah platform teknologi terbaru yang menawarkan alat keamanan yang lebih canggih untuk pengguna berisiko tinggi. Apple memperkenalkan Lockdown Mode pada 2022 lalu dan Android sendiri juga telah memperkenalkan Advanced Protection Mode tahun lalu.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno31 Maret 2026, 17:28 WIB

Marshall Hadirkan Bromley 450, Bobotnya Cuma Sekitar 12 Kg

Marshall menambahkan speaker pesta berukuran junior ke jajaran produknya.
Marshall Bromley 450. (Sumber: marshall)
Automotive31 Maret 2026, 17:10 WIB

Ducati Superleggera V4 Centenario Hanya Diproduksi 500 Unit Saja

Superleggera V4 Centenario: Ducati memperkenalkan sepeda motor legal jalan raya paling ekstrem yang pernah mereka buat.
Ducati Superleggera V4 Centenario. (Sumber: Ducati)
Techno31 Maret 2026, 16:43 WIB

Dituding Jadi Penyebab Kecanduan Media Sosial, Meta dan Google Harus Bayar Rp102 Miliar

Gadis remaja Kaley mengaku mengalami gangguan mental yang kompleks akibat Youtube dan Instagram.
Ilustrasi anak kecanduan media sosial (Sumber: freepik)
Hobby31 Maret 2026, 15:15 WIB

Ghost in the Cell Tayang 16 April 2026, Cek Daftar Pemeran dan Sinopsisnya

Ini merupakan film bergenre horor komedi terbaru arahan Joko Anwar.
Film Ghost in the Cell. (Sumber: Come and See Pictures)
Techno31 Maret 2026, 14:31 WIB

Vivo X300 Ultra Dirilis di China, Ini Spesifikasi Detailnya

Ponsel ini dilengkapi dengan kamera 35mm berukuran hampir 1 inci, dan zoom 85mm 200MP yang baru.
Vivo X300 Ultra. (Sumber: Vivo)
Lifestyle31 Maret 2026, 13:57 WIB

G-SHOCK x Joshua Vides Luncurkan 2 Jam Tangan Edisi Terbatas

Kolaborasi edisi terbatas yang menerjemahkan estetika gambar tangan khas Vides ke dalam dua siluet ikonik.
G-SHOCK x Joshua Vides. (Sumber: Casio)
Techno31 Maret 2026, 13:45 WIB

Samsung Browser Hadir untuk Windows, Memperluas Agentic AI ke Berbagai Perangkat

Menghubungkan pengalaman browsing mobile dan PC secara mulus.
Samung Browser tersedia di Windows. (Sumber: Samsung)
Startup31 Maret 2026, 13:10 WIB

APM Singapore 2026: TransTRACK Tampilkan Solusi Monitoring Maritim Terpadu

TransTRACK Perkuat Akselerasi Digitalisasi Maritim Global di Asia Pacific Maritime (APM) Singapore 2026.
TransTRACK di APM Singapore 2026. (Sumber: istimewa)
Culture31 Maret 2026, 13:03 WIB

Pakar Bilang Lebaran Kekinian Menjadi Momen untuk Pamer

Telah terjadi pergeseran nilai di mana Lebaran seharusnya jadi momen berkumpul bareng keluarga dan saling bermaafan tapi kini lebih menonjolkan konsumerisme.
Ilustrasi halal bihalal saat Lebaran. (Sumber: Istimewa)
Lifestyle30 Maret 2026, 18:50 WIB

Java Jazz Festival 2026 Diselenggarakan di Lokasi Baru pada 29-31 Mei

Berikut beberapa daftar musisi lokal dan internasional yang akan menggebrak panggung jazz tersebut.
Java Jazz Festival 2026. (Sumber: istimewa)