Durianpay Laporkan Profitabilitas dan Memasuki Fase Pertumbuhan Lintas Batas

Rahmat Jiwandono
Kamis 05 Februari 2026, 17:40 WIB
Natasha Ardiani sebagai pendiri dan CEO Durianpay. (Sumber: istimewa)

Natasha Ardiani sebagai pendiri dan CEO Durianpay. (Sumber: istimewa)

Techverse.asia - Durianpay, yang didukung oleh AC Ventres Capital, menutup tahun 2025 dengan kinerja operasional yang solid, mengakhiri tahun dengan keuntungan saat bersiap untuk berekspansi di luar bisnis pembayaran domestiknya ke pergerakan uang lintas batas berbasis stablecoin.

Baca Juga: IDRX Dapat Pendanaan Pre-seed Senilai Rp4,8 Miliar, Bangun Stablecoin Rupiah

Durianpay, pelantar infrastruktur pembayaran B2B Indonesia, memproses total volume pembayaran lebih dari US$5,5 miliar selama tahun 2025, mengakhiri Desember dengan rekor total volume pembayaran (TPV) bulanan sebesar US$803 juta. Kinerja ini menyoroti skala perusahaan di salah satu pasar pembayaran paling kompleks dan diatur ketat di Asia Tenggara.

Didirikan pada 2020, Durianpay menyediakan layanan penerimaan, pencairan, dan penyelesaian pembayaran secara waktu nyata kepada klien perusahaan dan pelntar yang beroperasi di Indonesia.

Volume transaksi meningkat secara stabil sepanjang tahun, mencapai lebih dari 90 juta transaksi pada Desember tahun lalu, karena pelanggan besar memperluas pangsa dompet dan meningkatkan penggunaan produk penyelesaian bernilai lebih tinggi.

Usaha rintisan ini mengakhiri tahun 2025 dengan keuntungan, hasil yang relatif jarang terjadi di antara pelantar pembayaran, yang sebagian besar terus memprioritaskan pertumbuhan volume daripada keberlanjutan keuangan.

Baca Juga: Dapat Pendanaan Sekitar Rp436 Miliar, UangCermat Tumbuhkan Portofolio Pinjaman

Menjelang akhir tahun, jumlah karyawan Durianpay mencapai 100 orang, sementara biaya operasional tumbuh lebih lambat daripada pendapatan, menunjukkan peningkatan efisiensi dan leverage operasional. Kinerja itu mencerminkan strategi alokasi modal yang disengaja.

Bisnis pembayaran domestik inti Durianpay kini mendanai pertumbuhan secara internal, sementara pergerakan uang berbasis stablecoin mewakili perluasan pertumbuhan yang lebih tinggi yang dibangun di atas infrastruktur kepatuhan, manajemen risiko, dan penyelesaian yang sama.

Dengan basis domestik yang menguntungkan, Durianpay memasuki fase pertumbuhan berikutnya dengan berekspansi ke pergerakan uang lintas batas berbasis stablecoin, mendukung arus institusional dan platform baik di pasar Asia Pasifik dan global utama.

Rute ini dirancang untuk melayani lembaga keuangan, pelantar global, dan bisnis digital yang mencari penyelesaian yang lebih cepat, transparansi yang lebih baik, dan pengurangan gesekan nilai tukar dibandingkan dengan perbankan korespondensi tradisional.

Baca Juga: MEXC Ventures Investasi ke Bursa Kripto Triv, Akselerasi Ekspansi di Asia Tenggara

Indonesia menjadi pusat salah satu koridor arus lintas batas terbesar di dunia, dengan gabungan pergerakan perdagangan, pengiriman uang, dan transaksi terkait perbendaharaan yang melebihi US$1 triliun setiap tahunnya melalui bank, lembaga keuangan non-bank, platform, dan perusahaan.

Sebagian besar aktivitas ini masih terfragmentasi, lambat, dan mahal, sehingga menciptakan permintaan struktural untuk infrastruktur penyelesaian modern dan teregulasi. “Indonesia berada di pusat beberapa arus lintas batas yang paling kompleks dan kurang terlayani secara global,” ucap Natasha Ardiani Hartoro sebagai salah satu pendiri dan CEO Durianpay.

Menurutnya, mereka telah membangun mesin pembayaran yang menguntungkan di dalam negeri, dan sekarang Durianpay memperluas fondasi tersebut ke pergerakan uang lintas batas yang teregulasi dan berstandar bank menggunakan stablecoin.

Selama dua tahun terakhir, perusahaan telah memperkuat profil keuangannya, dengan pendapatan meningkat lebih dari sebelas kali lipat dan EBITDA meningkat sekitar US$3,4 juta, yang berpuncak pada profitabilitas setahun penuh pada 2025.

Baca Juga: Kargo Technologies Targetkan Punya 2.500 Armada Kendaraan Elektrik pada 2026

Peningkatan ini mencerminkan ekspansi margin yang didorong oleh skala dan disiplin biaya yang berkelanjutan, bukan optimasi jangka pendek.

Durianpay berencana untuk berekspansi secara selektif ke pasar baru, meluncurkan produk infrastruktur yang berbeda, dan meningkatkan skala pelantarnya untuk mendukung volume transaksi yang jauh lebih besar, sambil mempertahankan profitabilitas dan disiplin regulasi.

Perusahaan bertujuan untuk memposisikan dirinya sebagai infrastruktur pergerakan uang lintas batas berbasis stablecoin yang tepercaya dan teregulasi, yang menghubungkan Indonesia dengan koridor pembayaran global.

Baca Juga: AC Ventures Hadirkan Komunitas Penasihat Ahli untuk Bantu Startup Capai Keunggulan Operasional

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno23 Juli 2026, 16:30 WIB

Kacamata Pintar Samsung Resmi Meluncur, Kolaborasi dengan Gentle Monster dan Warby Parker

Samsung Membawa Ekosistem Galaxy ke Kacamata Sehari-hari.
Samsung x Google x Warby Parker. (Sumber: null)
Techno23 Juli 2026, 16:27 WIB

ASUS ROG Swift OLED PG27UCWM dan PG32UCWM Resmi Dilansir

Menampilkan teknologi OLED RGB Stripe sejati dengan OLED Care Pro, Dual Mode yang serbaguna, dan solusi efisiensi daya GaNFET untuk keseimbangan terbaik antara ketelitian dan kecepatan.
ROG Swift OLED PG27UCWM. (Sumber: ASUS)
Techno23 Juli 2026, 14:17 WIB

Samsung Galaxy Watch Ultra 2 Dirancang untuk Aktivitas Outdoor Ekstrem

Cek lebih lanjut tentang spesifikasi jam tangan pintar baru ini.
Samsung Galaxy Watch Ultra 2. (Sumber: Samsung)
Techno23 Juli 2026, 14:13 WIB

Lintasarta Dorong Digital Sovereignty bagi Bank Pembangunan Daerah

Melalui Lintasarta Intelligent Core, perusahaan membangun fondasi digital bersama yang berdaulat.
Lintasarta.
Techno23 Juli 2026, 12:04 WIB

Samsung Galaxy Z Flip 8 Dibanderol Sekitar Rp21 Jutaan, Cek Spesifikasinya

Ponsel lipat ini ditenagai oleh cip Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Samsung Galaxy Z Flip 8. (Sumber: null)
Techno23 Juli 2026, 11:36 WIB

OnePlus Enggak akan Rilis Ponsel di Eropa dan Amerika Utara

Oppo mengambil alih pasar, meskipun mereka tidak berencana meluncurkan ponselnya di Amerika Serikat.
OnePlus Nord 5. (Sumber: OnePlus)
Techno23 Juli 2026, 09:58 WIB

Samsung Galaxy Z Fold 8 Hadir dalam Bentuk Baru, Ini Spek Lengkapnya

Handset ini menjanjikan pengalaman Galaxy Fold baru untuk pengalaman sehari-hari yang lebih mendalam.
Samsung Galaxy Z Fold 8. (Sumber: null)
Techno23 Juli 2026, 09:19 WIB

Garmin Cirqa Smart Band Resmi Meluncur Global, Enggak Perlu Langganan

Gelang pintar ini tersedia dalam tujuh pilihan warna.
Garmin Cirqa. (Sumber: Garmin)
Automotive22 Juli 2026, 19:36 WIB

IMX Hub Bandung Dipadati Para Penghobi Kolektor Hot Wheels-Pokemon

Hari Pertama ‘Collector Garage’ telah Sukses Digelar.
Diorama IMX Hub. (Sumber: ist)
Techno22 Juli 2026, 16:29 WIB

Signal Ring Meluncurkan Pelacak Tekanan Darah Tanpa Manset Pertama di Dunia

Perangkat pengukur tekanan darah portabel inovatif yang bekerja dengan lancar dalam aktivitas harian Anda.
Signal Ring. (Sumber: ist)