Venteny Terima Kucuran Modal Rp83 Miliaran, Dorong Pendanaan UMKM

Venteny. (Sumber: dok. venteny)

Techverse.asia - Venteny menerima kucuran modal strategis senilai Rp83 miliar lebih atau setara dengan US$5 juta dari Symbiotics, pelantar global di bidang impact investing yang fokus pada ekonomi emerging dan frontier.

Dengan dukungan pendanaan ini, Venteny akan mengalokasikan dana secara strategis guna mengakselerasi pengembangan bisnis di layanan bisnis-ke-bisnis (B2B) servis finansial.

"Kami sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh Symbiotics. Pemberian modal tersebut tak sekadar dana, tapi dorongan strategis untuk mempercepat pertumbuhan bisnis kami," papar Founder sekaligus CEO Venteny Jun Waide.

Baca Juga: 9 Tahun Beroperasi di Indonesia, Julo Salurkan Kredit Sebesar Rp27 Triliun

Dia mengatakan, modal tersebut juga akan dipakai untuk memperluas akses layanan keuangan dan benefit untuk lebih banyak Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sembari tetap menjaga integritas serta prudent dalam setiap langkah startup ini.

Selain itu, Venteny juga bakal memperkuat kapabilitas teknologi serta operasional mereka, memperluas jangkauan pasar, hingga meningkatkan penawaran produk bagi segmen UMKM atau pun klien korporasi.

"Strategi tersebut mendukung rencana ekspansi perseroan kami di tahun depan, sejalan dengan meningkatnya permintaan atas solusi keuangan dan manfaat digital bagi karyawan di kalangan UMKM di Tanah Air," katanya.

Baca Juga: UMKM Indonesia Butuh Perlindungan Ekstra karena Meningkatnya Serangan Siber

Jun menandaskan bahwa walau mendapat tambahan modal yang signifikan, tapi perseroan tetap berkomitmen untuk menjalankan pertumbuhan yang prudent dengan mengutamakan efisiensi, tata kelola keuangan yang kuat, dan memberi dampak positif bagi perekonomian nasional.

"Fokus utama perseroan bukan sekadar pertumbuhan, namun bagaimana pertumbuhan itu bisa memberi dampak yang riil dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat inklusi keuangan, dan mendukung kemajuan ekonomi lokal," katanya.

Sementara itu, Regional Manager East Asia Symbiotics Eugene Tan menambahkan, perusahaan modal venturanya bangga dapat bermitra dengan Venteny, utamanya dalam memperluas akses terhadap solusi keuangan bagi UMKM di dalam negeri.

"Investasi ini menunjukkan komitmen kami dalam mendukung platform inovatif yang memperkuat inklusi keuangan dan peluang yang bermakna bagi para pelaku UMKM supaya bisa tumbuh dan berkembang," ujar Eugene.

Baca Juga: Sasar Pelaku UMKM, Bliink Hadirkan Pelantar Khusus Perjalanan Bisnis

Sebelumnya Venteny juga telah mendapat pendaaan senilai US$5,5 juta atau setara dengan Rp92 miliar dari venture capital Women's Livelihood Bond 7 (WLB7) dari Impact Investment Exchange (IIE).

Pendanaan yang dilakukan oleh WLB7 ini adalah portofolio lintas negara dan lintas sektor yang berfungsi memberdayakan perempuan dan anak perempuan guna meningkatkan ketahanan ekonomi dan mendorong keberlanjutan lingkungan.

Dana itu akan dipakai oleh Venteny untuk mempercepat ekspansi bisnis mereka di seluruh Indonesia, termasuk akses terhadap layanan pembiayaan dan program well-being bagi para pekerja formal atau pun informal, dengan prioritas penyaluran modal kerja ke UMKM milik atau yang dijalankan oleh perempuan di daerah dengan penghasilan rendah serta kurang tersentuh kredit konvensional.

Baca Juga: 4 Startup Terpilih dalam Program TINC Batch X, Siap Dapat Pendanaan Lanjutan

"Hal itu agar bisa membangun usaha yang berkelanjutan, sejalan dengan agenda negara ini untuk pertumbuhan inklusif dan peningkatan partisipasi ekonomi perempuan," ujar Jun.

Menurut Jun, dukungan dari WLB7 tak hanya mendukung pertumbuhann berkelanjutan perusahaannya, namun juga merupakan komitmennya terhadap inklusi keuangan dan dampak sosial di Tanah Air.

"Ini adalah suatu bentuk pengakuan atas model bisnis yang kami jalankan yang memadukan inovasi teknologi dengan pemberdayaan ekonomi di Indonesia," katanya.

Baca Juga: Dapat Dana Rp46 Miliar, Bababos Bakal Hubungkan UMKM dengan Pemasok Bahan Baku Terbaik

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI