Semua Tahap Pendanaan Usaha Rintisan di Indonesia Merosot Tajam Sepanjang 2025

Rahmat Jiwandono
Selasa 27 Januari 2026, 16:45 WIB
Ilustrasi pendanaan usaha rintisan. (Sumber: freepik)

Ilustrasi pendanaan usaha rintisan. (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Ekosistem pendanaan usaha rintisan (startup) di sektor teknologi merosot tajam sepanjang 2025. Hal ini dikarenakan investor yang kian selektif dalam menyalurkan modal mereka seiring dengan mundurnya arus modal secara struktural.

Baca Juga: Pendanaan Startup di Indonesia Seret, Modal Ventura Kini Semakin Selektif

Perusahaan intelijen pasar Tracxn mengungkap total pendanaan yang dikumpulkan startup teknologi di dalam negeri pada tahun lalu cuma menyentuh angka US$213 juta. Jumlah ini turun 38 persen bila dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar US$345 juta dan anjlok 85 persen dari puncak pendanaan US$1,4 miliar pada 2023.

Merosotnya pendanaan terjadi di seluruh tahap pendanaan, mulai dari seed funding, early stage, sampai late stage. Kondisi ini menandakan telah terjadinya pergeseran dari sekadar koreksi menuju fase pengetatan modal yang lebih berkepanjangan.

Tracxn pun mencatat aktivitas investasi pada jumlah transaksi yang jauh lebih sedikit. Investor disebut mengadopsi 'selektivitas ekstrem', dengan fokus terhadap usaha rintisan yang punya unit economics terbukti serta model bisnis yang defensif.

Pendanaan pendanaan awal atau seed funding mencapai US$26,4 juta, turun sebesar 18 persen dari 2024 dan 68 persen dibanding tahun 2023. Kemudian, pendanaan early stage merosot sampai 37 persen menjadi US$107 juta.

Baca Juga: Igloo Kantongi Pendanaan Senilai Rp81 Miliar dari Tokio Marine, Kuasai Sedikit Saham

Pendanaan tahap akhir atau late stage sendiri mengalami penurunan paling dalam, tercatat turun 45 persen secara tahunan menjadi US$79,8 juta, seiring investor institusional lebih memilih stabilitas perusahaan menengah ketimbang melakukan ekspansi agresif tahap akhir.

Walau secara umum menunjukkan pelemahan, namun dana yang masih mengalir ke ekosistem teknologi Tanah Air lebih cenderung bergerak ke sektor-sektor yang lebih terealisasi dan terkait dengan infrastruktur.

Misal, startup di bidang food and agritech menjadi sektor dengan pendanaan terbesar, mengantongi US$70,6 juta pada tahun lalu, naik 72 persen dari 2024 meski nominalnya masih terbilang jauh di bawah capaian pada 2023 senilai US$280 juta.

Selain itu, retail tech menarik pendanaan US$49 juta, meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan 2024, sedangkan energy tech mencatatkan US$44,8 juta, yang menandai kembalinya minat investor usai nihil pendanaan pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Superbank Dapat Dana Investasi Tambahan dari 3 Pemegang Sahamnya

Aktivitas exit tetap terbatas dan bersifat strategis. Indonesia cuma mencatat total dua IPO teknologi pada 2025, yaitu Superbank yang melantai di pasar saham pada Desember kemarin, yang disokong oleh layanan ride-hailing asal Singapura, Grab. Startup Nusatrip (agen perjalanan daring) yang juga mencatatkan saham di Nasdaq.

Jumlah itu sama dengan 2024, tapi turun drastis dari lima IPO pada 2023. Aktivitas akuisisi pun melemah dengan catatan cuma sembilan transaksi sepanjang 2025, dibandingkan 14 akusisi pada 2023. Tak ada pendanaan raksasa di atas US$100 juta, dan juga enggak muncul startup unicorn baru selama periode tersebut.

Dari segi geografis, DKI Jakarta tetap mendominasi hampir seluruh pendanaan teknologi nasional. Konsentrasi ini menunjukkan bahwa model investasi yang berpusat pada hub, di mana modal masih terkunci pada talenta, infrastruktur, dan kedekatan operasional di tingkat ibu kota.

Baca Juga: Laporan AI Prancis Sebut Pendanaan Startup AI Mencapai 8 Miliar Dolar

Terjadinya perlambatan pendanaan tersebut berlangsung di tengah sejumlah skandal yang mengguncang industri teknolog nasional di tahun lalu. Startup agritech eFishery tersandung kasus tata kelola dan pelaporan keuangan yang memicu pengawasan ketat investor di seluruh sektor.

Sebelumnya, perusahaan rintisan rantai pasok yakni TaniHub juga rontok karena dugaan salah kelola serta praktik pembiayaan yang bermasalah, meninggalkan kreditur dan mitra usaha dalam kondisi rentan.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive29 Juli 2026, 15:59 WIB

Manson Cheung Siap Hadir di IMX 2026

Dia adalah Sosok di Balik Kolaborasi Ikonik Pop Culture Hingga Hot Wheels Formula 1 Collection.
HWCCI x IMX Dinner. (Sumber: istimewa)
Techno29 Juli 2026, 15:28 WIB

Alasan Kecerdasan Buatan akan Menentukan Masa Depan Geopolitik Dunia

Pesatnya perkembangan AI juga akan berdampak terhadap konstelasi politik dunia.
(ilustrasi) kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) (Sumber: Freepik)
Startup29 Juli 2026, 14:07 WIB

East Ventures Sebut Talenta Muda Jadi Kunci Kemajuan Indonesia di Era AI

Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam membangun fondasi digitalnya.
Ilustrasi talenta digital muda. (Sumber: East Ventures)
Techno29 Juli 2026, 14:05 WIB

Palo Alto Networks Ungkap Identitas Mesin Kini Melampaui Jumlah Identitas Manusia

Dengan semakin pesatnya adopsi AI agentik, tool identitas yang terfragmentasi menciptakan kesenjangan tata kelola yang tidak mampu ditangani oleh arsitektur keamanan tradisional.
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). (Sumber: istockphoto)
Travel29 Juli 2026, 12:08 WIB

The St. Regis Bali Gelar Jack's Club Mulai Juli-September 2026, Suguhkan Musik Jazz

Pengunjung dapat menikmati musik jazz sekaligus makanan atau minuman khas yang fancy.
Jack's Club hadir di The St Regis Bali. (Sumber: ist)
Techno29 Juli 2026, 11:34 WIB

Qualcomm akan Segera Menaikkan Harga Mulai 1 September 2026

Kenaikan harga akan diterapkan pada prosesor yang dikirim setelah tanggal tersebut.
Qualcomm. (Sumber: Getty Images)
Lifestyle29 Juli 2026, 09:53 WIB

Ryan Gosling Bakal Membintangi Film Ghost Rider, Tayang 2028?

Sementara itu, Black Panther III akan tayang pada tanggal 15 Desember 2028.
Ryan Gosling akan memainkan karakter Ghost Rider. (Sumber: Marvel Studio)
Techno29 Juli 2026, 09:51 WIB

Oppo A6c: Ponsel Entry Level dengan Baterai 7000mAh

Perangkat ini memiliki dua varian memori.
Oppo A6c. (Sumber: Oppo)
Techno28 Juli 2026, 16:15 WIB

ASUS ExpertBook P5 G2 Resmi Dijual di Indonesia, Beda Varian Beda Harga

Gawai ini diposisikan sebagai solusi ideal bagi profesional yang membutuhkan performa AI kuat, portabilitas tinggi, serta keandalan bisnis dalam satu paket.
ExpertBook P5 G2. (Sumber: ASUS)