Vending Machine Produk UMKM Terus Ditambah, Kali Ini di Bandara Soekarno Hatta

Pemerintah menargetkan pemasangan 80 mesin penjual otomatis atau vending machine untuk produk UMKM (Sumber: Antaranews)

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia terus berupaya mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan memberi fasilitas mesin penjual otomatis atau vending machine di sejumlah fasilitas umum.

Keberadaan vending machine produk UMKM tersebut dapat memudahkan masyarakat -sebagai konsumen- untuk mendapatkan produk UMKM.

Kali ini, vending machine tersebut diletakkan di bandara internasional Soekarno-Hatta. Ini merupakan vending machine ketiga, setelah mesin itu dioperasikan di Kementerian BUMN, Stasiun Gambir, dan Gondangdia. Dengan demikian, saat ini total sudah ada enam vending machine yang telah beroperasi.

Baca Juga: TikTok Ingin Konten Kreator Lebih Banyak Mengunggah Video Horizontal

Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan bahwa penempatan vending machine bertujuan untuk memberikan peluang pasar yang lebih besar bagi UMKM.

Dengan mesin itu, sekarang produk-produk UMKM semakin dekat dengan konsumennya. Ditambah lagi, mesin tersebut beroperasi otomatis selama 24 jam penuh dan ditempatkan di lokasi strategis.

Arya juga menekankan perlunya membantu UMKM dengan langkah-langkah strategis untuk memperkuat ekosistem mereka.

"Langkah ini mencakup pembentukan kolaborasi saling menguntungkan antara UMKM dan BUMN, sekaligus memberdayakan UMKM melalui peluang yang diberikan," kata dia, dalam laporan Republika, disadur Rabu (31/1/2024).

Baca Juga: Acer Exclusive Store Kini Buka di Pakuwon Mall Surabaya

Untuk operasional vending machine produk UMKM di bandara Soekarno Hatta, penempatannya didukung oleh PT Angkasa Pura II (Persero) sebagai pengelola bandara. Sementara itu, manajemen dan operasional vending machine dikelola sepenuhnya oleh Bank BNI (Terminal 1), Telkom (Terminal 2) dan PLN (Terminal 3).

Baca Juga: Kompetisi ZIC 2024: Perusahaan Startup Berpeluang Dapat Uang Tunai Rp1 Miliar

Berdasarkan informasi dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia, terdapat 19 juta UMKM yang telah terintegrasi dalam ekosistem digital. Angka ini mengalami peningkatan hampir 130% setelah masa pandemi, dengan proyeksi mencapai 30 juta UMKM yang terhubung secara digital pada 2024.

Dengan hadirnya vending machine kolaborasi BUMN dan UMKM ini, Arya optimistis masyarakat dapat lebih mudah untuk membeli produk UMKM dan tentunya bangga akan produk dari dalam negeri. Karena produk-produk yang dijual merupakan produksi dari seluruh rumah BUMN yang tersebar si seluruh Indonesia.

Arya berharap, sinergi ini dapat terus dilanjutkan, dan mendorong semua kantor BUMN juga mempunyai vending machine yang menjual produk UMKM.

"Dengan vending machine jualannya lebih gampang dijangkau orang tanpa perlu ada yang stand by menjaga. Ini juga menjadi tantangan bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas produknya," sebutnya.

Baca Juga: Antler Investasi Pre-Seed untuk 37 Startup

Menurut dia, dalam mendampingi UMKM Indonesia, BUMN sudah siapkan pembiayaan, pelatihan, pembinaan, dan sekarang kanal distribusi berupa vending machine untuk berjualan.

"Harapannya kolaborasi BUMN ini berjualan dapat menaikkan daya saing UMKM binaan BUMN," ungkapnya.

Arya menambahkan, BUMN menargetkan 80 mesin penjual otomatis atau vending machine di lokasi-lokasi milik BUMN.

Sejumlah sumber mengatakan, UMKM dinilai menjadi jantung dari pertumbuhan ekonomi khususnya kaum menengah di Indonesia, yang didukung oleh transformasi digital. UMKM diyakini akan menjadi pendorong utama pembangunan Indonesia.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, lebih dari 64 juta UMKM menyumbang 61% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, mencakup 99,99% dari total populasi dunia usaha dan menyerap 97% angkatan kerja.

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI