Pernah Cicip Kopi yang Diolah Bersama Jamur dan Bakteri Khusus?

Uli Febriarni
Kamis 22 Juni 2023, 17:16 WIB
ilustrasi minuman kopi (Sumber : freepik)

ilustrasi minuman kopi (Sumber : freepik)

Mengolah kopi agar menemukan rasa yang nikmat, ternyata bisa dengan menempuh banyak cara, tak terkecuali dengan teknik bioproses. Seperti yang dilakukan oleh akademisi Universitas Sanata Dharma berikut ini. Mereka memproses buah kopi (cherry) menjadi greenbean dengan menggunakan agen biologi, seperti Saccharomyces cereviceae, Aspergillus oryzae, Aspergillus wentii, dan Lactobacillus bulgaricus.

Bekerja sama dengan dua industri kopi komunitas, yakni Kopi SOEKOER, dan CV Aroma Sari Bumi, Prodi Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan perkuliahan kolaborasi. Tindakan yang diberikan kepada kopi, menitikberatkan aspek bioproses pengolahan dan budidaya kopi. Demikian dikutip dari keterangan resmi universitas, Kamis (22/6/2023).

Perkuliahan yang diikuti oleh 26 mahasiswa dari 10 program studi ini juga membahas industri pengolahan kopi dari hulu hingga hilir dengan mangambil fokus lokasi kebun kopi Merapi Dukun Magelang.

Pada tahap awal, mahasiswa terlibat dalam petik bersama petani kopi di kebun kopi milik Slamet, di Dukun, kawasan Merapi (18 Mei 2023). Tahapan ini dilakukan untuk memahami proses tumbuh kembang dan pengaruh lingkungan terhadap kualitas biji kopi yang dihasilkan. Kemudian, mereka bereksperimen di laboratorium Biologi Kampus III Paingan.

Baca Juga: Anggun C Sasmi Jadi Nama Salah Satu Jenis Mawar Putih, Ini 3 Perempuan Lain yang Namanya Disematkan Pada Bunga

Baca Juga: Tidak Ada Kopi Indonesia Yang Enak! Ini Penjelasannya

Baca Juga: Suka Kopi Dan Punya Rencana Ke Luar Negeri Akhir Tahun Ini? Coba Kunjungi Yunnan China

Setelah tiga pekan menjalankan eksperimen, mahasiswa dan dosen melaksanakan sesi evaluasi bioproses yang telah mereka lakukan. Delapan varian greenbean kopi arabica Merapi, dinyatakan layak untuk diproses sangrai dan digunakan sebagai sampel cuping tes bersama para barista profesional.

Kemudian mereka menggelar seduh bersama 14 barista profesional, di kampus III Paingan Laboratorium Biologi Universitas Sanata Dharma. Proses seduh dan 'cuping' dihadiri oleh importir kopi dari Prancis, yang sebelumnya juga terlibat dalam proses petik biji kopi.

"Hasil yang diperoleh menggembirakan, yakni munculnya citarasa kopi yang unik dan kompleks," ungkap pihak universitas.

Para barista memperlihatkan keahlian mereka dalam menyeduh kopi dengan presisi dan ars celebrandi-nya, bersama para mahasiswa dan dosen. 

proses cuping untuk kopi hasil teknik olahan bioprosesProses cuping untuk kopi hasil teknik olahan bioproses, bersama barista profesional
(sumber: Universitas Sanata Dharma)

Dosen pembimbing perkuliahan tersebut, Kristio Budiasmoro, mengungkapkan rasa bangganya terhadap mahasiswa atas hasil perkuliahan kolaboratif ini. Ia yakin akan muncul generasi baru pembudidaya, prosesor, dan barista kopi, yang terampil dan berpengetahuan luas tentang seluruh mata rantai produksi kopi Indonesia. Terlebih setelah melihat semangat dan dedikasi mahasiswa dalam mempelajari bioproses kopi, serta dukungan yang diberikan oleh industri kopi.

Baca Juga: Slice Group Raih Pendanaan Rp9,6 Miliar, Bakal Kembangkan Influencer Marketing

Baca Juga: Reels Instagram Sekarang Bisa Diunduh, Begini Caranya

Baca Juga: Punya Gerd Atau Maag, Tapi Gemas Ingin Minum Kopi? Simak Tips Aman Menyesap Kopi Berikut Ini

Kristio menambahkan, perkuliahan ini akan diselenggarakan setiap semester bagi mahasiswanya, untuk dapat mengeksplorasi kopi Arabica di semester genap dan kopi Robusta di semester gasal.

"Saya berharap mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh dalam proyek-proyek dan pekerjaan di masa depan. Semoga kerja sama seperti ini dapat terus berkembang, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi dunia pendidikan dan industri kopi di Indonesia," pungkasnya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive30 Januari 2026, 18:35 WIB

Warna-warna Baru Yamaha Grand Filano Hybrid, Simak Daftar Harganya

Skutik kalcer stylish pilihan anak muda 2026.
Yamaha Grand Filano Hybrid warna Greenish Gray. (Sumber: Yamaha)
Automotive30 Januari 2026, 18:04 WIB

Scomadi Technica 200i Adventure Double Shock Dipasarkan Rp105 Juta

Skutik ini cocok dipakai untuk berpetualang.
New Scomadi Technica 200i Adventure Dual Shock (DS). (Sumber: Scomadi)
Techno30 Januari 2026, 17:22 WIB

ASUS Vivobook S16 2026 Pakai Prosesor Snapdragon X2 Elite, Ini Harganya

PC Copilot+ 16 inci yang cerdas, bertenaga, dan bergaya untuk generasi mendatang.
ASUS Vivobook S16 2026. (Sumber: ASUS)
Techno30 Januari 2026, 16:33 WIB

Harga dan Spesifikasi Lengkap Shokz OpenFit Pro, Bisa Dengarkan Lagu Selama 12 Jam

Era baru audio open-ear dengan pengurangan kebisingan canggih.
Shokz OpenFit Pro. (Sumber: Shokz)
Automotive30 Januari 2026, 16:20 WIB

Tesla Tak Lagi Produksi Model S dan Model X, Ada Apa?

Produksi kedua model tersebut akan dihentikan pada kuartal berikutnya.
Tesla Model X. (Sumber: Tesla)
Automotive30 Januari 2026, 15:50 WIB

Speedometer Assy Comb pada Suzuki Grand Vitara Bermasalah, Bisa Diganti Gratis

Suzuki mengadakan program Product Quality Update kaitannya dengan kendala tersebut.
Suzuki Grand Vitara.
Techno30 Januari 2026, 15:04 WIB

QCY Luncurkan MeloBuds N20, Ada 2 Warna dan Harganya Rp500 Ribuan

Earbud nirkabel hybrid NC Premium untuk pengalaman mendengarkan yang lebih baik.
QCY Melobuds N20. (Sumber: QCY)
Techno30 Januari 2026, 14:38 WIB

Garmin Apporach J1: Smartwatch GPS Khusus untuk Pegolf Junior

Jam tangan golf GPS pertama yang dilengkapi fitur-fitur yang berfokus pada pembelajaran dan peningkatan kemampuan.
Garmin Approach J1. (Sumber: Garmin)
Techno29 Januari 2026, 19:39 WIB

Samsung Hadirkan Galaxy Z Flip 7 Olympic Edition untuk Olimpiade Milano Cortina 2026

Atlet yang berkompetisi akan menerima perangkat Edisi Olympic yang dirancang khusus untuk meningkatkan pengalaman selama Olimpiade berlangsung.
Samsung Galaxy Z Flip 7 Olympic Edition. (Sumber: Samsung)
Travel29 Januari 2026, 19:20 WIB

Jelajahi Cagar Budaya Gua dan Sendang Surocolo di Perbukitan Pundong Bantul

Tempat ini belum banyak dikunjungi oleh wisatawan, jadi enggak ada salahnya untuk menengok lokasi bersejarah tersebut.
Sendang Surocolo yang ada di Seloharjo, Pundong, Kabupaten Bantul, DIY. (Sumber: Pemkab Bantul)