Techverse.asia - Alibaba mengumumkan sejumlah pencapaian penting sepanjang paruh pertama 2026. Capaian ini mencerminkan kemajuan berkelanjutan dalam strategi AI perusahaan, sekaligus memperkuat fondasi Alibaba untuk tumbuh di tengah lanskap AI yang terus berkembang.
Seiring semakin banyak perusahaan yang beralih dari tahap uji coba menuju adopsi AI yang lebih luas, Alibaba terus mempersiapkan operasional AI utamanya, dengan memperkenalkan pembaruan model, serta memperluas infrastruktur globalnya.
Saat ini, Alibaba Cloud telah mengoperasikan 105 availability zone di 32 wilayah di seluruh dunia untuk mendukung pelanggan di seluruh dunia melalui layanan AI dan cloud yang andal serta mampu berkembang sesuai kebutuhan.
Berkat kapabilitas full-stack yang mencakup chip proprietary, infrastruktur cloud, model fondasi, hingga aplikasi, Alibaba berada di posisi yang strategis untuk memimpin fase berikutnya dari adopsi AI.
Baca Juga: Spek dan Harga Vivo Y500 di Indonesia, Daya Tahan 8100mAh Ultra Nonstop
Pada Maret 2026, Alibaba membentuk Alibaba Token Hub. Business Group di bawah kepemimpinan Chief Executive Officer Eddie Wu. Grup bisnis ini menaungi Tongyi Laboratory, lini bisnis MaaS (Model-as-a-Service), Qwen Business Unit, Wukong Business Unit, dan AI Innovation Business Unit.
Pembentukan ATH menjadi langkah penting Alibaba dalam menggabungkan tim dan produk AI utamanya ke dalam satu payung. Grup bisnis ini dibentuk dengan satu misi utama, yaitu untuk menciptakan, menyalurkan, dan menerapkan token di seluruh ekosistem miliknya.
Pada Mei 2026, Alibaba memperkenalkan Qwen3.7-Max, large language model (LLM) generasi terbaru yang dirancang untuk mendukung agentic coding tingkat lanjut, penalaran (reasoning) kompleks, serta eksekusi tugas jangka panjang. Menurut Artificial Analysis, Qwen3.7-Max mengungguli sejumlah model terkemuka dari Tiongkok dan mampu menandingi sistem AI global papan atas.
Pada Juni 2026, Alibaba memperluas jajaran model AI-nya melalui peluncuran HappyHorse 1.1, model generasi video dengan peningkatan pada realisme gerak, konsistensi, dan kualitas visual.
Baca Juga: Alibaba Group Menjadi Mitra untuk Liga Champions Selama 5 Musim dan Euro 2028
Sejak HappyHorse 1.0 diperkenalkan pada April, model ini telah banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan kreatif, mulai dari pembuatan konten video pendek, periklanan, pemasaran brand, hingga sinematik gim.
Pada bulan yang sama, Alibaba juga memperkenalkan HappyOyster 1.0, interactive world model yang dihadirkan dengan kemampuan interaksi lingkungan yang lebih baik, kontrol yang lebih luas, serta alur cerita yang dapat diputar ulang.
Dengan kemampuan tersebut, HappyOyster 1.0 ini membantu mempercepat produksi film interaktif, gim, dan berbagai pengalaman visual.
Pada Januari 2026, Alibaba memperbarui Qwen App, aplikasi asisten AI untuk para konsumen yang mengintegrasikan layanan Taobao, Alipay, Fliggy, dan Amap ke dalam satu antarmuka percakapan (conversational interface) terpadu.
Melalui integrasi ini, pengguna dapat menjalankan berbagai kebutuhan secara lebih mulus, mulai dari belanja, pembayaran, perjalanan, hingga navigasi.
Baca Juga: Kian Meningkat, Kawasan Indo-Pasifik Hadapi Risiko Kecerdasan Buatan
Di ajang Mobile World Congress (MWC) Barcelona 2026, Alibaba memperkenalkan Qwen Glasses. Perangkat ini menghadirkan berbagai kecanggihan berbasis AI, seperti fitur penerjemahan secara real-time, perekaman berkualitas HD, transkripsi, identifikasi visual, dan pembayaran.
Di Tiongkok, para pengguna bahkan dapat memesan makanan dan memanggil layanan transportasi dengan hanya perintah suara. Pada bulan yang sama, Alibaba juga memperkenalkan Wukung Platform.
Platform agentic berstandar perusahaan ini dirancang untuk mendukung alur kerja bertahap yang kompleks, sekaligus menjadi solusi utama Alibaba dalam membantu perusahaan beroperasi secara lebih mandiri dan otonom.
Sebagai bagian dari komitmen infrastruktur AI senilai US$53 miliar, Alibaba memperluas jangkauan cloud globalnya melalui peluncuran pusat data baru di Jepang, Malaysia, Prancis, dan Meksiko. Dengan ekspansi ini, Alibaba Cloud kini mengoperasikan 105 availability zone di 32 wilayah di seluruh dunia.
Baca Juga: Alibaba Luncurkan SeaLLMs, Diklaim Saingan ChatGPT
Pusat data baru tersebut menghadirkan rangkaian layanan cloud computing berstandar perusahaan yang komprehensif, dengan infrastruktur cloud dan AI yang aman, dapat dikembangkan secara luas, dan tangguh untuk mendukung perjalanan inovasi digital pelanggan di seluruh dunia.
Dengan memprioritaskan faktor privasi dan kedaulatan data, infrastruktur ini dirancang untuk mematuhi kerangka regulasi dan standar lokal terkait keamanan siber, ketahanan, serta tata kelola data.

















