OJK: Transaksi Kripto di Indonesia Mencapai Rp482 Triliun Sepanjang 2025

Rahmat Jiwandono
Jumat 16 Januari 2026, 21:29 WIB
Ilustrasi kripto. (Sumber: freepik)

Ilustrasi kripto. (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Otoritas Jasa Keungan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto di Indonesia pada tahun lalu sebesar Rp482,23 triliun secara year-to-date (ytd). Nominal ini menunjukkan telah terjadi penurunan yang tergolong signifikan mencapai 25,9 persen dibandingkan dengan capaian pada 2024 lalu yang tembus mencapai Rp650,6 triliun.

Per Desember 2025, nilai transaksi tercatat sebesar Rp32,68 triliun, walau anjlok 12,22 persen kalau dibandingkan periode November 2025 yang mencapai Rp37,23 triliun. Meski mengalami penurunan, tapi dari aspek basis pengguna justru jumlah investor kripto di dalam negeri terus mengalami pertumbuhan.

Hingga November 2025, jumlah konsumen aset kripto terus menunjukkan peningkatan dari 19,08 juta pengguna pada Oktober 2025, menjadi 19,56 juta konsumen. Artinya, telah terjadi pertumbuhan sebesar 2,50 persen.

Baca Juga: Cellid Umumkan HJ1 AI Smart Glasses, Dikembangkan Bersama Foxconn

Lebih lanjut dari segi regulasi, sampai Desember 2025 OJK mencatat terdapat 1.373 aset kripto yang bisa diperdagangkan di Tanah Air. OJK pun telah memberi persetujuan perizinan terhadap sebanyak 29 entitas dalam ekosistem perdagangan aset kripto, yang terdiri atas satu bursa kripto, satu lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian, dua kustodian, dan 25 perdagangan aset keuangan digital (PAKD).

Tak hanya itu saja, OJK juga telah memberi persetujuan kepada tujuh lembaga penunjang, yang mencakup lima Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan dua Bank Penyimpanan Dana Konsumen (BPDK). OJK hingga sekarang masih memproses permohonan izin dari sejumlah calon pelaku usaha, termasuk dua kliring, dua bursa, dua kustodian, empat calon PKAD, dan dua PJP.

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi M. Ismail Riyadi menyampaikan mengenai perkembangan sektor inovasi teknologi sektor keuangan (ITSK). Per November 2025, penyelenggara ITSK telah menjalin sebanyak 1.317 kemitraan dengan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) serta mitra pendukung lainnya.

"Di periode yang sama, ITSK kategori PAJK mencatat total nilai transaksi sebesar Rp24,11 triliun ytd, dengan 16,01 juta pengguna di seluruh Indonesia," terangnya.

Baca Juga: Pasar Kripto Mengalami Penguatan, Ethereum dan Bitcoin Melesat

Sedangkan di sisi pengawasan industri keuangan digital, sepanjang tahun lalu, jawatannya telah menjatuhkan sanksi administratif kepada pelaku industri ITSK serta aset keuangan digital atas pelanggaran tertentu yang berlaku. Sanksi ini terdiri dari 33 denda administratif dengan nilai total mencapai Rp845 juta dan 37 peringatan tertulis.

"Kami berharap upaya penegakan kepatuhan dan pengenaan sanksi itu bisa mendorong para pelaku industri sektor aset keuangan digital meningkatkan aspek tata kelola yang baik, prinsip kehatian-hatian dan pemenuhan terhadap ketentuan yang berlaku sehingga pada akhirnya bisa berkinerja lebih bagus dan berkontribusi secara optimal," ujarnya.

Terpisah, merespons nilai transaksi kripto di Indonesia sepanjang 2025, Vice President Indodax Antony Kusuma berpandangan bahwa fluktuasi transaksi di atas merupakan sebuah siklus yang wajar. Dikatakannya, pergerakan naik-turun aktivitas perdagangan dipengaruhi oleh perubahan sentimen global serta kondisi makroekonomi.

Baca Juga: Reku Terima Penghargaan dari CFX, Beri Edukasi dan Inovasi Tentang Kripto

"Sepanjang tahun kemarin, perdagangan aset kripto tentunya tetap aktif. Fluktuasi mencerminkan respons pasar yang sehat terhadap dinamika global," katanya.

Indodax sendiri di tingkat industri mencatat volume transaksi kripto di pasar rupiah mencapai Rp201,2 triliun sepanjang 2025. Angka ini melesat 51,56 persen dari tahun sebelumnya yang ada di kisaran Rp132,6 triliun.

Atas dasar hal itu, Indodax menilai mampu mempertahankan posisinya sebagai bursa kripto terbesar di Indonesia, dengan pangsa pasar di atas 40 persen. "Pertumbuhan transaksi di pasar rupiah menunjukkan konsistensi minat investor domestik terhadap aset kripto. Investor dalam negeri juga masih aktif memanfaatkan aset kripto sebagai bagian dari strategi pengelolaan dana," imbuhnya.

Baca Juga: Akibat Bangkrut, Bappebti Resmi Hentikan Perdagangan Aset Kripto FTX

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Travel24 Juli 2026, 20:45 WIB

Hobi Jajan? Coba Kunjungi Enam Destinasi Kuliner Unik di Asia Tenggara

Di destinasi-destinasi tersebut kamu bisa merasakan kuliner tradisional.
Daerah Udon Thani, Tailan. (Sumber: Shutterstock)
Techno24 Juli 2026, 14:32 WIB

Samsung Galaxy Watch 9 Tersedia dalam 2 Ukuran, Ditenagai Prosesor Snapdragon Wear Elite

Galaxy Watch 9: Kesehatan Sehari-hari dengan Kenyamanan Sepanjang Hari dan Baterai Tahan Lama.
Samsung Galaxy Watch 9. (Sumber: null)
Automotive24 Juli 2026, 14:29 WIB

KIA Niro 2027 akan Mengandalkan Sistem Hybrid dengan Teknologi Anyar

Mobil bertenaga hibrida ini tersedia dalam tiga varian.
KIA Niro. (Sumber: null)
Techno24 Juli 2026, 13:11 WIB

Spotify Tambahkan Fitur Chatbot di Aplikasinya, Cuma Bisa Diakses Pelanggan Premium

Fitur Talk to Spotify memungkinkan pengguna membuat daftar putar dan mempelajari lagu dengan perintah suara.
Fitur Talk to Spotify. (Sumber: Spotify)
Lifestyle24 Juli 2026, 12:05 WIB

Perempuan Perlu Atur Stres Supaya Terhindar dari Autoimun

Tantangan dalam penanganan autoimun terdapat pada proses pengobatan dan pemahaman pasien terhadap penyakitnya.
ilustrasi autoimun. (Sumber: null)
Techno24 Juli 2026, 11:38 WIB

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Punya Kamera Ultrawide yang Lebih Tajam dan Baterai Jumbo

Ultra kini menjadi model unggulan dalam jajaran Z Fold yang terdiri dari dua model baru.
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra. (Sumber: Samsung)
Startup24 Juli 2026, 09:57 WIB

Ekspansi 1.300 Gerai, Kopi Kenangan Gandeng Privy untuk Digital Trust

Digital trust kini menjadi infrastruktur penting bagi industri ritel dan F&B, bukan sekadar alat tanda tangan elektronik.
Kopi Kenangan x Privy. (Sumber: ist)
Techno24 Juli 2026, 09:55 WIB

Polytron Audivo PHS 5B Hadirkan Audio Kelas Studio di Atas Meja Kerja

Menghidupkan Suasana Hiburan dan Sesi Kerja Panjang Sepanjang Hari.
Polytron Audivo PHS 5B. (Sumber: Polytron)
Techno23 Juli 2026, 16:30 WIB

Kacamata Pintar Samsung Resmi Meluncur, Kolaborasi dengan Gentle Monster dan Warby Parker

Samsung Membawa Ekosistem Galaxy ke Kacamata Sehari-hari.
Samsung x Google x Warby Parker. (Sumber: null)
Techno23 Juli 2026, 16:27 WIB

ASUS ROG Swift OLED PG27UCWM dan PG32UCWM Resmi Dilansir

Menampilkan teknologi OLED RGB Stripe sejati dengan OLED Care Pro, Dual Mode yang serbaguna, dan solusi efisiensi daya GaNFET untuk keseimbangan terbaik antara ketelitian dan kecepatan.
ROG Swift OLED PG27UCWM. (Sumber: ASUS)