Bybit 2026 Crypto Outlook Sebut Prospek Kripto Bertolak Belakang dengan Siklus 4 Tahunan

Rahmat Jiwandono
Kamis 08 Januari 2026, 14:02 WIB
Ilustrasi kripto (Sumber: freepik)

Ilustrasi kripto (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Bybit, bursa kripto terbesar kedua menurut volume perdagangan, baru-baru ini telah resmi menerbitkan 2026 Crypto Outlook, sebuah laporan riset perihal pelbagai faktor yang menentukan arah pasar aset digital sepanjanga tahun ini.

Bybit 2026 Crypto Outlook tersebut secara khusus mengulas Bitcoin dan pasar kripto, dan mencermati beberapa faktor pendorong utama dalam makro ekonomi serta beragam risiko.

Analisis ini didukung oleh data pasar derivatif, korelasi lintasaset, dinamika volatilitas, kondisi makro ekonomi global, hingga probabilitas berbasiskan instrumen options.

Laporan tersebut juga menilai perkembangan regulasi serta struktural, termasuk tren pemakaian aset digital oleh investor institusi dan faktor teknologi anyar, guna memahami arah pasar kripto ke depan.

Baca Juga: JBL Merilis 3 Headphone Gaming dari Lini Quantum untuk CES 2026

Siklus pasar kripto empat tahun - secara historis terkait dengan insiden halving Bitcoin dan tren penurunan harga setelahnya - masih menjadi kerangka utama dalam memahami pergerakan harga di tahun ini.

Analisis menunjukkan, walau siklus historis masih relevan, pengaruhnya kemungkinan kian berkurang seiring dengan meningkatnya peran kebijakan makro ekonomi, partisipasi institusi, dan struktur pasar dalam pembentukan harga.

Sedikitnya ada empat temuan penting dari Bybit 2026 Crypto Outlook ini. Pertama, sinyal dari pasar yang bersifat derivatif. Berdasarkan data pasar instrumen options yang dianalisis, probabilitas implisit terjadi sebesar 10,3 persen bahwa harga Bitcoin bisa tembus US$150 ribu atau sekitar Rp2,5 miliaran pada akhir 2026.

Laporan ini menandaskan bahwa angka itu mencerminkan harga pasar, bukan suatu prediksi, serta menunjukkan pasar instrumen options yang saat ini tengah cenderung konservatif apabila dibandingkan dengan kondisi makro serta regulasi yang lebih luas.

Baca Juga: Investasi Meningkat, Reku Hadirkan Fitur DCA Kripto dan Saham AS

Kedua, perkembangan struktural yang memengaruhi tren jangka panjang. 2026 Crypto Outlook mengidentifikasi tokenisasi aset dunia nyata sebagai struktural krusial pada tahun ini. Isu ini meneruskan ekspansi adopsi stablecoin oleh institusi resmi pada tahun lalu.

Selain itu, perhatian juga semakin tertuju kepada penguatan infrastruktur pasar kripto, termasuk upaya mengatasi risiko teknologi baru, seperti yang terkait dengan kemajuan komputasi kuantum.

Ketiga, lingkungan dinamika lintasaset dan makro. Laporan ini mencatat bahwa ekspektasi pasar bergerak menuju pelonggaran kebijakan moneter secara lebih lanjut oleh Bank Sentral Amerika Serikat. Hal ini berpotensi mendukung aset berisiko secara umum.

Tren harga Bitcoin akhir-akhir ini pun mengalami ketertinggalan dibandingkan Saham AS, dan laporan tersebut juga menyoroti peluangnya kembali korelasi positif antara Bitcoin dan indeks saham utama kalau kondisi makro tetap akomodatif.

Baca Juga: Bybit.eu: Platform Kripto Khusus untuk Pengguna di Benua Eropa

Keempat, beberapa risiko dari kebijakan dan peristiwa yang terjadi. Walau latar belakang pasar dinilai cukup konstruktif, Bybit 2026 Crypto Outlook menekankan pentingnya risiko kebijakan dan peristiwa tertentu.

Beberapa di antaranya adalah keputusan mendatang terkait dengan potensi diterbitkannya Strategy dari indeks saham utama sehingga bisa mempengaruhi sentimen pasar dan kemungkinan pengetatan kebijakan Bank Sentral Jepang pada paruh akhir tahun ini yang berpotensi memicu volatilitas di beragam kelas aset.

Sementara itu, mengenai prospek kripto tahun ini, kajian yang dilakukan oleh Bybit melalui laporan 2026 Crypto Outlook menyimpulkan bahwa meski siklus pasar, sentimen, dan volatilitas tetap menjadi karakter utama dari pasar kripto, interaksi antara faktor-faktor itu terus berkembang.

Meningkatnya partisipasi institusi, keterlibatan regulator, dan dukungan makro ekonomi bisa mendukung aset digital yang bergerak di luar pola historis, bahkan saat kondisi yang enggak menentu serta volatilitas masih menjadi.

Baca Juga: Penyebab Merosotnya Bitcoin Namun Masih Ada Potensi untuk Rebound

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Lifestyle10 Agustus 2026, 14:58 WIB

Shuiesha Luncurkan Manga Million: Pelantar Manga yang Punya 100 Bahasa

Nikmati Hampir 400 Judul, dalam 100 Bahasa, dengan 1 Juta Halaman, Gratis.
Manga Million.
Lifestyle10 Agustus 2026, 14:56 WIB

Beragam Manfaat Berlari bagi Tubuh Kita, Enggak Gampang Baper?

Tapi perlu ada beberapa hal yang diperhatikan sebelum melakukan olahraga ini.
Ilustrasi lari. (Sumber: freepik)
Techno10 Agustus 2026, 12:54 WIB

WhatsApp Web Sekarang Dapat Melakukan Panggilan Audio dan Video

Aplikasi perpesanan ini juga dilaporkan lagi menguji fitur folder baru untuk pesan dari perusahaan besar.
WhatsApp web memungkinkan melakukan panggilan audio dan video. (Sumber: Meta)
Techno10 Agustus 2026, 12:51 WIB

Viture Pro 2: Kacamata Pintar Berteknologi UltraClarity 3.0

Viture juga meluncurkan Mobile Dock Mini yang lebih ringkas.
Viture Pro 2. (Sumber: Viture)
Automotive10 Agustus 2026, 11:04 WIB

Wuling Cloud EV SE Resmi Mengaspal di Indonesia, Cek Harga dan Spek Lengkapnya

Dihadirkan dalam dua pilihan tipe yakni Lite dan Pro serta dibekali dengan jarak tempuh 360 kilometer.
Wuling Cloud EV SE.
Automotive10 Agustus 2026, 10:55 WIB

Daihatsu Terios Special Edition Cuma Tersedia 20 Unit, Berapa Harganya?

SUV Eksklusif Daihatsu yang hadir terbatas di GIIAS 2026.
Daihatsu Terios Special Edition. (Sumber: Daihatsu)
Techno10 Agustus 2026, 09:14 WIB

Redmi 17 Series Resmi Rilis Global, Ini Spesifikasi dan Harganya

Xiaomi Memperkenalkan Seri Redmi 17 dengan Baterai 7.500 mAh dan Layar Luas 6,9 Inci.
Redmi 17 Series. (Sumber: Xiaomi)
Techno10 Agustus 2026, 09:11 WIB

Roblox Family Zone: Ruang bagi Keluarga Indonesia untuk Menjelajah Bareng

Fitur ini sekarang sudah resmi tersedia di Indonesia saja.
Roblox Family Zone. (Sumber: Roblox)
Startup08 Agustus 2026, 11:20 WIB

McEasy Kantongi Pendanaan Seri B Sebesar Rp120 Miliar

Pendanaan ini bakal dipakai untuk melakukan ekspansinya ke wilayah Asia Tenggara.
Startup logistik McEasy. (Sumber: istimewa)
Techno08 Agustus 2026, 10:55 WIB

AGON Hadirkan 3 Monitor Gaming Baru, Dibekali Performa Laju Penyegaran Tiga Kali Lipat

Dengan fitur ini akan memudahkan untuk bermain gim dengan tuntutan tinggi.
Agon G4 Series. (Sumber: dok. AOC)