Harga Bitcoin Terus Melemah, Masihkah Tepat Beli Bitcoin?

Rahmat Jiwandono
Selasa 04 November 2025, 16:11 WIB
Ilustrasi Bitcoin.

Ilustrasi Bitcoin.

Techverse.asia - Pasar kripto masih dalam fase konsolidasi yang penuh tantangan. Bitcoin terus mengalami tekanan dengan penurunan 8,21% dalam sepekan terakhir ke level US$104 ribu atau sekitar Rp1,73 miliar per Selasa (4/11/2025) pascamengalami breakdown menembus level support US$108 ribu.

Sebelumnya Bitcoin menutup bulan Oktober dengan performa negatif untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir. Sejak mulai banyak diperdagangkan pada 2013, Bitcoin hanya membukukan performa harga negatif pada bulan Oktober sebanyak tiga kali yaitu pada 2014, 2018, dan 2025.

Sementara itu, beberapa altcoin mulai menunjukkan performa harga yang lebih stabil, khususnya di sektor AI dan RWA, namun secara umum altcoin masih mengalami tekanan harga yang signifikan dengan beberapa altcoin terbesar seperti ETH, XRP, BNB, SOL, LINK, DOGE, HYPE kompak anjlok lebih dari 5% dalam 24 jam terakhir.

Baca Juga: PayPal Rilis Layanan Agentic Commerce Guna Mendukung Belanja Bertenaga AI

Analis Reku Fahmi Almuttaqin menilai pelemahan di pasar kripto ini diakibatkan kondisi likuiditas pasar yang semakin ketat di tengah berkembangnya sentimen risk-off pasca paparan The Fed terkait masih relatif tidak pastinya pemangkasan suku bunga di Desember nanti.

“Dengan kombinasi likuiditas ketat dan gejolak makro, terlebih di tengah kondisi shutdown Pemerintah AS, Bitcoin sebagai aset risk-on mengalami tekanan yang cukup serius,” katanya.

Namun, indikator puncak bull market yang dikompilasi oleh Glassnode menunjukkan sinyal 100% hold dengan belum ada satupun dari 30 metriks yang digunakan telah mengonfirmasi bahwa siklus bullish Bitcoin telah berakhir. Artinya menurut indikator tersebut, Bitcoin saat ini belum mencapai level harga puncaknya pada siklus kali ini.

“Akan tetapi, terdapat tujuh metriks dalam kompilasi 30 indikator tersebut yang saat ini telah memiliki progres ketercapaian lebih dari 70%, di mana ketercapaian 100% mengindikasikan kondisi yang biasanya menjadi puncak dari fase bullish Bitcoin dalam suatu siklus,” katanya.

Baca Juga: Harga Emas Alami Penurunan Terbesar dalam 5 Tahun, Gimana Nasib Bitcoin?

Menurutnya, Bitcoin saat ini memasuki zona distribusi awal dalam siklus jangka menengahnya di mana para investor khususnya yang berada dalam kondisi profit, merealisasikan profit tersebut di tengah meningkatnya ketidakpastian ke depan.

“Meskipun kondisi ini belum mengindikasikan telah tercapainya level harga puncak siklus, dan potensi kenaikan lanjutan masih sangat terbuka, investor konservatif mungkin akan lebih memilih untuk mengamankan posisi sambil menunggu kejelasan lebih dari faktor-faktor yang dapat mendukung pertumbuhan instrumen risk-on seperti Bitcoin,” terangnya.

Namun, di tengah sentimen yang berkembang tersebut, Reku melihat fenomena menarik di mana jumlah Bitcoin yang ada di bursa perdagangan terpusat atau centralized exchange justru mengalami penurunan. Ini artinya, lebih banyak Bitcoin yang ditarik dari exchange oleh pemiliknya untuk disimpan dibandingkan Bitcoin yang dikirim ke exchange untuk dijual.

“Kondisi ini mensinyalir potensi dapat semakin meningkatnya nilai kelangkaan Bitcoin yang membuatnya semakin bernilai sebagai aset investasi jangka panjang,” lanjutnya.

Baca Juga: Upbit Indonesia Soroti Tren Investasi Kripto

Terlepas dari penurunan harga yang terjadi, beberapa indikator di atas mengindikasikan bahwa Bitcoin masih menjadi salah satu aset yang menjanjikan potensi menarik bagi investor jangka menengah-panjang. Ini didukung oleh tren akumulasi dan narasi cadangan aset institusional yang masih kuat.

Sementara bagi traders atau investor yang ingin masuk ke pasar kripto sekarang untuk memanfaatkan potensi rebound, situasi ini bisa menjadi prospek menarik meskipun dengan risiko yang cukup tinggi.

”Perlu diingat juga bahwa pada struktur pasar yang ada saat ini, likuiditas dan narasi makro mungkin masih akan memainkan peran besar ke depan. Selain Bitcoin, altcoin pun juga memiliki potensi menarik. Kekuatan harga altcoin-altcoin seperti di sektor AI dan RWA khususnya dalam beberapa hari terakhir ini menyoroti kepercayaan diri investor yang cukup tinggi di sektor-sektor strategis tersebut,” paparnya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive29 Juli 2026, 15:59 WIB

Manson Cheung Siap Hadir di IMX 2026

Dia adalah Sosok di Balik Kolaborasi Ikonik Pop Culture Hingga Hot Wheels Formula 1 Collection.
HWCCI x IMX Dinner. (Sumber: istimewa)
Techno29 Juli 2026, 15:28 WIB

Alasan Kecerdasan Buatan akan Menentukan Masa Depan Geopolitik Dunia

Pesatnya perkembangan AI juga akan berdampak terhadap konstelasi politik dunia.
(ilustrasi) kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) (Sumber: Freepik)
Startup29 Juli 2026, 14:07 WIB

East Ventures Sebut Talenta Muda Jadi Kunci Kemajuan Indonesia di Era AI

Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam membangun fondasi digitalnya.
Ilustrasi talenta digital muda. (Sumber: East Ventures)
Techno29 Juli 2026, 14:05 WIB

Palo Alto Networks Ungkap Identitas Mesin Kini Melampaui Jumlah Identitas Manusia

Dengan semakin pesatnya adopsi AI agentik, tool identitas yang terfragmentasi menciptakan kesenjangan tata kelola yang tidak mampu ditangani oleh arsitektur keamanan tradisional.
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). (Sumber: istockphoto)
Travel29 Juli 2026, 12:08 WIB

The St. Regis Bali Gelar Jack's Club Mulai Juli-September 2026, Suguhkan Musik Jazz

Pengunjung dapat menikmati musik jazz sekaligus makanan atau minuman khas yang fancy.
Jack's Club hadir di The St Regis Bali. (Sumber: ist)
Techno29 Juli 2026, 11:34 WIB

Qualcomm akan Segera Menaikkan Harga Mulai 1 September 2026

Kenaikan harga akan diterapkan pada prosesor yang dikirim setelah tanggal tersebut.
Qualcomm. (Sumber: Getty Images)
Lifestyle29 Juli 2026, 09:53 WIB

Ryan Gosling Bakal Membintangi Film Ghost Rider, Tayang 2028?

Sementara itu, Black Panther III akan tayang pada tanggal 15 Desember 2028.
Ryan Gosling akan memainkan karakter Ghost Rider. (Sumber: Marvel Studio)
Techno29 Juli 2026, 09:51 WIB

Oppo A6c: Ponsel Entry Level dengan Baterai 7000mAh

Perangkat ini memiliki dua varian memori.
Oppo A6c. (Sumber: Oppo)
Techno28 Juli 2026, 16:15 WIB

ASUS ExpertBook P5 G2 Resmi Dijual di Indonesia, Beda Varian Beda Harga

Gawai ini diposisikan sebagai solusi ideal bagi profesional yang membutuhkan performa AI kuat, portabilitas tinggi, serta keandalan bisnis dalam satu paket.
ExpertBook P5 G2. (Sumber: ASUS)