Techverse.asia – Perusahaan teknologi logistik Kargo Technologies baru-baru ini berhasil menutup putaran pembiayaan berupa convertible note senilai US$7 juta atau setara dengan Rp123,8 miliar.
Dana tersebut diperoleh pada akhir Juli 2026 dengan partisipasi dari AC Ventures dan Cathay Venture. Langkah ini menjadi jembatan penting bagi perusahaan untuk memperkuat posisi di tengah persaingan industri logistik yang semakin ketat.
Baca Juga: Kargo Technologies Raih Pendanaan Rp144 Miliar, Ada AirAsia Ikut Andil
Kargo Technologies dikenal sebagai platform digital yang menghubungkan pemilik barang dengan penyedia jasa angkutan truk. Sejak berdiri, perusahaan terus mengembangkan sistem pencocokan muatan secara real-time, pelacakan pengiriman, serta integrasi data untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok.
Kini fokus mereka bergeser ke arah elektrifikasi armada sebagai bagian dari komitmen terhadap logistik yang lebih ramah lingkungan. Suntikan modal baru ini direncanakan terutama untuk memperluas penggunaan kendaraan listrik dalam operasional sehari-hari.
Perusahaan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah produsen kendaraan listrik seperti Foton, JAC, Wuling, dan VKTR. Target jangka pendek mencakup peningkatan jumlah unit EV yang beroperasi, sementara visi jangka panjang menargetkan peralihan ribuan unit truk menuju sistem bertenaga listrik dalam satu dekade ke depan.
Baca Juga: McEasy Kantongi Pendanaan Seri B Sebesar Rp120 Miliar
Selain aspek lingkungan, elektrifikasi juga dipandang sebagai cara untuk menekan biaya operasional jangka panjang. Biaya bahan bakar fosil yang fluktuatif menjadi tantangan klasik bagi pelaku logistik.
Dengan armada listrik, perusahaan berharap dapat memberikan kepastian biaya yang lebih baik kepada klien korporasi. Beberapa perusahaan besar di sektor e-commerce dan pengiriman cepat sudah mulai memanfaatkan layanan armada hijau milik Kargo.
Platform Kargo sendiri terus dikembangkan agar mampu menangani kompleksitas operasional di Indonesia yang memiliki ribuan pulau dan infrastruktur yang beragam. Fitur-fitur seperti penjadwalan otomatis, monitoring emisi, serta laporan karbon footprint menjadi nilai tambah yang ditawarkan kepada pelanggan.
Baca Juga: Perusahaan Startup Kargo Drone Dronamics Dapat Pendanaan Praseri A
Data yang dikumpulkan dari setiap perjalanan juga dimanfaatkan untuk mengoptimalkan rute dan mengurangi waktu tempuh yang tidak perlu. Keputusan investor untuk kembali mendukung Kargo mencerminkan keyakinan terhadap potensi sektor logistik digital di Indonesia.
AC Ventures yang sudah lama aktif di ekosistem startup tanah air bersama Cathay Venture dari Taiwan melihat peluang besar dalam transformasi hijau yang sedang berlangsung. Modal yang masuk akan digunakan tidak hanya untuk pengadaan kendaraan, tetapi juga pengembangan teknologi pendukung serta perluasan jaringan kemitraan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kargo telah membangun jaringan truk yang cukup luas dan melayani ratusan klien enterprise. Pertumbuhan volume pengiriman yang stabil menjadi fondasi bagi ekspansi berikutnya. Perusahaan juga membuka peluang kemitraan dengan lembaga pembiayaan agar pengemudi atau operator armada lebih mudah mengakses kendaraan listrik melalui skema yang terjangkau.
Baca Juga: Raindo United Services, Maskapai Kargo Berbasis Startup Digital Pertama di Indonesia
Tantangan tetap ada, mulai dari ketersediaan infrastruktur pengisian daya hingga adaptasi pengemudi terhadap teknologi baru. Namun, manajemen optimistis bahwa dukungan modal kali ini mampu mempercepat proses adaptasi tersebut. Mereka yakin bahwa logistik berbasis listrik akan menjadi standar baru di Asia Tenggara dalam waktu tidak terlalu lama.
Dengan pendanaan ini, Kargo Technologies semakin kokoh sebagai salah satu pemain utama yang mendorong digitalisasi sekaligus keberlanjutan di industri angkutan barang Indonesia. Langkah mereka diharapkan dapat menginspirasi pelaku lain untuk ikut beralih ke model operasional yang lebih efisien dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.