Techverse.asia - PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) melaporkan hasil keuangan yang kuat untuk tahun fiskal 2025, yang mencerminkan eksekusi operasional dan penggunaan modal IPO yang disiplin.
Baca Juga: Resmi! Fore Coffee Umumkan Penawaran Umum Perdana Saham di BEI
Perusahaan mencatat peningkatan laba bersih sebesar 55 persen secara tahunan menjadi Rp90,1 miliar, bersamaan dengan peningkatan EBITDA sebesar 58 persen menjadi Rp300 miliar. Pendapatan tumbuh 44 persen secara tahunan menjadi Rp1,5 triliun, sementara margin EBITDA meningkat menjadi 20 persen, naik dari 18,3 persen pada tahun sebelumnya.
Kinerja ini menunjukkan bisnis yang berkembang sambil tetap mengendalikan profitabilitas, kombinasi yang relatif berbeda dalam lanskap makanan dan minuman konsumen di Indonesia.
Pendorong utama pertumbuhan adalah perluasan jaringan Fore Coffee yang berkelanjutan. Perusahaan menambahkan lebih dari 90 gerai pada tahun lalu, dengan lebih dari 60 gerai dibuka setelah IPO pada bulan April. Hal ini menjadikan total jumlah gerai menjadi 316 lokasi pada akhir tahun, mewakili peningkatan 37 persen dari 231 gerai pada 2024.
Baca Juga: Tencent Menjadi Mitra Baru untuk Program Climate Impact Innovations Challenge 2026
Yang penting, kecepatan dan urutan ekspansi mencerminkan pendekatan terukur terhadap penggunaan modal. Peluncuran pasca-IPO selaras dengan penggunaan hasil IPO yang dinyatakan oleh manajemen, dengan modal diarahkan untuk ekspansi gerai dan peningkatan skala operasional daripada inisiatif pertumbuhan jangka pendek.
Di luar bisnis kopi intinya, Fore telah mulai berekspansi ke kategori terkait. Peluncuran Fore Donut pada akhir tahun 2025 menandai masuknya perusahaan ke penawaran makanan dan minuman yang lebih luas. Gerai awal di Tangerang dan Jakarta Selatan diikuti oleh ekspansi berkelanjutan, dengan tujuh lokasi beroperasi pada Maret 2026.
Daya tarik awal menunjukkan bahwa merek tersebut beresonansi dengan konsumen, memberikan jalur untuk pertumbuhan bertahap sambil memanfaatkan ekuitas merek dan infrastruktur operasional yang ada. Langkah ini mencerminkan strategi yang lebih luas untuk membangun platform konsumen multi-format, daripada bisnis kategori tunggal.
IPO Fore sendiri telah dilakukan pada April 2025 berhasil mengumpulkan sekitar Rp353 miliar, dengan hasil bersih lebih dari Rp337 miliar dialokasikan untuk perluasan jaringan dan modal kerja. Perusahaan telah menguraikan rencana untuk mengembangkan hingga 140 gerai Fore Coffee baru dan 30 gerai Fore Donut, bersamaan dengan investasi berkelanjutan dalam operasional.
Baca Juga: Kopi Kenangan Bakal Meluncur ke Bursa Saham?
Seperti diketahui, perusahaan rintisan ini juga berencana mengalokasikan dana IPO ke tiga area utama antara lain anggaran sekitar Rp275 miliar untuk memperluas jaringan kedai kopi, dengan target membuka 140 gerai baru di seluruh Indonesia selama dua tahun ke depan.
Lalu, sekitar Rp60 miliar untuk ekspansi vertikal melalui peluncuran bisnis gerai donat melalui anak perusahaannya, dan sekitar Rp44 miliar untuk mendukung kebutuhan modal kerja operasional startup di sektor F&B kopi ini.
Fore Coffee menerapkan strategi pertumbuhan yang didasarkan pada data dan riset pasar yang komprehensif, yang dijalankan oleh tim pengembangan bisnis internal. Didirikan pada 2018, Fore beroperasi dalam segmen yang didefinisikan sebagai "premium terjangkau", memposisikan diri di antara penawaran pasar massal dan kopi spesial dengan harga lebih tinggi.
Baca Juga: Toko Kopi Tuku x Dendy Darman Resmikan Kedai Pertamanya di Bandung
Model ini telah terbukti dapat diskalakan, didukung oleh kombinasi pen positioning merek, konsistensi produk, dan standardisasi operasional. Perusahaan kini beroperasi di lebih dari 50 kota di Indonesia dan Singapura.
Pada tingkat produk, Fore terus menekankan pengadaan lokal melalui penawaran seperti minuman berbasis gula aren dan kopi yang bersumber langsung dari petani Indonesia. Hal ini tidak hanya mendukung ketahanan rantai pasokan tetapi juga selaras dengan preferensi konsumen yang terus berkembang.