IHSG Anjlok, Ini Momen yang Tepat untuk Membeli Saham

Rahmat Jiwandono
Rabu 09 April 2025, 18:30 WIB
Ilustrasi saham. (Sumber: freepik)

Ilustrasi saham. (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Pasar saham Indonesia saat ini sedang bergejolak. Setelah mengalami penurunan tajam beberapa waktu lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih belum menunjukkan pemulihan yang stabil. Sentimen global yang negatif, harga komoditas yang melemah, hingga tren inflasi semakin menambah ketidakpastian.

Kepala Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) I Wayan Nuka Lantara menyampaikan, kondisi saat ini tetap bisa dimanfaatkan investor pemula untuk belajar berinvestasi. Namun, ia menekankan pentingnya sikap bijak dalam mengelola keuangan pribadi.

“Sekarang ini sebenarnya justru bisa jadi waktu yang bagus untuk masuk, karena harga saham sedang diskon. Tapi bukan berarti asal beli. Pilih yang fundamentalnya kuat dan masa depannya masih cerah,” ujarnya pada Rabu (9/4/2025).

Baca Juga: Film Hollywood Bakal Dilarang Beredar di China Imbas Kebijakan Tarif Trump?

Menurut Wayan, sebelum memulai investasi, masyarakat harus memastikan kebutuhan konsumsi terpenuhi, memiliki dana darurat yang cukup, baru kemudian mengalokasikan dana untuk investasi. Ia menyinggung istilah ‘mantap’ atau makan tabungan yang saat ini tengah marak.

“Kalau tabungan tipis dan pemula melakukan investasi tanpa dikalkulasikan, akan jebol juga,” terangnya.

Ia mengingatkan bahwa investasi bukan soal keberuntungan atau tren sesaat. Terlebih lagi, dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil, keputusan emosional yang hanya ingin memburu cuan justru bisa memperbesar risiko.

“Jangan sampai keinginan untuk untung besar membuat orang mengorbankan prinsip dasar. Punya penghasilan Rp10 juta tapi Rp9 juta diinvestasikan semua, bahkan sampai berani pinjam, itu sangat tidak disarankan,” kata dia.

Baca Juga: Inflasi Inti Mereda, Pasar Kripto dan Saham AS Kompak Menghijau

Wayan juga menyoroti anomali pasar terkait dengan produk investasi belakangan ini. Contohnya harga emas yang sempat naik, tetapi kemudian turun lagi di tengah pelemahan ekonomi global. Ia juga menyebut jatuhnya nilai Bitcoin dan saham teknologi di Amerika Serikat yang turut anjlok dengan portofolio merah di berbagai tempat.

Fenomena ini, menurutnya, menunjukkan bahwa pola-pola lama tidak lagi bisa dijadikan patokan mutlak. Meski penuh ketidakpastian, ia berpendapat investasi tetap penting untuk menjaga daya beli dalam jangka panjang.

Jika uang hanya disimpan untuk konsumsi, nilainya akan terus tergerus oleh inflasi. “Satu-satunya cara membangun ‘sekoci’ masa depan ya tetap lewat investasi,” katanya

Baca Juga: Peneliti Bilang Sistem Ekonomi Restoratif Cocok untuk Diterapkan di Indonesia

Mengingat investasi adalah produk jangka panjang dalam hitungan tahun, ia memberikan ramalan tren pasar setidaknya untuk tiga bulan ke depan. Berdasarkan analisa pengamatan, dia tidak melihat adanya sinyal positif yang kuat, bahkan cenderung mengarah pada pesimisme.

Tidak ada satupun insentif yang menunjukkan adanya optimisme. Jika sentimen tersebut tidak berhenti, kondisi ini membahayakan. Oleh sebab itu, ia mendorong pemerintah melakukan pengkajian fundamental dan pemetaan ulang terhadap sektor ekspor nasional yang masih bertumpu pada komoditas seperti batubara dan nikel.

“Kita perlu segera mencari celah baru di tengah tekanan global,” imbuhnya.

Adapun beberapa faktor yang menyebabkan jebloknya IHSG dalam negeri. Misal, perang dagang yang terus digencarkan oleh Presiden AS Donald Trump dengan banyak negara, termasuk Indonesia yang terkena tarif impor sebesar 32 persen oleh AS.

Baca Juga: 5 Tips Terhindar dari Saham Gorengan, Jangan Mudah Terpengaruh Rumor Pasar

Investor-investor yang keluar dari pasar global lantaran banyak ketidakpastian akibat perang dagang itu. Sehingga dampaknya adalah peningkatan inflasi dan memperlambat ekonomi Negeri Paman Sam.

Faktor lainnya yaitu Rusia yang menolak gencatan senjata dengan Ukraina. Padahal Donald Trump telah mengajukan tawaran untuk kedua negara ini. Hal ini pun dapat menyebabkan gangguan lebih lanjut terkait dengan sektor logistik di Laut Hitam.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Lifestyle22 Januari 2026, 17:16 WIB

Tumi Rilis Koleksi Alpha Generasi Baru, Tersedia 4 Produk

Dalam kampanye ini Lando Norris dan Wei Daxun ditunjuk masing-masing menjadi Duta Merek Global dan Asia Pasifik.
Pembalap F1 Lando Norris berpose dengan tas Tumi Double Expansion Duffel. (Sumber: Tumi)
Techno22 Januari 2026, 16:26 WIB

Tarif Langganan Spotify Premium di 3 Negara Ini akan Naik Mulai Februari 2026

Kenaikannya diperkirakan mencapai hampir Rp17 ribuan atau setara dengan US$1.
Spotify. (Sumber: freepik)
Automotive22 Januari 2026, 15:05 WIB

Yamaha Tmax Diniagakan di Indonesia, Varian Termahal Harganya Rp475 Juta

Skuter matik ini hadir dengan kapasitas mesin besar, ideal untuk pengendaraan harian.
Yamaha model Black Max edisi 25th Anniversary. (Sumber: Yamaha)
Techno22 Januari 2026, 14:12 WIB

Motorola Luncurkan Moto Sound Flow dan Moto Tag 2

Speaker nirkabel dan pelacak Bluetooth tersebut masing-masing dijual seharga Rp3,9 juta dan Rp780 ribu.
Motorola Moto Sound Flow. (Sumber: Motorola)
Lifestyle22 Januari 2026, 13:11 WIB

Cortis Resmi Didapuk sebagai Friends of the NBA

Mereka Akan Menjadi Grup K-Pop Pertama yang Tampil di NBA All-Star.
Boyband K-pop Cortis x NBA. (Sumber: NBA & BIGHIT MUSIC)
Techno22 Januari 2026, 12:48 WIB

Redmi Buds 8 Lite: Earbud Entry Level Seharga Rp450 Ribuan

Earbud baru ini memiliki tiga pilihan warna yang menarik.
Redmi Buds 8 Lite. (Sumber: Xiaomi)
Automotive22 Januari 2026, 12:19 WIB

Aplikasi Motorku X Memungkinkan Beli Baru dan Tukar Tambah Motor Honda

Begini langkah-langkah yang harus dilakukan konsumen baik yang mau tukar tambah atau pesan sepeda motor Honda anyar.
Aplikasi Motorku X.
Techno22 Januari 2026, 12:02 WIB

Edifier M90 Resmi Diperkenalkan, Desainnya Cocok untuk Berbagai Ruangan

Cek lebih lanjut mengenai fitur utama dan spesifikasinya.
Edifier M90. (Sumber: Edifier)
Techno21 Januari 2026, 21:27 WIB

Resmi Direvisi, Netflix Siap Bayar Tunai kepada Warner Bros Discovery

Netflix merevisi tawaran untuk membayar tunai sepenuhnya kepada WBD guna menangkis tawaran Paramount.
Ilustrasi Netflix.
Startup21 Januari 2026, 19:08 WIB

Merambah Pasar Indonesia, ElectGo Hadirkan Lokapasar Berbasis AI

Keberadaan e-commerce ini diharapkan memudahkan proses pengadaan produk industrial.
ElectGo. (Sumber: dok. electgo)