Kasus Influenza A di Indonesia Bertambah, Yuk Kenali Gejalanya

Rahmat Jiwandono
Selasa 04 November 2025, 16:32 WIB
Ilustrasi virus Influenza A.

Ilustrasi virus Influenza A.

Techverse.asia - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan adanya peningkatan signifikan kasus influenza tipe A di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir, mencapai kenaikan hingga 38 persen. Lonjakan ini dipicu oleh cuaca ekstrem, meningkatnya mobilitas masyarakat pascapandemi Covid-19, serta tingginya kemampuan virus untuk bermutasi.

Baca Juga: Waspada Penularan Virus Nipah: Kemenkes Minta Pengawasan Perbatasan, Lalu-lintas Orang dan Barang

Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan karena influenza tipe A dikenal lebih agresif dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius dibandingkan tipe lainnya.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Fitria Nurul Hidayah, menjelaskan bahwa influenza tipe A merupakan varian yang paling sulit dikendalikan karena tingkat mutasinya yang tinggi.

“Di antara varian influenza, A, B, C, dan D, tipe A adalah yang paling berat gejalanya pada manusia dan paling menantang untuk dikendalikan karena banyaknya mutasi virus. Contoh infeksi virus influenza tipe A adalah H5N1 atau flu burung, yang sempat merebak dan menular dari hewan ke manusia,” katanya, Selasa (4/11/2025).

Dokter di RS AMC Muhammadiyah ini mengungkapkan bahwa saat ini virus subtipe H3N2 menjadi dominan dalam kasus influenza tipe A di Indonesia. Meski penyakit ini dapat menyerang semua kelompok usia, terdapat kelompok masyarakat yang lebih berisiko mengalami komplikasi berat.

Baca Juga: Rayakan Kemenangan Tim Baseball Los Angeles Dodgers, New Era Luncurkan Koleksi Spesial

Mereka antara lain lanjut usia (lansia), anak-anak di bawah dua tahun, serta penderita penyakit kronis, termasuk gangguan jantung, paru, ginjal, maupun individu dengan sistem imun rendah akibat kanker, HIV/AIDS, atau terapi imunosupresif.

Influenza A bukan sekadar flu biasa. Pada kelompok rentan, infeksi ini bisa menyebabkan pneumonia, gagal napas, peradangan jantung, bahkan kematian. Oleh karena itu, penting bagi keluarga untuk memahami siapa yang termasuk kelompok risiko dan memastikan mereka mendapat perlindungan optimal,” katanya.

Gejala influenza tipe A, lanjutnya, pada umumnya lebih berat dibandingkan flu biasa dan dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh. Penderita biasanya mengalami demam tinggi (hingga 40 derajat Celcius), menggigil, nyeri otot, sakit kepala hebat, serta kelelahan ekstrem.

Baca Juga: Ratusan Mahasiswa di Bandung Terjangkit HIV, Gejalanya Mirip Flu

Gejala pada sistem pernapasan dapat berupa batuk, sakit tenggorokan, suara serak, dan hidung tersumbat atau berair. Beberapa pasien juga dapat mengalami mual, muntah, dan diare, terutama anak-anak. Keluhan seperti nyeri dada ringan dan mata terasa nyeri atau berair juga sering muncul.

“Bila gejala tidak membaik dalam beberapa hari, masyarakat sebaiknya segera memeriksakan diri untuk mendapatkan penanganan medis,” tambahnya.

Dia menegaskan bahwa pencegahan merupakan kunci utama dalam menekan penyebaran influenza tipe A. Ia merekomendasikan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok berisiko tinggi.

Baca Juga: Banyak Konsumsi Vitamin Bisa Jadi Ancaman Nyata bagi Kesehatan Saraf

Selain itu, penting juga untuk menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk, memakai masker di area ramai, serta memperkuat daya tahan tubuh melalui pola makan seimbang, tidur cukup, dan olahraga teratur juga menjadi langkah penting.

“Masyarakat tidak perlu panik. Pola peningkatan kasus influenza A memang terjadi secara periodik akibat mutasi virus yang cepat. Namun dengan langkah pencegahan yang tepat dan pemeriksaan medis bila gejala berat muncul, risiko dapat ditekan secara efektif,” ujarnya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive29 April 2026, 18:21 WIB

Wuling Resmi Umumkan Harga untuk Eksion, Hadir dengan 2 Varian

SUV 7-seater terbaru Wuling yang memadukan Superior Comfort, Ultra-high Efficiency, dan Versatile Safety.
Wuling Eksion.
Automotive29 April 2026, 17:48 WIB

Pre-order Omoway Omo X di Indonesia Resmi Dibuka, Tersedia 2 Varian

Sepeda motor listrik dibanderol mulai dari Rp44,5 juta plus subsidi eksklusif Rp9 juta dan garansi baterai 7 tahun.
Omoway Omo X.
Techno29 April 2026, 17:16 WIB

Huawei FreeBuds Pro 5 Dijual di Indonesia, Ada 4 Kelir

TWS tersebut resmi diluncurkan dengan peredam bising aktif dan audio lossless.
Huawei FreeBuds Pro 5. (Sumber: Huawei)
Techno29 April 2026, 16:01 WIB

Sennheiser Meluncurkan Headphone HD 480 Pro dengan Desain Tertutup

Respons frekuensi rendah yang akurat dan kenyamanan maksimal untuk perekaman dan pemantauan profesional.
Sennheiser HD 480 Pro. (Sumber: Sennheiser)
Techno29 April 2026, 15:36 WIB

Instagram Sedang Menguji Instants, Aplikasi Berbagi Foto yang akan Menghilang

Instants meluncurkan aplikasi baru di Italia dan Spanyol minggu lalu.
Bocoran aplikasi Instants yang tengah digodok Instagram. (Sumber: Meta)
Techno29 April 2026, 14:20 WIB

Harga dan Spesifikasi Infinix GT 50 Pro, Dibekali Mechanical Light Waves

Gawai ini memperkenalkan Arsitektur Pendinginan Cair HydroFlow, mesin termal khusus yang dirancang untuk mengatasi masalah panas berlebih.
Infinix GT 50 Pro. (Sumber: Infinix)
Lifestyle29 April 2026, 13:43 WIB

Casio G-LIDE Hadir dengan Fitur Pemantauan Detak Jantung dan Grafik Pasang Surut

Jam Tangan G-LIDE Sangat Cocok untuk Olahraga Ekstrem.
Casio G-LIDE GBX-H5600 tersedia dalam dua warna. (Sumber: Casio)
Lifestyle29 April 2026, 13:06 WIB

Survei: 56% Karyawan Enggak Punya Dana Darurat

Stres Finansial Jadi “Biaya Tersembunyi” Perusahaan.
Ilustrasi dana darurat. (Sumber: bank jago)
Techno28 April 2026, 18:54 WIB

Sony Inzone M10S II: Monitor Gaming QHD untuk Gim FPS

Monitor ini dikembangkan bersama tim e-sports ternama global, Fnatic.
Sony Inzone M10S II. (Sumber: Sony)
Startup28 April 2026, 18:38 WIB

Bybit Beri Modal Seri A ke Hata Sebesar US$ 8 Juta, Ini 3 Fokus Utamanya

Pendanaan tersebut juga melibatkan sejumlah family office global yang berfokus pada sektor teknologi dan pasar keuangan di Asia Tenggara.
Para pendiri startup Hata. (Sumber: istimewa)