Banyak Konsumsi Vitamin Bisa Jadi Ancaman Nyata bagi Kesehatan Saraf

Rahmat Jiwandono
Jumat 01 Agustus 2025, 21:34 WIB
Ilustrasi vitamin. (Sumber: freepik)

Ilustrasi vitamin. (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Belakangan ini, kasus keracunan akibat konsumsi suplemen vitamin dosis tinggi kembali mencuat. Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah kasus di Australia, yang melibatkan dua produk terkenal dari merek Blackmores, yakni Blackmores Super Magnesium+ dan Blackmores Ashwagandha+.

Keduanya diduga mengandung vitamin B6 dalam dosis tinggi yang berpotensi menimbulkan efek toksik. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa semakin banyak vitamin dikonsumsi, maka tubuh akan semakin sehat.

Padahal, konsumsi suplemen secara berlebihan, terutama yang berbahan sintesis justru berisiko menimbulkan gangguan kesehatan serius.

Baca Juga: Harga dan Spesifikasi Lengkap Seres 3, Bisa Jangkau Jarak 412 Km

Pakar Kedokteran Keluarga dan Kesehatan Global Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr. April Imam Prabowo, DTMH, MFM(Clin), menegaskan bahwa tubuh manusia memang membutuhkan 13 jenis vitamin esensial: vitamin A, C, D, E, K, serta delapan jenis vitamin B (B1 hingga B12).

Namun, cara tubuh menyerap dan menyimpannya berbeda-beda. Menurutnya, vitamin A, D, E, dan K bersifat larut lemak, sehingga kelebihannya akan disimpan dalam hati, jaringan lemak, dan otot untuk waktu yang lama.

"Sementara vitamin B dan C larut dalam air, sehingga kelebihannya umumnya akan dikeluarkan melalui urine, kecuali B12 yang dapat disimpan dalam hati hingga bertahun-tahun," jelasnya, Jumat (1/8/2025).

Masalah muncul ketika seseorang mengonsumsi vitamin sintetis dalam dosis berlebih, khususnya vitamin B6. Tubuh tidak mampu membuang vitamin B6 sintetis secara efisien seperti halnya vitamin B6 alami.

Baca Juga: Rambut Rontok Karena Kurang Vitamin D? Mahasiswa UB Ciptakan Permen Gummy Dari Daun Kelor dan Mangkokan

“Kebutuhan harian vitamin B6 untuk orang dewasa hanya sekitar 1,3 hingga 1,7 mg. Namun, ada suplemen yang mengandung puluhan kali lipat dari angka tersebut,” ujarnya.

Penumpukan vitamin B6 sintetis yang berlebihan dapat memicu gangguan sistem saraf tepi. Jika vitamin B6, yang larut air, saja bisa menyebabkan kerusakan, maka akumulasi vitamin A, D, E, dan K, yang larut lemak, berisiko lebih besar karena disimpan lebih lama dalam tubuh.

Fakta tersebut membuktikan bahwa konsumsi vitamin tidak bisa dilakukan sembarangan. Prinsip “lebih banyak lebih baik” hanya berlaku untuk makanan alami, bukan untuk suplemen sintetis. Jika prinsip ini diterapkan tanpa indikasi medis, justru dapat memicu gangguan metabolik yang membahayakan.

Baca Juga: Vidio X Shopee Hadirkan Fitur Vidio Shopping, Bisa Nonton Sambil Belanja

Dia menilai bahwa kasus overdosis suplemen tidak selalu murni kesalahan pengguna. Terkadang, produk multivitamin dirancang dengan dosis tinggi tanpa edukasi yang memadai dari produsen. Sumber terbaik vitamin tetap dari makanan alami.

"Pola makan seimbang dan bervariasi sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh," ujarnya. Dia berpesan, suplemen seharusnya hanya digunakan sebagai tambahan dalam kondisi khusus, seperti saat hamil atau ketika seseorang mengalami defisiensi tertentu.

Jika tidak, suplemen justru hanya akan menjadi ‘urine mahal’, karena dibuang tanpa dimanfaatkan tubuh. Sebagai langkah pencegahan, ia mengimbau masyarakat untuk mengikuti anjuran Cek KLIK dari BPOM (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli produk suplemen.

Baca Juga: Nikita Willy Sebut Kadang Alami Brain Fog Setelah Jadi Ibu, Simak 6 Suplemen yang Bantu Cegah Brain Fog

Ia juga menekankan pentingnya berhati-hati terhadap produk tanpa izin edar. “Jika merasa ragu, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Jangan ragu juga untuk melaporkan produk mencurigakan melalui layanan HALOBPOM 1500533,” imbuhnya.

Terkait dengan regulasi, ia menekankan perlunya pengawasan ketat dari pemerintah terhadap produk suplemen di pasaran. Produsen harus tunduk pada batasan dosis berbasis bukti ilmiah, serta mencantumkan peringatan yang jelas pada produk dengan kandungan tinggi.

"Saya rasa perlu ada survei nasional berkelanjutan untuk memantau pola konsumsi suplemen di masyarakat. Kita bisa belajar dari kasus di Australia, bahwa regulasi yang kuat pun bisa melemah jika pengawasan dan edukasi publik tidak berjalan seimbang," ujar dia.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Techno21 Januari 2026, 21:27 WIB

Resmi Direvisi, Netflix Siap Bayar Tunai kepada Warner Bros Discovery

Netflix merevisi tawaran untuk membayar tunai sepenuhnya kepada WBD guna menangkis tawaran Paramount.
Ilustrasi Netflix.
Startup21 Januari 2026, 19:08 WIB

Merambah Pasar Indonesia, ElectGo Hadirkan Lokapasar Berbasis AI

Keberadaan e-commerce ini diharapkan memudahkan proses pengadaan produk industrial.
ElectGo. (Sumber: dok. electgo)
Techno21 Januari 2026, 17:41 WIB

Acer Umumkan PC Aspire AI Copilot Plus, Pakai Cip Intel Core Ultra Series 3

Tersedia dalam model 14 dan 16 inci dengan opsi layar OLED dan kemampuan AI terintegrasi.
Acer Aspire 16 AI. (Sumber: Acer)
Lifestyle21 Januari 2026, 17:18 WIB

Air Jordan 6 Infrared Salesman Melakukan Debutnya, Tersedia Mulai 14 Februari 2026

Bersamaan dengan ini, Nike juga merilis Air Jordan 1 Low dan Flight Court.
Air Jordan 6 Infrared Salesman. (Sumber: Nike)
Techno21 Januari 2026, 15:28 WIB

Spek dan Harga Ricoh GR IV Monochrome, Khusus Memotret Hitam Putih

Mengejar Ekspresi Monokrom Terbaik dengan Sensor Gambar Khusus.
Ricoh GR IV Monochrome. (Sumber: Ricoh)
Automotive21 Januari 2026, 15:01 WIB

Yamaha Lexi LX 155 Buka Tahun 2026 dengan Grafis dan Warna Anyar

Motor ini dibanderol mulai dari Rp30 jutaan untuk OTR DKI Jakarta.
Yamaha Lexi LX 155 2026. (Sumber: Yamaha)
Techno21 Januari 2026, 14:31 WIB

ASUS Zenbook Duo 2026 Pakai Prosesor Intel Core Ultra X9 Series 3

Laptop layar ganda yang telah berevolusi terus berinovasi dengan daya dan portabilitas yang lebih baik.
ASUS Zenbook Duo. (Sumber: ASUS)
Hobby21 Januari 2026, 14:00 WIB

Daftar Gim dan Jadwal Pertandingan Esports World Cup 2026, Nilai Hadiahnya Fantastis

Para perserta yang mengikuti EWC 2026 memperebutkan total hadiah Rp1,27 triliun.
Total hadiah yang disiapkan EWC sebesar US$75 juta dolar Amerika. (Sumber: EWC)
Techno20 Januari 2026, 19:27 WIB

Lenovo Luncurkan Yoga Pro 9i Aura Edition dan 7i Aura Edition

Dua laptop ini akan dijual secara massal mulai kuartal kedua 2026.
Lenovo Yoga Pro 9i Aura Edition. (Sumber: Lenovo)
Startup20 Januari 2026, 19:11 WIB

Omoway Kantongi Pendanaan Puluhan Juta Dolar AS, Bikin Motor Listrik Self-Balancing

Perusahaan rintisan ini akan membuat motor listrik self-balancing pertama di dunia secara massal.
Motor listrik Omo X yang diproduksi oleh Omoway. (Sumber: istimewa)