Penyebab Rendahnya Penerimaan Vaksin HPV di Indonesia

Rahmat Jiwandono
Selasa 17 Juni 2025, 19:23 WIB
Pemberian vaksin HPV kepada anak-anak SD yang menjadi lokasi penelitian Supriyatiningsih. (Sumber: istimewa)

Pemberian vaksin HPV kepada anak-anak SD yang menjadi lokasi penelitian Supriyatiningsih. (Sumber: istimewa)

Techverse.asia - Kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Padahal, penyakit ini sebenarnya dapat dicegah melalui pemberian vaksin HPV (Human Papillomavirus) sebanyak dua dosis.

Baca Juga: Menyerang Perempuan Maupun Laki-Laki, Langkah Apa Saja untuk Mencegah Kanker Serviks?

Sayangnya, tingkat penerimaan vaksin HPV di kalangan remaja putri masih tergolong rendah, sehingga perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat, khususnya para orang tua. Hingga saat ini, pemerintah mencatat sekitar dua juta perempuan telah menerima dua dosis vaksin HPV.

Namun demikian, cakupan tersebut masih berada di bawah 75 persen dan jauh dari target nasional. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun program vaksinasi telah berjalan, kesenjangan dalam penerimaan vaksin masih menjadi tantangan nyata.

Kondisi ini menjadi perhatian Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Med. dr. Supriyatiningsih, Sp.OG., M.Kes, yang tengah melakukan riset bersama empat peneliti lainnya.

Baca Juga: Blibli Hadirkan Program One Step Further, Tukar Tambah Sepatu Lama dengan yang Baru

Mereka adalah Ida Ayu Sutrisni, S.Kep Ns, MHID (Oxford University Clinical Research Unit Indonesia/OUCRU-ID); Assoc. Prof. Raph L. Harmers, MD, PhD (OUCRU-ID); Assoc. Prof. Jennifer Ilo Van Nuil, BA, MA, PhD (OUCRU Vietnam); dan dr. Dewi Friska, MKK, SpKKLP (Universitas Indonesia).

Penelitian tersebut berjudul “Socio-cultural Context of HPV Immunisation Policy and Practice in Indonesia” dan berlangsung hingga Oktober 2025.

Penelitian ini menyoroti pentingnya vaksinasi HPV bagi anak-anak usia sekolah dasar dan menengah, yang keputusan vaksinasinya masih sangat bergantung pada peran orang tua. Menurut Supriyatiningsih, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi keputusan seseorang terkait dengan vaksinasi.

Baca Juga: Jumlah Kanker pada Anak Indonesia Terus Meningkat, Kenali Gejala dan Tandanya

“Faktor sosiokultural seperti pandangan masyarakat terhadap vaksin sangat berpengaruh. Selain itu, ada tantangan akses, terutama tingginya biaya vaksin HPV dan kebutuhan penyimpanan dalam cold chain agar tetap efektif. Tidak kalah penting, penyebaran informasi yang keliru juga menjadi kendala dalam meningkatkan penerimaan vaksin,” jelasnya saat diwawancarai di UMY, Selasa (17/6/2025).

Supriyatiningsih menyampaikan bahwa untuk menggali lebih dalam pengaruh faktor sosiokultural tersebut, penelitian dilakukan di dua lokasi dengan karakteristik yang kontras, yakni di Kepulauan Seribu, sebagai wilayah urban yang dekat dengan pusat pemerintahan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) - khususnya Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Utara - sebagai representasi wilayah terpencil (remote area).

Menariknya, berbeda dari Indonesia yang hingga kini masih memfokuskan vaksinasi HPV pada anak perempuan, sejumlah negara di kawasan Eropa telah memperluas cakupan vaksinasi ini hingga ke anak laki-laki.

Baca Juga: Segera Lakukan Vaksinasi, Jumlah Kasus Covid-19 Kembali Meningkat

“Hal ini dilandasi temuan ilmiah bahwa laki-laki juga dapat menjadi pembawa virus HPV dan menularkannya melalui hubungan seksual," katanya.

Melihat fakta tersebut, dia dan timnya peneliti berharap hasil penelitian ini dapat mendorong perumusan strategi pendekatan vaksinasi yang lebih inklusif dan efektif, termasuk menjangkau lintas gender.

“Kami ingin menyusun desain studi yang memungkinkan masyarakat, terutama orang tua, memahami pentingnya vaksinasi HPV. Lebih dari itu, kami berharap penelitian ini dapat menjadi batu loncatan strategis dalam peningkatan cakupan vaksinasi di Indonesia ke depan,” ujarnya.

Baca Juga: Cegah Dampak Panjang Penyakit Pneumonia, Masyarakat Perlu Vaksinasi PCV13

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno08 Mei 2026, 20:32 WIB

Intel Hadirkan Prosesor Core Series 3, Siap Mendukung Pemakaian AI

Prosesor ini menghadirkan fitur-fitur canggih dan arsitektur terbaru Intel untuk pembeli yang mengutamakan perangkat komersial dan perangkat edge yang penting.
Intel Core Series 3. (Sumber: Intel)
Techno08 Mei 2026, 19:11 WIB

Mantle, Bybit, dan Fluxion Bawa Tokenisasi Ekuitas xStocks ke Standar Institusional

Mantle memposisikan dirinya sebagai lapisan distribusi dan gerbang utama bagi institusi dan TradFi untuk terhubung dengan likuiditas on-chain dan mengakses aset dunia nyata.
Mantle x Bybit x Fluxion. (Sumber: istimewa)
Techno08 Mei 2026, 18:07 WIB

OpenAI Merilis GPT-5.5 Instant, Model Default Baru untuk ChatGPT

Model default baru ChatGPT ini diklaim lebih faktual dan lebih baik dalam personalisasi.
GPT-5.5 Instant. (Sumber: OpenAI)
Techno08 Mei 2026, 17:43 WIB

Huawei MatePad Pro Max: Tablet 13 Inci Paling Tipis dan Ringan di Segmennya

Tablet andalan ultra-tipis yang menetapkan penanda aras baharu bagi produktivitas.
Huawei MatePad Pro Max.
Techno08 Mei 2026, 17:05 WIB

Logitech Rilis G512 X, Tersedia dalam Layout 75 dan 98 Tombol

Simak lebih jauh mengenai spesifikasi lengkap dari keyboard gaming baru ini.
Logitech G512 X. (Sumber: Logitech)
Techno08 Mei 2026, 15:16 WIB

Realme Buds T500 Pro Dijual Seharga Rp499 Ribu, Punya Fitur Terjemahan Langsung

Inovasi audio dengan desain unik dan performa premium.
Realme Buds T500 Pro. (Sumber: realme)
Techno08 Mei 2026, 14:50 WIB

Meta Beli Startup ARI untuk Memperkuat Ambisi AI Humanoidnya

Kedua perusahaan tidak mengungkapkan detail keuangan akuisisi tersebut.
Logo Meta. (Sumber: Unsplash)
Techno08 Mei 2026, 14:31 WIB

Qualcomm Ungkap 2 Chipset Baru dengan Teknologi Smooth Motion UI

Dua chipset ini ditujukan untuk ponsel pintar dengan harga terjangkau seperti: Honor, Redmi, Oppo, dan Realme.
Snapdragon 6 Gen 5 dan Snapdragon 4 Gen 5 (kanan). (Sumber: Qualcomm)
Techno07 Mei 2026, 20:13 WIB

Harga dan Spek Lengkap Realme C100x dan C100i di Indonesia

Dua gawai ini menjanjikan masa baterai yang awet sepanjang hari.
Realme C100 Series. (Sumber: Realme)
Culture07 Mei 2026, 18:25 WIB

Pendidikan Khas Kejogjaan akan Diimplementasikan Mulai PAUD-SMA

Nilai-nilai utama yang diusung dalam PKJ bersifat inklusif dan kolaboratif.
Mata pelajaran Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ). (Sumber: istimewa)