Techverse.asia - TikTok Live x Pop Mart berkolaborasi dalam menampilkan Nyota edisi khusus dengan sentuhan budaya Indonesia. Kolaborasi tersebut jadi yang pertama di kawasan Asia Tenggara sekaligus sebagai wujud bagaimana kreativitas digital, interaksi komunitas, hingga kekayaan budaya lokal yang bisa terhubung dan hidup dari layar ke pengalaman riil.
Pameran Nyota di Tanah Air kini bisa dijumpai di Museum Nasional Indonesia, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta, pada 27-29 April 2026.
Livestream Operations Manager, TikTok Live Indonesia Michael Tan mengungkapkan, kreator merupakan generasi anyar pendongeng budaya yang mampu mengubah interaksi digital menjadi koneksi yang bermakna dan lebih nyata.
"Lewat kekuatan bercerita dan interaksi antarkreator dan komunitas di TikTok Live, kami melihat bagaimana cerita dan identitas lokal, termasuk di Indonesia, mampu menjangkau audiens yang lebih luas lagi sampai ke panggung global," ujar Michael lewat keterangan tertulisnya dikutip, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga: Gerai Pop Mart Hadir di Pulau Bali, Tampilkan Unsur Budaya Lokal
Menurut dia, kolaborasinya bersama Pop Mart tersebut menjadi langkah guna mendukung kreator lokal dalam mengoperasikan budaya Indonesia dengan cara yang lebih kreatif, relevan, dan dekat dengan komunitas mereka.
Kolaborasi TikTok Live x Pop Mart menjadi wujud sinergi antara teknologi serta kreativitas yang diterjemahkan lewat elemen budaya Nusantara.
Nyota sendiri adalah karakter ikonik yang dikenal luas secara global, sekarang hadir dengan tampilan yang terinspirasi oleh elemen budaya seperti motif batik dan wayang, serta lanskap nusantara seperti Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Gunung Bromo di Jawa Timur, dan Terasering Tegalalang di Bali.
Di TikTok Live, Nyota juga hadir menyapa kreator dan komunitas TikTok dalam bentuk hadiah virtual (gift). Kolaborasi tersebut menunjukkan bagaimana budaya lokal agar bisa hidup terus, berkembang, dan menjangkau audiens global melalui kreativitas para kreator di TikTok Live.
Baca Juga: Perkembangan Teknologi Bisa Bantu Memperkenalkan Seni Karawitan
Country Head of Pop Mart Indonesia Johan Sebastian menambahkan bahwa Nyota ialah simbol imajinasi dan koneksi emosional lintas komunitas. Dia antusias melihat bagaimana karakter ikonik global dari Pop Mart itu bisa diinterpretasikan ulang melalui perspektif budaya Nusantara Indonesia.
"Dengan kolaborasi ini kami berharap tak cuma mendekatkan Nyota kepada para penggemar saja, tetapi juga kepada masyarakat guna merayakan kekayaan budaya dalam negeri," ujar dia.
Indonesia menjadi negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang menghadirkan inisiatif tersebut, setelah lebih dahulu diperkenalkan di Jepang serta Kazakhstan. Selain menghadirkan karakter global Nyota dalam balutan budaya Indonesia lewat gift edisi spesial di dalam pelantar, TikTok Live x Pop Mart juga bakal membawa Nyota ke luar dari layar guna menyapa masyarakat di pameran khusus di Museum Nasional Indonesia.
Baca Juga: Pop Mart Segera Buka Gerai Pertamanya di Indonesia, Ini Lokasinya
Kepala Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Kebudayaan, Esti Nurjadin mengapresiasi kolaborasi yang dihadirkan dua perusahaan itu dalam memperkenalkan cara baru yang lebih relevan buat memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada khalayak luas, utamanya generasi muda, melalui karakter ikonik Nyota.
"Upaya ini menunjukkan bahwa Museum Nasional Indonesia bisa menjadi ruang kolaborasi yang hidup - menghubungkan antara seni, sejarah dan ekspresi digital - tanpa menanggalkan nilai autentisitas budaya Indonesia," kata Esti.
Sebagai ruang kreatif bagi kreator untuk tidak hanya berkarya, tetapi juga membangun komunitas melalui interaksi real-time, TikTok Live terus mengalami pertumbuhan, termasuk di Indonesia. Tahun lalu, jumlah tayangan (views) siaran langsung di TikTok LIVE mengalami kenaikan lebih dari 65%.
Keterlibatan komunitas TikTok di Indonesia juga sangat kuat. Tercatat, jumlah komentar dan suka (likes) yang diberikan komunitas kepada kreator favorit mereka di TikTok Live juga mengalami peningkatan sebesar 60% bila dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini membuktikan betapa kuatnya keterlibatan komunitas serta interaksi sosial mendalam yang terjadi antara kreator dan para audiens di TikTok Live.
Baca Juga: TikTok Resmi Menjadi Platform Pilihan FIFA untuk Piala Dunia 2026














