Lagi, Penjualan Mobil Listrik Tesla Kalah dari BYD

Rahmat Jiwandono
Senin 05 Januari 2026, 15:01 WIB
Ilustrasi BYD M6 (Sumber: Diler BYD)

Ilustrasi BYD M6 (Sumber: Diler BYD)

Techverse.asia - Merek otomotif Build Your Dreams (BYD) asal China menyalip Tesla milik Elon Musk sebagai penjual kendaraan elektrik (Electric Vehicle/EV) terbesar di dunia, menandai pertama kalinya mereka melampaui pesaing Amerika Serikat (AS) mereka dalam hal penjualan tahunan.

Penjualan mobil Tesla turun hampir sembilan persen pada tahun lalu menjadi 1,64 juta kendaraan yang terjual di seluruh dunia - tahun kedua berturut-turut mengalami penurunan pengiriman mobil. Angka-angka tersebut menempatkan Tesla di belakang BYD, yang penjualan mobil bertenaga baterainya meningkat hampir 28 persen tahun lalu menjadi lebih dari 2,25 juta.

Baca Juga: Ducati Memperkenalkan Panigale V4 Márquez 2025 World Champion Replica

Perusahaan asal Negeri Paman Sam tersebut menghadapi tahun yang sulit dengan penerimaan yang beragam terhadap penawaran baru, kekhawatiran atas aktivitas politik Elon Musk, dan persaingan yang semakin ketat dari para pesaing dari Negeri Tirai Bambu.

Penjualan mobil Tesla turun 16 persen selama tiga bulan terakhir tahun 2025. Penurunan tersebut sebagian disebabkan oleh pencabutan subsidi pemerintah yang telah membantu menurunkan harga hingga US$7.500 atau setara dengan Rp125 jutaan untuk kendaraan elektrik baterai, hibrida plug-in, atau sel bahan bakar tertentu.

Menurut Analis Wall Street baru-baru ini menurunkan perkiraan penjualan Tesla untuk tahun 2026, menandakan prospek yang semakin suram.

Alasannya, perusahaan-perusahaan China seperti Geely, Morris Garage (MG), dan BYD - yang kini menjadi perusahaan mobil listrik terbesar di negara itu - telah menekan para pesaing Barat dengan menetapkan harga kendaraan mereka di bawah merek-merek yang sudah mapan.

Baca Juga: BYD Sealion 7 Diperkenalkan di IIMS 2025, Tawarkan 2 Model

Pada Oktober 2025, Tesla merespons dengan meluncurkan versi yang lebih murah dari dua model terlarisnya di AS dalam upaya untuk meningkatkan penjualan.

Elon Musk sendiri yang sudah menjadi orang terkaya di dunia, ditugaskan untuk secara signifikan meningkatkan penjualan dan nilai pasar saham Tesla selama dekade berikutnya untuk mengamankan paket pembayaran yang memecahkan rekor.

Kesepakatan tersebut, yang disetujui oleh para pemegang saham pada November 2025, dapat membuatnya mendapatkan pembayaran hingga US$1 triliun.

Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, pemilik Starlink tersebut juga harus menjual satu juta robot humanoid selama sepuluh tahun ke depan. Tesla telah berinvestasi besar-besaran pada produk Optimus dan Robotaxi yang dapat mengemudi sendiri.

Baca Juga: Laba Tesla Merosot hingga 71 Persen karena Penjualannya Lemah

Para analis mengatakan bahwa peluncuran robotaxi dan mobil otonom Tesla pada tahun ini, yang telah membantu mendorong harga sahamnya ke rekor tertinggi, akan sangat penting bagi kinerja keseluruhannya. Meskipun ada pertanyaan besar seputar ambisi Tesla di bidang mobil otonom, beberapa pihak tetap optimistis.

Dan Ives dari Wedbush Securities mengatakan, Tesla akan menguasai sekitar 70 persen pasar mobil otonom selama dekade berikutnya "karena tidak ada perusahaan lain di dunia yang dapat menandingi skala dan cakupan" perusahaan tersebut.

Selain Tesla, kepentingan bisnis Elon Musk juga mencakup pelantar media sosial X (dahulunya Twitter), perusahaan roket SpaceX, dan Boring Company, yang menggali terowongan.

Baca Juga: Honda Memperkenalkan Super One Prototype: Mobil Listrik Ukuran Kompak

Komitmen tersebut, bersamaan dengan menjalankan Departemen Efisiensi Pemerintah (Doge) Presiden AS Donald Trump pada awal tahun lalu, membuat beberapa investor berpendapat bahwa Musk tidak cukup fokus pada Tesla. Namun, kini dia telah mundur dari jajaran pemerintahan Trump.

Ini bukan yang pertama BYD mengalahkan penjualan mobil listrik Tesla secara global. Pasalnya, pada 2024, BYD saat itu tercatat membukukan kenaikan penjualan mobil listrik sebesar 21 persen sepanjang kuartal kedua (Q2) 2024.

Totalnya adalah 426.039 unit EV yang diproduksi BYD dari April-Juni 2024, yang berarti 12 ribu unit kendaraan lebih sedikit dari perkiraan pengiriman Tesla untuk periode waktu yang sama. Dengan demikian, hal itu menempatkan BYD pada posisi yang baik untuk menjadi vendor terkemuka di dunia.

Baca Juga: BYD Denza D9 Resmi Diniagakan di Indonesia, Harganya Rp950 Juta

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno08 Juni 2026, 18:16 WIB

Motorola Menghadirkan Moto Buds 2, Punya Fitur Peredam Kebisingan Lingkungan

Produk ini menawarkan audio berkualitas tinggi.
Motorola Moto Buds 2. (Sumber: Motorola)
Startup08 Juni 2026, 17:58 WIB

JumpStart Tambah Pendanaan Seri C, Akselerasi Ekspansi Mesin Penjual di Indonesia

Meski demikian, nominal pendanaan tersebut tak diungkap ke publik.
Vending machine milik JumpStart. (Sumber: dok. jumpstart)
Startup08 Juni 2026, 17:24 WIB

Floq Kantongi Pendanaan Senilai Rp203 Miliar, Menambah Daftar Pelantar Penukaran Kripto

Pendanaan ini akan dialokasikan untuk beberapa hal yang berkaitan dengan ekspansi perusahaan.
Floq. (Sumber: ist)
Techno08 Juni 2026, 15:41 WIB

Harga dan Spek Lengkap Shokz OpenDots Air, Bobotnya Hanya 6,3 Gram

Model unggulan OpenDots Air ini dipasarkan di segmen earbud kelas menengah.
Shokz OpenDots Air. (Sumber: Shokz)
Techno08 Juni 2026, 15:20 WIB

ASUS Luncurkan TUF Gaming 16 2026, Cek Spesifikasinya

Laptop gaming dengan gaya TUF Gaming klasik dan performa bertenaga tinggi.
ASUS TUF Gaming 16.
Automotive08 Juni 2026, 15:07 WIB

Jetour T1 Resmi Diniagakan di Indonesia, Ada 2 Pilihan Varian

Kendaraan ini memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen Indonesia untuk model EV atau ICE.
Jetour T1. (Sumber: Jetour)
Automotive08 Juni 2026, 14:20 WIB

Hot Wheels Legends Tour akan Hadir Kembali di IMX 2026

Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) adalah pameran otomotif dan lifestyle di Indonesia.
Hot Wheels Legends Tour ke Indonesia. (Sumber: NMAA)
Techno08 Juni 2026, 13:48 WIB

Amazfit Cheetah 2 Ultra Dirancang Guna Menaklukkan Jalur Pegunungan Terberat

Smartwatch ini menggabungkan masa pakai baterai yang lama, navigasi presisi, dan wawasan pelatihan lanjutan untuk menempuh jarak lebih jauh.
Amazfit Cheetah 2 Ultra. (Sumber: amazfit)
Techno05 Juni 2026, 20:43 WIB

Lintasarta Dorong Investasi Infrastruktur AI untuk Indonesia

Sejak 1988, Lintasarta merupakan penyedia komunikasi data, internet dan IT Services untuk berbagai sektor industri.
Lintasarta. (Sumber: Ist)
Techno05 Juni 2026, 18:25 WIB

Acer Swift Spin 14 AI Ditenagai Prosesor Snapdragon X2 Series

Laptop konvertibel baru dari Acer yang menawarkan penggunaan serbaguna di lingkungan apa pun.
Acer Swift Spin 14 AI. (Sumber: Acer)