Perempuan Perlu Atur Stres Supaya Terhindar dari Autoimun

Rahmat Jiwandono
Jumat 24 Juli 2026, 12:05 WIB
ilustrasi autoimun. (Sumber: null)

ilustrasi autoimun. (Sumber: null)

Techverse.asia - Kerentanan perempuan mengidap penyakit autoimun semakin naik setiap tahunnya yang menyebabkan meningkatnya grafik pengidap autoimun pada usia wanita reproduksi. Salah satu penyebabnya adalah faktor hormonal. Hormon estrogen pada wanita memiliki pengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh.

Sehingga perubahan atau ketidakseimbangan hormon menjadi pemicu munculnya penyakit autoimun. Hal ini juga sangat berbahaya dan mengancam nyawa bagi perempuan hamil sehingga perlu diwaspadai pada perempuan yang berencana untuk merencanakan program hamil.

Pakar Reumatologi, Internis dan Herbal dari FK-KMK UGM Nyoman Kertia mengatakan penyakit autoimun terjadi akibat kekeliruan sel-sel kekebalan tubuh dalam mengenali sel tubuh dan sendiri dan sel asing. Tugas sistem imun adalah mengenali dan menghancurkan benda asing yang masuk ke dalam tubuh, seperti bakteri, virus, parasit, atau zat lain yang dianggap berbahaya.

Baca Juga: Trailer Avengers: Doomsday, Doctor Doom Bertarung Melawan MCU, X-Men dan Avengers

Namun, ketika sel imun salah mengenali sel tubuh sendiri sebagai musuh, maka sel-sel tersebut justru diserang. Akibatnya, organ mana pun dapat menjadi sasaran, mulai dari kulit, ginjal, paru-paru, hati, hingga organ lainnya. Dari sinilah penyakit autoimun muncul.

“Jumlah penderita autoimun cukup besar. Kalau kita memperkirakan sekitar dua persen populasi orang dewasa mengalami autoimun, maka angkanya bisa mencapai sekitar empat juta orang di Indonesia,” ungkapnya.

Dikatakannya, Penyakit autoimun pada sebagian orang belum menunjukkan gejala, tetapi pada kasus yang berat, penyakit autoimun dapat berakibat fatal hingga mengancam nyawa. Penyakit autoimun memang dipengaruhi oleh faktor genetik, tetapi bukan berarti semua penderita memiliki riwayat keluarga.

Selain faktor genetik, terdapat pula faktor lingkungan, seperti polusi udara, pola makan yang kurang sehat, serta stres. “Banyak pasien autoimun berusaha memahami penyakitnya dengan mencari berbagai informasi, termasuk melalui internet. Sayangnya, informasi yang tidak dipahami dengan baik justru sering membuat mereka semakin cemas dan stres. Padahal, stres dapat memperburuk kondisi autoimun,” terangnya.

Baca Juga: Traveloka Bantu Promosi Singapura Supaya Dikunjungi Wisatawan dari Indonesia

Salah satu faktor dominan yang menjadi penyebab autoimun yakni stress. Ia mengungkapkan tidak hanya pekerja tetapi mahasiswa pun memiliki potensi stress akibat tekanan akademik. “Saya memiliki banyak pasien mahasiswa, baik dari UGM maupun perguruan tinggi lain, yang mengalami autoimun. Awalnya mereka sehat, tetapi setelah menghadapi tekanan akademik dan berbagai beban hidup, penyakitnya muncul,” ungkapnya.

Hal ini menunjukkan bahwa faktor psikologis merupakan faktor dominan penyebab autoimun. Penyakit autoimun dibagi menjadi dua kelompok. Pertama, autoimun organ spesifik, yaitu penyakit yang menyerang satu organ tertentu. Misalnya, autoimun pada kelenjar tiroid yang dikenal sebagai Hashimoto.

Penyakit ini hanya menyerang tiroid, tetapi gejalanya bisa cukup berat. Jika fungsi tiroid menurun, penderita dapat mengalami kenaikan berat badan, tubuh terasa lemas, dan aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.

Baca Juga: Pekerja Shift Malam Rentan Mengalami Obesitas dan Diabetes

Contoh lainnya yakni autoimun yang menyerang pankreas sehingga menyebabkan diabetes melitus tipe 1, yang biasanya muncul sejak usia muda. Ada pula autoimun yang menyerang ginjal maupun organ-organ tertentu lainnya.

Kelompok kedua adalah autoimun sistemik, yaitu penyakit yang menyerang banyak organ sekaligus. Contoh yang paling sering adalah lupus, yang dapat menyerang berbagai organ, mulai dari kulit, sendi, ginjal, paru-paru, hingga organ lainnya.

Karena melibatkan banyak organ, gejalanya pun sangat beragam. Selain lupus, terdapat pula penyakit autoimun lain seperti rheumatoid arthritis, scleroderma, dan beberapa jenis penyakit rematik autoimun lainnya.

Pada laki-laki juga dapat terjadi autoimun, misalnya ankylosing spondylitis, tetapi secara umum memang sekitar 80 persen penderita autoimun adalah perempuan, sedangkan sekitar 20 persen laki-laki. Kasus ini pun juga lebih sering ditemukan pada perempuan usia muda karena pada usia tersebut sistem imun masih sangat aktif.

Baca Juga: Brain Dump Journaling Bisa Jadi Cara Ampuh untuk Mengelola Stres

Salah satunya pemicunya adalah stres. "Ini memang tidak mudah dihindari, tetapi saya selalu mengatakan kepada pasien mulai sekarang jangan terlalu memikirkan penyakitmu. Serahkan urusan pengobatan kepada saya sebagai dokter," tambahnya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Techno24 Juli 2026, 13:11 WIB

Spotify Tambahkan Fitur Chatbot di Aplikasinya, Cuma Bisa Diakses Pelanggan Premium

Fitur Talk to Spotify memungkinkan pengguna membuat daftar putar dan mempelajari lagu dengan perintah suara.
Fitur Talk to Spotify. (Sumber: Spotify)
Lifestyle24 Juli 2026, 12:05 WIB

Perempuan Perlu Atur Stres Supaya Terhindar dari Autoimun

Tantangan dalam penanganan autoimun terdapat pada proses pengobatan dan pemahaman pasien terhadap penyakitnya.
ilustrasi autoimun. (Sumber: null)
Techno24 Juli 2026, 11:38 WIB

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Punya Kamera Ultrawide yang Lebih Tajam dan Baterai Jumbo

Ultra kini menjadi model unggulan dalam jajaran Z Fold yang terdiri dari dua model baru.
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra. (Sumber: Samsung)
Startup24 Juli 2026, 09:57 WIB

Ekspansi 1.300 Gerai, Kopi Kenangan Gandeng Privy untuk Digital Trust

Digital trust kini menjadi infrastruktur penting bagi industri ritel dan F&B, bukan sekadar alat tanda tangan elektronik.
Kopi Kenangan x Privy. (Sumber: ist)
Techno24 Juli 2026, 09:55 WIB

Polytron Audivo PHS 5B Hadirkan Audio Kelas Studio di Atas Meja Kerja

Menghidupkan Suasana Hiburan dan Sesi Kerja Panjang Sepanjang Hari.
Polytron Audivo PHS 5B. (Sumber: Polytron)
Techno23 Juli 2026, 16:30 WIB

Kacamata Pintar Samsung Resmi Meluncur, Kolaborasi dengan Gentle Monster dan Warby Parker

Samsung Membawa Ekosistem Galaxy ke Kacamata Sehari-hari.
Samsung x Google x Warby Parker. (Sumber: null)
Techno23 Juli 2026, 16:27 WIB

ASUS ROG Swift OLED PG27UCWM dan PG32UCWM Resmi Dilansir

Menampilkan teknologi OLED RGB Stripe sejati dengan OLED Care Pro, Dual Mode yang serbaguna, dan solusi efisiensi daya GaNFET untuk keseimbangan terbaik antara ketelitian dan kecepatan.
ROG Swift OLED PG27UCWM. (Sumber: ASUS)
Techno23 Juli 2026, 14:17 WIB

Samsung Galaxy Watch Ultra 2 Dirancang untuk Aktivitas Outdoor Ekstrem

Cek lebih lanjut tentang spesifikasi jam tangan pintar baru ini.
Samsung Galaxy Watch Ultra 2. (Sumber: Samsung)
Techno23 Juli 2026, 14:13 WIB

Lintasarta Dorong Digital Sovereignty bagi Bank Pembangunan Daerah

Melalui Lintasarta Intelligent Core, perusahaan membangun fondasi digital bersama yang berdaulat.
Lintasarta.
Techno23 Juli 2026, 12:04 WIB

Samsung Galaxy Z Flip 8 Dibanderol Sekitar Rp21 Jutaan, Cek Spesifikasinya

Ponsel lipat ini ditenagai oleh cip Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Samsung Galaxy Z Flip 8. (Sumber: null)