Kenali Tanda-tanda Job Hugging di Dunia Kerja, Karier Mandek atau Loyalitas?

Rahmat Jiwandono
Senin 22 September 2025, 19:18 WIB
Ilustrasi job hugging. (Sumber: istimewa)

Ilustrasi job hugging. (Sumber: istimewa)

Techverse.asia - Fenomena job hugging kekinian marak ditemui di dunia kerja. Untuk diketahui, istilah ini merujuk pada kondisi ketika karyawan bertahan dalam satu pekerjaan yang mereka jalani, walau pun ada peluang berkembang dan berpindah ke tempat lain.

Baca Juga: Stanley Gandeng Jennie Blackpink Hadirkan Quencher Luxe Tumbler dan All Day Slim Luxe Bottle

Menurut Dr. Rini Juni Astuti, yang merupakan Dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), fenomena job hugging ini ibarat pedang bermata dua.

Job hugging bisa meningkatkan loyalitas, tetapi juga berisiko menimbulkan stagnasi. Kuncinya adalah menciptakan lingkungan kerja yang menyeimbangkan stabilitas dengan tantangan perkembangan karier,” ujarnya baru-baru ini kami kutip, Senin (22/9/2025).

Faktor utama yang mendorong karyawan cenderung melakukan job hugging biasanya terkait dengan rasa aman serta persepsi risiko. Banyak pekerja khawatir kehilangan stabilitas finansial maupun psikologis, bahkan ada yang kurang percaya diri menghadapi tantangan baru.

Kondisi tersebut diperkuat oleh budaya kerja di Indonesia yang kolektif, hierarkis, dan paternalistik. Loyalitas kepada atasan maupun organisasi masih sangat dihargai, sehingga meski karier stagnan, karyawan sering memilih tetap bertahan.

Baca Juga: Jumlah Populasi Komodo Sekitar 3.300 Ekor, Terancam Punah Akibat Wisata?

“Budaya Indonesia cenderung menjaga harmoni dan menghindari konflik, sehingga banyak pekerja lebih memilih stabilitas. Loyalitas dianggap sebagai bentuk bakti dan dedikasi,” ujarnya.

Selain itu, katanya, banyak yang lebih menekankan pada job security berupa gaji tetap, tunjangan, dan pensiun, ketimbang tantangan karier. Inilah sebabnya fenomena job hugging sangat kuat, terutama di sektor pemerintahan dan BUMN.

Selain faktor budaya, sistem manajemen SDM perusahaan juga berperan besar. Perusahaan dengan jalur karier tidak jelas, reward statis, budaya paternalistik, serta minim program up-skilling cenderung memperkuat job hugging.

Sebaliknya, praktik manajemen modern seperti talent management, rotasi kerja, sistem reward berbasis kinerja, serta budaya inovasi dapat membantu menguranginya. Perusahaan sebenarnya tidak perlu menghapus job hugging sepenuhnya karena loyalitas tetap bernilai. Namun, fenomena ini harus dikelola dengan baik.

Baca Juga: JobCity.id: Platform Rekrutmen Digital Berbasis Kecerdasan Buatan

“Strategi yang bisa dilakukan antara lain membangun jalur karier yang jelas, memperkuat pelatihan, menerapkan rotasi, hingga menghadirkan coaching dan mentoring. Dengan begitu, karyawan tidak sekadar bertahan, tetapi juga produktif,” katanya.

Bagi generasi muda yang baru memasuki dunia kerja, Rini menekankan pentingnya membangun kompetensi dan keberanian menghadapi perubahan.

“Anak muda sebaiknya fokus pada pengembangan diri, berani keluar dari zona nyaman, dan membangun mindset karier jangka panjang. Jangan takut dengan perubahan, perluas jejaring, serta kelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan,” imbuhnya.

Menurutnya, titik temu terbaik adalah ketika perusahaan mampu memberikan rasa aman yang sehat sekaligus peluang pengembangan, sementara karyawan memanfaatkan stabilitas tersebut untuk tumbuh dan adaptif.

Baca Juga: Baru Dipecat? Beri Rehat Batinmu, Tidak Usah Terburu Terima Pekerjaan Baru

“Prinsipnya adalah security as a foundation, growth as a direction. Dengan begitu, loyalitas berubah dari job hugging pasif menjadi loyalitas produktif,” tutup Rini.

Ini cara untuk mengenali tanda-tanda utama job hugging di tempat kerja, yang tak lain tanda bahaya dan menyebutkan beberapa tanda yang menyertainya. Pertama, peningkatan stres yang dapat memengaruhi perilaku atau suasana hati tim.

Kedua, performa berubah ketika seseorang berfokus pada area dalam peran yang mereka kuasai untuk menonjolkan kapabilitas mereka, alih-alih area kritis yang paling bermanfaat bagi seluruh tim atau inisiatif terpenting.

Baca Juga: Setelah Lebaran Kamu Resign? Ini 3 Hal yang Perlu Kamu Lakukan untuk Menemukan Pekerjaan Baru

Ketiga, karyawan bersemangat untuk membantu dalam peran atau peluang lain yang dapat bermanfaat bagi tim, jika mereka dapat melanjutkan posisi mereka sendiri dengan baik.

Keempat, pekerja yang telah melampaui peran mereka saat ini, berada di posisi yang salah saat ini dalam karier mereka, dan berpegang teguh pada posisi tersebut karena ketakutan akan pasar.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Lifestyle28 Agustus 2026, 15:17 WIB

Pertamina Eco RunFest 2026: Hadirkan 7 Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Ajang yang memasuki tahun ke-13 pelaksanaannya ini menargetkan 14 ribu pelari dan 10 ribu pengunjung.
Pertamina Eco Run Fest 2026. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 15:16 WIB

Ditenagai Ryzen Z2 Extreme, ASUS ROG Xbox Ally 20 Bisa Dipesan Sekarang

Mennyambut hari jadi ke-20, ASUS ROG umumkan Xbox Ally X20 dengan performa AMD Ryzen AI Z2 Extreme dan dukungan kacamata Xreal R1.
ROG XBOX Ally X20. (Sumber: ASUS)
Startup28 Agustus 2026, 13:26 WIB

Asosiasi Blockchain Indonesia Gandeng Privy Perkuat Kepercayaan Digital

ABI bekerja sama dengan Privy untuk meningkatkan infrastruktur digital trust dan keamanan verifikasi identitas di industri blockchain Indonesia.
Asosiasi Blockchain Indonesia x Privy. (Sumber: ist)
Techno28 Agustus 2026, 13:23 WIB

SailPoint Hilangkan Blind Spot dengan Perlindungan Terpadu Identitas Manusia, non-human, dan AI agent

Solusi keamanan identitas yang dirancang untuk melindungi, mengelola, dan mendukung konvergensi tenaga kerja masa depan
SailPoint Identity Security. (Sumber: null)
Travel28 Agustus 2026, 11:58 WIB

Dragon Ball Z Bakal Punya Taman Hiburan Raksasa di Prancis, Gokunya Bisa Jadi Nyata!

Intip lokasi, konsep, dan detail lengkapnya di sini!
Taman hiburan bertemakan Dragon Ball Z. (Sumber: null)
Techno28 Agustus 2026, 11:57 WIB

Sony Meluncurkan Xperia 10 VIII dengan Fokus pada Peningkatan Kemudahan Penggunaan Sehari-hari

Handset ini menawarkan sedikit peningkatan dengan harga yang jauh lebih mahal.
Sony Xperia 10 VIII. (Sumber: Sony)
Automotive28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku akan Meriahkan Gelaran IMX 2026

Jangan lewatkan kesempatan langka bertemu sang legenda tuning dunia!
Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Spesifikasi dan Harga Garmin Fenix 9 Series, Daya Tahannya Bisa Capai 57 Hari

Model Pro yang tangguh namun elegan ini menghadirkan casing jam tangan titanium pertama dan layar AMOLED terbesar pada seri Fenix.
Garmin Fenix 9 dan Fenix 9 Pro. (Sumber: Garmin)
Techno27 Agustus 2026, 14:49 WIB

Shokz OpenFit Air 2: Earbud Open-Ear Terringan dengan Hook yang Hampir Tak Terasa

Perangkat ini dirancang untuk kenyamanan ekstra tanpa menutup saluran telinga.
Shokz OpenFit Air 2. (Sumber: Shokz)
Techno27 Agustus 2026, 14:47 WIB

ASUS Hadirkan 2 Mouse Gaming yang Dapat Diskutomisasi

Mouse ROG Gladius IV Ace dan ROG Spatha X memadukan kontrol presisi dengan beragam opsi kustomisasi mendalam.
ROG Gladius IV Ace. (Sumber: ASUS)