Pakar: Sport Tourism Jangan Cuma Jadi Event Tahunan, Bisa Dikembangkan Lagi

Rahmat Jiwandono
Kamis 27 November 2025, 11:17 WIB
Ilustrasi sport tourism. (Sumber: olympic)

Ilustrasi sport tourism. (Sumber: olympic)

Techverse.asia - Gelaran Borobudur Marathon 2025 - lomba lari marathon - kembali menarik perhatian publik dengan jumlah peserta yang mencapai puluhan ribu serta dampak ekonomi yang meningkat signifikan di kawasan Kabupaten Magelang dan daerah sekitarnya di Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: Yogya dan Solo Jadi Destinasi Favorit Wisata Kebugaran

Fenomena ini semakin menguatkan tren sport tourism atah wisata olahraga sebagai salah satu penggerak baru perekonomian Indonesia. Namun demikian, di tengah berbagai capaian positif tersebut, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi agar wisata olahraga tidak hanya menjadi euforia sesaat, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat yang berkelanjutan dan inklusif bagi masyarakat.

Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sekaligus pakar kebijakan pariwisata berkelanjutan, Sakir Ridho Wijaya menilai bahwa meningkatnya minat masyarakat terhadap event olahraga seperti lari, triathlon, dan bersepeda tidak dapat dilepaskan dari perubahan gaya hidup pascapandemi Covid-19.

“Setelah pandemi Covid-19, orang lebih peduli dengan kesehatan. Ada tren bahwa masyarakat kini punya gaya hidup yang lebih sehat. Ini yang mendorong tingginya minat terhadap kegiatan seperti marathon, yang kemudian berkembang menjadi sport tourism,” jelasnya belum lama ini kami kutip, Kamis (27/11/2025).

Baca Juga: On x Loewe Rilis Sepatu Cloudsolo dan Pakaian Olahraga

Sakir menjelaskan bahwa wisata olaharga merupakan kolaborasi antara aktivitas olahraga dan wisata, di mana peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga menikmati keindahan destinasi seperti Borobudur, Mandalika, hingga Bali.

Menurut pengamatannya, perhelatan sport tourism memang mendorong perputaran ekonomi daerah, mulai dari hunian, transportasi, hingga kuliner dan suvenir lokal. Meski begitu, Sakir menegaskan bahwa manfaat tersebut belum tentu dirasakan secara merata.

“Pertanyaannya, siapa yang benar-benar menikmati? UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) kah? Pengelola homestay? Atau justru hotel-hotel besar? Di sini tantangannya. Ketika kita bicara pariwisata berkelanjutan, inklusivitas harus dijamin,” papar dia.

Baca Juga: Patrick Walujo Resmi Mundur Sebagai CEO GoTo, Siapa Penggantinya?

Dia juga menyoroti potensi over tourism atau kunjungan wisatawan yang membludak melebihi kapasitas sesungguhnya, seperti peningkatan volume sampah dan tekanan terhadap lingkungan apabila event besar tidak dikelola dengan hati-hati. Untuk itu, ia mendorong adanya koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar sport tourism memberikan manfaat optimal.

“Olahraga itu wilayahnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sementara pariwisata ada di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Belum lagi infrastruktur di Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan sektor UMKM. Tentu harus ada koordinasi agar setiap event jelas manfaatnya dan tepat sasaran,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan sport tourism tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara event, tetapi juga kesiapan destinasi, mulai dari kualitas homestay, daya saing produk UMKM, hingga infrastruktur dasar yang mendukung kenyamanan pengunjung.

Baca Juga: Samsung Galaxy Active Club: Komunitas Olahraga untuk Hidup Aktif dan Sehat

Menanggapi pertanyaan mengenai apakah tren sport tourism hanya bersifat sementara, Sakir menilai bahwa fenomena ini memiliki potensi jangka panjang.

“Ini bukan seperti tren tanaman hias saat pandemi. Sport tourism bisa bersifat long-lasting, asalkan dikelola dengan prinsip keberlanjutan dan inklusivitas. Kalau koordinasi lintas sektor berjalan, dampaknya akan besar dan merata,” tambahnya.

Menurut Sakir, penting untuk melakukan kolaborasi dengan sektor swasta agar wisata olahraga tidak hanya mengandalkan event tahunan, tetapi dapat berkembang menjadi paket wisata tematik yang berlangsung sepanjang tahun.

Baca Juga: Candi Hindu Ini Ada Di Tengah Kompleks Kampus Islam, Yuk Tengok

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Lifestyle28 Agustus 2026, 15:17 WIB

Pertamina Eco RunFest 2026: Hadirkan 7 Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Ajang yang memasuki tahun ke-13 pelaksanaannya ini menargetkan 14 ribu pelari dan 10 ribu pengunjung.
Pertamina Eco Run Fest 2026. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 15:16 WIB

Ditenagai Ryzen Z2 Extreme, ASUS ROG Xbox Ally 20 Bisa Dipesan Sekarang

Mennyambut hari jadi ke-20, ASUS ROG umumkan Xbox Ally X20 dengan performa AMD Ryzen AI Z2 Extreme dan dukungan kacamata Xreal R1.
ROG XBOX Ally X20. (Sumber: ASUS)
Startup28 Agustus 2026, 13:26 WIB

Asosiasi Blockchain Indonesia Gandeng Privy Perkuat Kepercayaan Digital

ABI bekerja sama dengan Privy untuk meningkatkan infrastruktur digital trust dan keamanan verifikasi identitas di industri blockchain Indonesia.
Asosiasi Blockchain Indonesia x Privy. (Sumber: ist)
Techno28 Agustus 2026, 13:23 WIB

SailPoint Hilangkan Blind Spot dengan Perlindungan Terpadu Identitas Manusia, non-human, dan AI agent

Solusi keamanan identitas yang dirancang untuk melindungi, mengelola, dan mendukung konvergensi tenaga kerja masa depan
SailPoint Identity Security. (Sumber: null)
Travel28 Agustus 2026, 11:58 WIB

Dragon Ball Z Bakal Punya Taman Hiburan Raksasa di Prancis, Gokunya Bisa Jadi Nyata!

Intip lokasi, konsep, dan detail lengkapnya di sini!
Taman hiburan bertemakan Dragon Ball Z. (Sumber: null)
Techno28 Agustus 2026, 11:57 WIB

Sony Meluncurkan Xperia 10 VIII dengan Fokus pada Peningkatan Kemudahan Penggunaan Sehari-hari

Handset ini menawarkan sedikit peningkatan dengan harga yang jauh lebih mahal.
Sony Xperia 10 VIII. (Sumber: Sony)
Automotive28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku akan Meriahkan Gelaran IMX 2026

Jangan lewatkan kesempatan langka bertemu sang legenda tuning dunia!
Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Spesifikasi dan Harga Garmin Fenix 9 Series, Daya Tahannya Bisa Capai 57 Hari

Model Pro yang tangguh namun elegan ini menghadirkan casing jam tangan titanium pertama dan layar AMOLED terbesar pada seri Fenix.
Garmin Fenix 9 dan Fenix 9 Pro. (Sumber: Garmin)
Techno27 Agustus 2026, 14:49 WIB

Shokz OpenFit Air 2: Earbud Open-Ear Terringan dengan Hook yang Hampir Tak Terasa

Perangkat ini dirancang untuk kenyamanan ekstra tanpa menutup saluran telinga.
Shokz OpenFit Air 2. (Sumber: Shokz)
Techno27 Agustus 2026, 14:47 WIB

ASUS Hadirkan 2 Mouse Gaming yang Dapat Diskutomisasi

Mouse ROG Gladius IV Ace dan ROG Spatha X memadukan kontrol presisi dengan beragam opsi kustomisasi mendalam.
ROG Gladius IV Ace. (Sumber: ASUS)