Jelang Nataru, Kemenpar Targetkan 1,08 Miliar Wisatawan pada 2025

Rahmat Jiwandono
Kamis 30 Oktober 2025, 13:10 WIB
Ilustrasi wisata Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (Sumber: Kemenpar)

Ilustrasi wisata Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (Sumber: Kemenpar)

Techverse.asia - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meluncurkan kampanye 'Saatnya Liburan #DiIndonesiaAja' sebagai langkah guna meningkatkan kunjungan wisatawan, utamanya wisatawan dalam negeri, untuk melakukan perjalanan wisata selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Baca Juga: Airbnb Experiences: Cara Baru untuk Terhubung dengan Tamu Lain

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan bahwa kampanye 'Saatnya Liburan #DiIndonesiaAja' yang merupakan salah satu langkah strategis guna mencapai target sebanyak 1,08 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada tahun ini.

"Kampanye tersebut juga menjadi bagian dari gerakan #DiIndonesiaAja dan program kami yaitu Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) yang tujuannya untuk meningkatkan minat wisatawan untuk melakukan trip di dalam negeri, khususnya pada masa libur Nataru mendatang," kata dia melalui keterangan tertulisnya dilansir Techverse.asia, Kamis (30/10/2025).

Lewat kampanye 'Saatnya Liburan #DiIndonesiaAja,' Kemenpar bersama kementerian serta lembaga terkait, BUMN, asosiasi pariwisata, dinas pariwisata, pelaku industri pariwisata, hingga pelbagai pemangku kepentingan yang menyediakan berbagai penawaran spesial berupa paket wisata yang menarik.

Baca Juga: Kemenparekraf Dorong Diplomasi Kuliner Lewat Rempah

"Paket-paket wisata itu bisa diakses oleh calon wisatawan lewat kanal media sosial kami," ujarnya.

Selama musim liburan Nataru, Kemenpar juga sangat aktif dalam mempromosikan berbagai destinasi wisata di Tanah Air melalui media sosial dengan menyoroti kuliner khas, kekayaan budaya, destinasi wisata unggulan yang layak dikunjungi, dan tradisi lokal.

Ni Made Ayu Marthini menandaskan bahwa pihaknya sangat mendukung upaya menciptakan suasana liburan yang aman, nyaman, dan menyenangkan selama momentum Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kebijakan ini diharapkan bisa menciptakan suasana yang kondusif bagi masyarakat yang merayakan Nataru.

"Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan pemberian stimulus selama periode libur Nataru," ujarnya.

Baca Juga: Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Melonjak, Bali Masih Jadi Favorit

Stimulus ini mencakup potongan tarif angkutan kereta api sebesar 30 persen bagi 1,5 juta penumpang pada periode 22 Desember 2025 sampai 10 Januari 2026; potongan harga 20 persen dari tarif angkutan laut Pelni untuk 405 ribu penumpang pada periode 17 Desember sampai 10 Januari 2026.

"Ada juga potongan biaya jasa pelabuhan angkutan penyebrangan ASDP bagi 227 ribu penumpang serta 491 ribu kendaraan pada periode 22 Desember 2025 sampai 10 Januari tahun depan," katanya.

Di samping itu, masyarakat juga bakal menikmati penurunan harga pesawat lewat skema Pajak Pertumbuhan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP), diskon fuel surcharge, dan penurunan harga avtur, sehingga harga tiket pesawat bisa mendapat penurunan sebesar 12-14 persen.

Kebijakan ini berlaku untuk periode pembelian tiket mulai 22 Desember mendatang sampai 10 Januari tahun depan serta periode penerbangan 22 Desember 2025 sampai 10 Januari 2026.

Baca Juga: Makanan Halal Jadi Faktor Utama dalam Pemilihan Destinasi Wisata oleh Umat Muslim Indonesia

Kemenpar pun mendorong para pelaku industri pariwisata di Indonesia untuk memberikan penawaran menarik selama libur Nataru, seperti potongan harga tiket pesawat, kereta api, akomodasi, serta produk dan paket wisata.

Menurut Ni Made Ayu Marthini, hal ini bisa menjadi daya tarik tambahan sekaligus meningkatkan pengalaman berwisata masyarakat selama libur panjang akhir tahun.

"Dengan pemberian stimulus khusus Natal dan Tahun Baru dan kampanye Saatnya Liburan #DiIndonesiaAja, yang kami harapkan bisa menggerakan dan meningkatkan belanja masyarakat selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 melonjak, sehingga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, utamanya dari sektor pariwisata," tambahnya.

Baca Juga: Strategi Pelaku Wisata Asia Pasifik Membangun Kepercayaan untuk Mendorong Pertumbuhan

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Tips21 Agustus 2026, 14:01 WIB

5 Tips Jaga Kesehatan Telinga Supaya Pendengaran Tetap Prima

Telinga manusia jika tidak dijaga kebersihannya maka berpotensi terjadi gangguan pendengaran.
Ilustrasi bersihkan telinga pakai cotton bud. (Sumber: infosehatasia)
Techno21 Agustus 2026, 13:57 WIB

ChatGPT for Teens: Cegah Kecurangan dan Lindungi Mental Remaja

OpenAI akan berupaya memasukkan semua pengguna muda ke dalam pengalaman baru tersebut secara otomatis.
ChatGPT untuk pemakaian anak muda. (Sumber: OpenAI)
Startup21 Agustus 2026, 12:55 WIB

Hatch 2026 Cari 15 Startup Fase Awal untuk Perkuat Fondasi Bisnis

Program ini beri pendampingan intensif 12 minggu agar startup fokus pada pertumbuhan sehat, unit economics, dan bisnis berkelanjutan.
Hatch 2026. (Sumber: Komdigi)
Techno21 Agustus 2026, 12:53 WIB

Framework Laptop 12 Kini Ditenagai Prosesor Intel Core Series 3

Laptop termurah Framework baru saja mendapatkan peningkatan spesifikasi yang signifikan
Framework Laptop 12. (Sumber: null)
Lifestyle21 Agustus 2026, 12:50 WIB

Pengangguran Sarjana Terus Bertambah, Begini Penjelasan Pengamat

Menjawab tantangan pengangguran terdidik, pemerintah didorong memperkuat pusat pelatihan vokasi modern dibanding mendirikan kampus baru.
Ilustrasi orang berpendidikan tinggi yang jadi pengangguran. (Sumber: freepik)
Techno21 Agustus 2026, 09:40 WIB

UGM x Indosat x Nvidia Hadirkan AI Technology Center

Perkembangan AI saat ini mampu menyelesaikan persoalan dengan aturan yang kaku menuju persoalan yang semakin terbuka dan kompleks.
Peluncuran AI Technology Center di kampus UGM. (Sumber: UGM)
Automotive21 Agustus 2026, 09:35 WIB

BMW Passato Memulai Perjalanan Bersejarah Menuju SEMA Show 2026

Pengiriman armada ini membawa energi penuh dari peringatan kemerdekaan Indonesia.
BMW Passato. (Sumber: istimewa)
Techno21 Agustus 2026, 09:33 WIB

Apple Mengumumkan Perubahan untuk Aplikasi di Uni Eropa

Ini adalah perubahan terbaru yang didasarkan pada tantangan hukum di bawah Digital Markets Act.
Uni Eropa.
Startup20 Agustus 2026, 16:18 WIB

Pendanaan Anjlok, Gimana Kualitas 3.100 Perusahaan Rintisan di Indonesia?

Menperin soroti kesenjangan mutu ekosistem di tengah melonjaknya 3.100 startup aktif di Indonesia.
Agus Gumiwang Kartasasmita. (Sumber: Unpad)
Techno20 Agustus 2026, 16:18 WIB

AI Tak Lagi Cuma Mencatat, Comu Action Pro Ubah Obrolan Jadi Kerja Nyata

Rekan kerja berbasis AI seukuran saku yang mengubah percakapan sehari-hari menjadi email tindak lanjut, draf presentasi, dan daftar tindakan yang sudah rampung.
Comu Action Pro. (Sumber: Comu)